Sahabat Rasa Pacar

Sahabat Rasa Pacar
in memorie


__ADS_3

Vida menjatuhkan tubuhnya ke ranjang


Dia berguling kesana kesini


" heemmm...ini lah tempt yang paling nyaman di dunia ini...ehhmmm...kasur dan bantalku..."


Gumam Vida sambil mengelus elus kasur nya


Tiba tiba Fikirannya kembali pada sosok Tio


Wajahnya yang manis serta aroma tubuhnya yang selalu wangi


kenapa aroma tubuhnya seperti melekat di hidung ku...


ahhh...tidak...tidak boleh memikirkannya...


Walaupun telah berjalan beberapa tahun


Tapi niat nya untuk terus memunggu Irwan masih kuat


Tetapi...sampai sekarang pun Vida tidak tahu kabar apapun tentang Irwan , dia seperti hilang di telan bumi


" aku tidak bisa di gantung seperti ini... aku harus menyelidikinya untuk memastikan nya...supaya bisa segera jelas..tidak seperti ini..." ucap Vida yakin


" tapi....aku harus mulai dari mana ?? Bau kaberadaannya di mana saja tidak tercium , apa tanya Nining saja ya...dia kan sekampus dengan Irwan ..." gumamnya lagi


Vida langsung keluar kamarnya...dia berjalan keluar untuk mencari Nining


Nampak Nining sedang bersiap untuk pergi


Vida yang tau itu tak berfikir lama , dia langsung menghampiri Nining


" hai Ning...kauu...mau kemana , pagi pagi gini sudah rapi ?? " tanya Vida berbasa basi


" aku mau ke kampus...kenapa ?? " tanya Nining balik


" ehmmm...kau tau kabar tentang Irwan nggak ?? " tanya Vida hati hati


Nining yang mendengar pertanyaan Vida terperanjat kaget , dia bergegas mengambil kunci motor seakan tidak peduli dengan Vida


" heii...Ning...aku tanya padamu...kau kan teman sekampus nya...masak kamu tidak tahu..." cecar Vida terus mendesak Nining


Tanpa menghiraukan Vida dan seakan ingin menghindarinya , Nining segera menyalakan mesin motor nya akan bergegas pergi


" Ninggg...!!! Kau ini mencurigakan sekali sih !!! Pasti ada yang kau sembunyikan dari ya !! " ketus Vida sedikit berteriak


" ehhh...aku tidak tau apapun...kau cari tau sendiri saja..atauu...lupakan saja dia..." ketus Nining sambil berlalu pergi


haahh...apa maksutnya ?? Kenapa dia menyuruhku untuk melupakannya ?? Apa....ahh..tidakkkk...aku tidak boleh berfikir negatif dulu padanya...nanti aku akan tanyakan lagi , mungkin saat ini bukan waktu yang yang tepat


Vida kembali kerumah dengan lemas


Usahanya pagi ini sama sekali tidak membuahkan hasil


Malah menambah pemikiran baru tentang Irwan


Vida kembali masuk ke kamarnya


Tubuhnya dia rebahkan ke ranjang


Fikirannya tengah menduga duga tidak jelas


" apa mungkin...Nining sudah jadian dengan Irwan ?? Makanya dia menyuruhku untuk melupakannya ?? " terka Vida


" kalau memang Irwan bisa melupakanku begitu saja...kenapa dulu dia memintaku untuk menunggunya ?? Sebenarnya apa yang harus aku tunggu ?? "


" Huh...sama sekali tidak jelas...seballl....seball...seball....!!! " teriak Vida


Teriakan Vida seperi nya mengkagetkan ibu dan adiknya yang tengah sibuk


Mereka menghampiri kamar Vida dengan panik


Tok...tok...


