
Vida menjatuhkan tubuhnya ke ranjang
Dia berguling kesana kesini
" heemmm...ini lah tempt yang paling nyaman di dunia ini...ehhmmm...kasur dan bantalku..."
Gumam Vida sambil mengelus elus kasur nya
Tiba tiba Fikirannya kembali pada sosok Tio
Wajahnya yang manis serta aroma tubuhnya yang selalu wangi
kenapa aroma tubuhnya seperti melekat di hidung ku...
ahhh...tidak...tidak boleh memikirkannya...
Walaupun telah berjalan beberapa tahun
Tapi niat nya untuk terus memunggu Irwan masih kuat
Tetapi...sampai sekarang pun Vida tidak tahu kabar apapun tentang Irwan , dia seperti hilang di telan bumi
" aku tidak bisa di gantung seperti ini... aku harus menyelidikinya untuk memastikan nya...supaya bisa segera jelas..tidak seperti ini..." ucap Vida yakin
" tapi....aku harus mulai dari mana ?? Bau kaberadaannya di mana saja tidak tercium , apa tanya Nining saja ya...dia kan sekampus dengan Irwan ..." gumamnya lagi
Vida langsung keluar kamarnya...dia berjalan keluar untuk mencari Nining
Nampak Nining sedang bersiap untuk pergi
Vida yang tau itu tak berfikir lama , dia langsung menghampiri Nining
" hai Ning...kauu...mau kemana , pagi pagi gini sudah rapi ?? " tanya Vida berbasa basi
" aku mau ke kampus...kenapa ?? " tanya Nining balik
" ehmmm...kau tau kabar tentang Irwan nggak ?? " tanya Vida hati hati
Nining yang mendengar pertanyaan Vida terperanjat kaget , dia bergegas mengambil kunci motor seakan tidak peduli dengan Vida
" heii...Ning...aku tanya padamu...kau kan teman sekampus nya...masak kamu tidak tahu..." cecar Vida terus mendesak Nining
Tanpa menghiraukan Vida dan seakan ingin menghindarinya , Nining segera menyalakan mesin motor nya akan bergegas pergi
" Ninggg...!!! Kau ini mencurigakan sekali sih !!! Pasti ada yang kau sembunyikan dari ya !! " ketus Vida sedikit berteriak
" ehhh...aku tidak tau apapun...kau cari tau sendiri saja..atauu...lupakan saja dia..." ketus Nining sambil berlalu pergi
haahh...apa maksutnya ?? Kenapa dia menyuruhku untuk melupakannya ?? Apa....ahh..tidakkkk...aku tidak boleh berfikir negatif dulu padanya...nanti aku akan tanyakan lagi , mungkin saat ini bukan waktu yang yang tepat
Vida kembali kerumah dengan lemas
Usahanya pagi ini sama sekali tidak membuahkan hasil
Malah menambah pemikiran baru tentang Irwan
Vida kembali masuk ke kamarnya
Tubuhnya dia rebahkan ke ranjang
Fikirannya tengah menduga duga tidak jelas
" apa mungkin...Nining sudah jadian dengan Irwan ?? Makanya dia menyuruhku untuk melupakannya ?? " terka Vida
" kalau memang Irwan bisa melupakanku begitu saja...kenapa dulu dia memintaku untuk menunggunya ?? Sebenarnya apa yang harus aku tunggu ?? "
" Huh...sama sekali tidak jelas...seballl....seball...seball....!!! " teriak Vida
Teriakan Vida seperi nya mengkagetkan ibu dan adiknya yang tengah sibuk
Mereka menghampiri kamar Vida dengan panik
Tok...tok...
" nak...kau tidak apa apa ?? Kenapa berteriak ? "
Tanya Ibu panik
" kakk...kau kenapa ?? " tambah adiknya
Vida langsung membuka pintu kamarnya sambil tersenyum malu
" ehhh..kenapa ?? Aku tidak apa apa koq..." ucap Vida
" kau bukan sedang patah hati kan...berteriak seperti itu..." tanya adik Vida mengejek
" huh...kau ini ...sok tau ah...makanan apa tuh patah hati...?? " balas Vida sambil mencubit pipi adiknya
" aduuuhhh...sakit tau kak..." pekik adik Vida
" kau benar benar tidak apa apa ?? " tanya ibu lagi memastikan
__ADS_1
" nggak pa pa bu...tenang saja...anakmu ini kan kuat...jadi ibu nggak perlu khawatir " jelas Vida meyakinkan ibunya
" ya sudah kalau kau tidak apa apa ..ibu keluar dulu ya...mau lanjutin memasak " ucap ibu sambil berjalan meninggalkan Vida
" iya bu...tenang saja...aku tidak apa apa koq..." ucap Vida sambil melirik adiknya
" kau...kenapa masih disini ?? Sana cepat keluar...." usir Vida pada adiknya
" hihh...aku tidak mau...aku ingin tetap disini..." rengek adik Vida
" ehh...tidak boleh...cepat keluar..." ucap Vida sambil menggandeng tangan adiknya untuk keluar
" iya...iya...aku keluar...dasar pelit..." gumam adik Vida kesal
Akhirnya adik nya pun mau keluar dari kamarnya
" ssttt....kak..kak..." bisik adik Vida kembali ke kamar Vida
" kau ini kenapa lagi ?? Dasar jahil..keluar sana ..." tegas Vida
" ehh...kak...itu..." bisik adiknya sambil matanya melirik ke luar kamar
" apa ?? " tanya Vida " sudah deh..jangan menggangguku...aku sedang malas meladeni mu..." tambahnya
" kak..itu...pangeranmu datang..." ucap adik Vida menggodanya
" pangeran ?? Mulai deh...kau ini senang sekali mengusiliku ya..." jawab Vida sambil menarik tangan adiknya untuk keluar
Tapu setelah sampai diluar kamar
Betapa kaget nya dia melihat sudah ada sosok pemuda manis yang sedang duduk di ruang tamu
" Tio...ehhh...kau ?? Kapan kau datang ?? " ucap Vida gugup
" baru saja...memang adimu tidak memberitahumu ?? " ucap Tio
" aku sudah memberitahunya kak...tapi dia malah tidak menghiraukanku..." timpal adik Vida tidak mau di salahkan
" he..he...kau ?? Kenapa pagi pagi kau datang ke sini ?? Memang ada perlu apa ?? " tanya Vida
Tio berdiri dari duduknya dan mendekat ke Vida
" seperti ini ya kalau kau di rumah ?? Kostum mu bagus juga...." ucap Tio menahan geli
" hheehhh ?? Astaga...aku lupa....maaf..." sahut Vida sambil bergegas kembali masuk ke kamarnya
huh..memalukan sekali...dia melihat kostum tidurku seperti ini...baju ketek dan celan pendek plus kaos kaki ...
Sebenarnya Tio sendiri juga tidak tahu
Hati nya sendiri saat ini juga masih rapuh
Cinta nya pada seorang gadis pilihannya harus terputus karena masalah status sosial
Dan kini Tio merasa hanya Vida yang bisa mendengar semua curhat nya
" kau melamun ?? Heeii...." ucap Vida membuyarkan lamunan Tio
Tio hanya tersenyum melihat tingkah Vida
" kau sudah siap ?? Cepat berpamitan dulu dengan ibumu " perintah Tio
" siap ?? Memangnya kita mau kemana ?? " tanya Vida heran
" sudah jangan banyak tanya...sudah sana berpamitan dulu dengan ibumu..." tegas Tio
Mau tidak mau Vida menuruti perintah Tio
Karena entah kenapa keberadaan Tio mengingatkan nya pada Irwan
Beda nya kalau Irwan itu senang bercanda , sedangkan Tio dia sedikit dingin
" sudahh ?? " tanya Tio
" iya...." jawab Vida mengangguk
Tio dan Vida berjalan menuju motor yang terparkir di halaman
Tio memberikan satu helm pada Vida
" kau pake ini..." ucapnya seraya memberikan helm
Vida lalu memakai helm nya dan mereka berdua lalu pergi
Sepanjang perjalanan kembali aroma tubuh khas yang di miliki Tio tercium...
harum tubuhnya begitu khas...seperti aroma magic yang bisa menenangkan hati
Entah kenapa Vida menikmati perjalanan itu
Tapi fikirannya tetap penasaran
__ADS_1
Sebenarnya dia mau membawaku kemana ?