" nak...kau tidak apa apa ?? Kenapa berteriak ? "


Tanya Ibu panik


" kakk...kau kenapa ?? " tambah adiknya


Vida langsung membuka pintu kamarnya sambil tersenyum malu


" ehhh..kenapa ?? Aku tidak apa apa koq..." ucap Vida


" kau bukan sedang patah hati kan...berteriak seperti itu..." tanya adik Vida mengejek


" huh...kau ini ...sok tau ah...makanan apa tuh patah hati...?? " balas Vida sambil mencubit pipi adiknya


" aduuuhhh...sakit tau kak..." pekik adik Vida


" kau benar benar tidak apa apa ?? " tanya ibu lagi memastikan

__ADS_1


" nggak pa pa bu...tenang saja...anakmu ini kan kuat...jadi ibu nggak perlu khawatir " jelas Vida meyakinkan ibunya


" ya sudah kalau kau tidak apa apa ..ibu keluar dulu ya...mau lanjutin memasak " ucap ibu sambil berjalan meninggalkan Vida


" iya bu...tenang saja...aku tidak apa apa koq..." ucap Vida sambil melirik adiknya


" kau...kenapa masih disini ?? Sana cepat keluar...." usir Vida pada adiknya


" hihh...aku tidak mau...aku ingin tetap disini..." rengek adik Vida


" ehh...tidak boleh...cepat keluar..." ucap Vida sambil menggandeng tangan adiknya untuk keluar


" iya...iya...aku keluar...dasar pelit..." gumam adik Vida kesal


Akhirnya adik nya pun mau keluar dari kamarnya


" ssttt....kak..kak..." bisik adik Vida kembali ke kamar Vida


" kau ini kenapa lagi ?? Dasar jahil..keluar sana ..." tegas Vida


" ehh...kak...itu..." bisik adiknya sambil matanya melirik ke luar kamar


" apa ?? " tanya Vida " sudah deh..jangan menggangguku...aku sedang malas meladeni mu..." tambahnya


" kak..itu...pangeranmu datang..." ucap adik Vida menggodanya


" pangeran ?? Mulai deh...kau ini senang sekali mengusiliku ya..." jawab Vida sambil menarik tangan adiknya untuk keluar


Tapu setelah sampai diluar kamar


Betapa kaget nya dia melihat sudah ada sosok pemuda manis yang sedang duduk di ruang tamu


" Tio...ehhh...kau ?? Kapan kau datang ?? " ucap Vida gugup


" baru saja...memang adimu tidak memberitahumu ?? " ucap Tio


" aku sudah memberitahunya kak...tapi dia malah tidak menghiraukanku..." timpal adik Vida tidak mau di salahkan


" he..he...kau ?? Kenapa pagi pagi kau datang ke sini ?? Memang ada perlu apa ?? " tanya Vida


Tio berdiri dari duduknya dan mendekat ke Vida


" seperti ini ya kalau kau di rumah ?? Kostum mu bagus juga...." ucap Tio menahan geli


" hheehhh ?? Astaga...aku lupa....maaf..." sahut Vida sambil bergegas kembali masuk ke kamarnya


huh..memalukan sekali...dia melihat kostum tidurku seperti ini...baju ketek dan celan pendek plus kaos kaki ...


Sebenarnya Tio sendiri juga tidak tahu


Hati nya sendiri saat ini juga masih rapuh


Cinta nya pada seorang gadis pilihannya harus terputus karena masalah status sosial


Dan kini Tio merasa hanya Vida yang bisa mendengar semua curhat nya


" kau melamun ?? Heeii...." ucap Vida membuyarkan lamunan Tio


Tio hanya tersenyum melihat tingkah Vida


" kau sudah siap ?? Cepat berpamitan dulu dengan ibumu " perintah Tio


" siap ?? Memangnya kita mau kemana ?? " tanya Vida heran


" sudah jangan banyak tanya...sudah sana berpamitan dulu dengan ibumu..." tegas Tio


Mau tidak mau Vida menuruti perintah Tio


Karena entah kenapa keberadaan Tio mengingatkan nya pada Irwan


Beda nya kalau Irwan itu senang bercanda , sedangkan Tio dia sedikit dingin


" sudahh ?? " tanya Tio


" iya...." jawab Vida mengangguk


Tio dan Vida berjalan menuju motor yang terparkir di halaman


Tio memberikan satu helm pada Vida


" kau pake ini..." ucapnya seraya memberikan helm


Vida lalu memakai helm nya dan mereka berdua lalu pergi


Sepanjang perjalanan kembali aroma tubuh khas yang di miliki Tio tercium...


harum tubuhnya begitu khas...seperti aroma magic yang bisa menenangkan hati


Entah kenapa Vida menikmati perjalanan itu


Tapi fikirannya tetap penasaran

__ADS_1


Sebenarnya dia mau membawaku kemana ?