Setelah perjalanan hampir 30 menit
Akhirnya Tio menghentikan motor nya di halaman sebuah gedung besar
Vida membaca tulisan selamat datang yang jelas terbentang lebar di depan gedung
eehh...ini kan kampus dimana Irwan dan Nining kuliah ?? Sebenarnya mau apa dia membawaku ke sini ?? Apa iya dia sudah tahu tentang masa lalu ku ??
Vida celingukan ke sana ke mari
Seperti tengah mencari seseorang
barangkali saja aku bisa melihatnya...Irwan kau di mana ??
" heiii...kau cari siapa ?? Memang kau pernah kesini ?? " tanya Tio
" eehh...aku...nggak cari siapa siapa koq...cuma tengah kagum saja melihat ksmpus yang sebesar ini..." jawab Vida menutupi kenyataan
" kau mengajak ku kesini untuk apa ? " tanya Vida
" kemarin kau bilang ingin tau gadis yang aku suka...sekarang ku ajak kau kesini untuk melihat nya..." jawab Tio sambil tersenyum
" huh...kau mau pamer ?? " ketus Vida kesal
Tio hanya kembali tersenyum melihat tingkah Vida
" sini...." ucap Tio menarik tangan Vida
" ee..ee...ehhh...kita mau kemana ?? " ucap Vida kaget
Setelah sampai di sebuah tempat di kampus itu , Tio berhenti
" kau lihat gadis berambut panjang berbaju coklat itu ?? " ucap Tio
Vida mencoba mencari siapa yang di maksut Tio
Vida melihat seorang gadis berambut panjang berkulit putih sedang duduk di taman
Memang terlihat sangat cantik
" memang dia siapa ? " tanya Vida
" dia orang yang aku cintai .. " jawab Tio
" terus maksutmu apa memperlihatkan nya padaku ?? Kau mau aku bagaimana ?? Cemburu ?? Dasar kau aneh..." cecar Vida kesal
" bukan begitu...aku hanya ingin meminta pendapatmu...untuk gadis yang cantik seperti itu apa aku harus memperjuangkannya atau tidak ?? " tanya Tio
" kenapa kau tanya padaku...aku tidak tahu !! " ucap Vida kesal
" sudahh ahh...aku mau pulang saja..." ucap Vida sambil berlalu pergi
" ehh..kau mau kemana ?? Aku belum selesai..." ucap Tio sambil berjalan mengejar Vida
dasar gila...memang aku peduli dengan urusan asmara mu...kau bawa aku kesini malah semakin membuat otakku kacau...
andai aku bisa bertemu Irwan di sini...mungkin akan berbeda rasanya...tapi kampus sebesar ini...aku mau cari di mana ?? Huh...benar benar menyebalkan....
Melihat Vida yang kesal
Tio tidak bertanya lagi...dia hanya mengikuti kemauan Vida untuk kembali pulang
Sesekali Tio melihat wajah Vida dari kaca spion
Entah apa alasan Vida kesal seperti ini
Padahal Tio hanya ingin memperlihatkan gadis pujaannya padanya
Setelah sampai di rumah
Vida lalu turun dari motor dan mengembalikan helm pada Tio tanpa mengucapkan apapun
" kau marah padaku ?? " tanya Tio menahan tangan Vida
" heemmm...nggak koq , aku hanya merasa sedang tidak enak badan ..kau langsung pulang saja ya..." jawabnya datar dan berlalu pergi memasuki kamarnya meninggalkan Tio
huhhh.....
Vida langsung merebahkan tubuhnya di ranjang
Dia sendiri tidak tahu apa yang saat ini terjadi padanya...
Kenapa hatinya begitu kesal saat Tio memamerkan pacarnya...
Apa aku cemburu padanya ??
Atau aku kesal karena tidak bisa menemukan Irwan ???
" oh tuhann...kapan aku akan bahagia..."
__ADS_1
Bersambung
😉😉😉