Setelah perjalanan hampir 30 menit


Akhirnya Tio menghentikan motor nya di halaman sebuah gedung besar


Vida membaca tulisan selamat datang yang jelas terbentang lebar di depan gedung


eehh...ini kan kampus dimana Irwan dan Nining kuliah ?? Sebenarnya mau apa dia membawaku ke sini ?? Apa iya dia sudah tahu tentang masa lalu ku ??


Vida celingukan ke sana ke mari


Seperti tengah mencari seseorang


barangkali saja aku bisa melihatnya...Irwan kau di mana ??


" heiii...kau cari siapa ?? Memang kau pernah kesini ?? " tanya Tio


" eehh...aku...nggak cari siapa siapa koq...cuma tengah kagum saja melihat ksmpus yang sebesar ini..." jawab Vida menutupi kenyataan


" kau mengajak ku kesini untuk apa ? " tanya Vida


" kemarin kau bilang ingin tau gadis yang aku suka...sekarang ku ajak kau kesini untuk melihat nya..." jawab Tio sambil tersenyum


" huh...kau mau pamer ?? " ketus Vida kesal


Tio hanya kembali tersenyum melihat tingkah Vida


" sini...." ucap Tio menarik tangan Vida


" ee..ee...ehhh...kita mau kemana ?? " ucap Vida kaget


Setelah sampai di sebuah tempat di kampus itu , Tio berhenti


" kau lihat gadis berambut panjang berbaju coklat itu ?? " ucap Tio


Vida mencoba mencari siapa yang di maksut Tio


Vida melihat seorang gadis berambut panjang berkulit putih sedang duduk di taman


Memang terlihat sangat cantik


" memang dia siapa ? " tanya Vida


" dia orang yang aku cintai .. " jawab Tio


" terus maksutmu apa memperlihatkan nya padaku ?? Kau mau aku bagaimana ?? Cemburu ?? Dasar kau aneh..." cecar Vida kesal


" bukan begitu...aku hanya ingin meminta pendapatmu...untuk gadis yang cantik seperti itu apa aku harus memperjuangkannya atau tidak ?? " tanya Tio


" kenapa kau tanya padaku...aku tidak tahu !! " ucap Vida kesal


" sudahh ahh...aku mau pulang saja..." ucap Vida sambil berlalu pergi


" ehh..kau mau kemana ?? Aku belum selesai..." ucap Tio sambil berjalan mengejar Vida


dasar gila...memang aku peduli dengan urusan asmara mu...kau bawa aku kesini malah semakin membuat otakku kacau...


andai aku bisa bertemu Irwan di sini...mungkin akan berbeda rasanya...tapi kampus sebesar ini...aku mau cari di mana ?? Huh...benar benar menyebalkan....


Melihat Vida yang kesal


Tio tidak bertanya lagi...dia hanya mengikuti kemauan Vida untuk kembali pulang


Sesekali Tio melihat wajah Vida dari kaca spion


Entah apa alasan Vida kesal seperti ini


Padahal Tio hanya ingin memperlihatkan gadis pujaannya padanya


Setelah sampai di rumah


Vida lalu turun dari motor dan mengembalikan helm pada Tio tanpa mengucapkan apapun


" kau marah padaku ?? " tanya Tio menahan tangan Vida


" heemmm...nggak koq , aku hanya merasa sedang tidak enak badan ..kau langsung pulang saja ya..." jawabnya datar dan berlalu pergi memasuki kamarnya meninggalkan Tio


huhhh.....


Vida langsung merebahkan tubuhnya di ranjang


Dia sendiri tidak tahu apa yang saat ini terjadi padanya...


Kenapa hatinya begitu kesal saat Tio memamerkan pacarnya...


Apa aku cemburu padanya ??


Atau aku kesal karena tidak bisa menemukan Irwan ???


" oh tuhann...kapan aku akan bahagia..."

__ADS_1


Bersambung


😉😉😉


__ADS_2