Sahabat Rasa Pacar

Sahabat Rasa Pacar
pengakuan


__ADS_3

Sejak saat kejadian itu , hubungan Vida dan Irwan kembali seperti sedia kala


Vida senang akan hal itu


Tapi dia tetap merasa risih dengan drama drama an nya bersama Irwan


Setatus yang tidak jelas , membuat nya seperti di gantung


huh...aku ini sahabat atau kekasih nya ?? Nggak jelas...


Setiap anak yang melihat mereka berdua , pasti mengambil kesimpulan kalau mereka berdua adalah sepasang kekasih


aku harus bagaimana ??? Menunggu Irwan menembak ku ??? Atau menunggunya bosan dengan ku lalu pergi meninggalkanku ???


Hati Vida berkecamuk galau dan risau


Saat bersama Irwan dia sungguh merasa bahagia


Tapi kenyataannya dia bukan siapa siapa nya Irwan


" jangan ngelamun gitu..." suara Irwan mengagetkan lamunan Vida


" nanti cepat tua lho...ngelamunin apa sich..?? " kepo Irwan sambil duduk di bangku depan Vida


" eh...nggak koq...aku cuma...." kata kata Vida terhenti karena dia juga bingung mau menjelaskannya


" cuma apa ?? " selidik Irwan


Mungkin saat ini lah waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya...


" sebentar lagi kan kenaikan kelas...bagaimana kalau kamu dan aku tidak sekelas lagi ?? " tanya Vida memancing Irwan


" memang kenapa kalau nggak sekelas...kita kan tetap bisa ketemu saat istirahat " jawab Irwan


" bagaimana kalau di kelas baru mu kau bertemu dengan orang baru yang bisa membuatmu nyaman , seperti kau nyaman bersamaku ?? " tanya Vida lagi


" kau ini kenapa sich...oow...aku tau maksut dari ucapanmu itu ..." terka Irwan


" kau mau coba coba mencari alasan untuk menjauhiku ?? " lanjut Irwan lagi

__ADS_1


" bu..bukan begitu maksutku..." sahut Vida gagap


Vida sejenak mengambil nafas


Mungkin agak berat dan terlalu berisiko untuk mengatakan ini...tapi aku harus mengatakannya...


" kau bilang selama ini kau tidak pernah dekat dengan seorang gadis sebelumnya...?? " tanya Vida mulai serius , dia memberanikan diri untuk menatap lekat mata Irwan


" hemm..." jawab Irwan santai


" kau dekat dengan ku karena kau nyaman dengan ku ?? " tanya Vida lagi


" heemm...." Irwan hanya berdehem


" bagaimana kalau rasa nyaman itu nanti akan kau dapat di kelas baru mu ?? Bersama siapa aku juga tidak tahu...kau pasti akan bersikap sama kan seperti kau bersikap padaku ?? " cecar Vida


kalau memang begitu...itu berarti kau sangat egois...hanya mementingkan perasaanmu sendiri....aaahhh Irwan...kau sudah membuatku baper dengan sikapmu...


" kau hebat ya..seperti peramal , bisa melihat masa depan " ejek Irwan


" ihhh...apaan sich...aku serius tau..." pekik Vida kesal sambil menggoncangkan tangan Irwan


mungkin saat nya aku mengatakan semua...entah apa yang terjadi ke depannya ...gumam Irwan dalam hati


" aku dekat dengan mu karena alasan lebih dari nyaman...aku ingin mendampingimu...aku ingin melindungi mu...aku sayang padamu..." ucap Irwan lirih sambil terus menatap Vida


Vida kaget mendengar pengakuan Irwan


Dia tidak percaya Irwan mengatakan ini


Vida terbengong , mata mereka bertatapan sangat lekat


apa aku nggak salah dengar Ir ???


Irwan menghela nafas sebelum melanjutkan kalimatnya


" tapi kau kan ... kakakku tidak suka , kalau aku dekat dengan gadis yang berbeda keyakinan... "


Vida kecewa dan perlahan melepaskan tangan Irwan

__ADS_1


" hehh...aku tau itu..." jawab Vida agak sinis


" terima kasih karena sudah sayang padaku...terimakasih karena sudah memperhatikan ku....." lanjut Vida sambil mencoba menahan gejolak di hatinya , menahan bendungan air di matanya... " aku berdoa semoga nanti saat di kelas baru mu , kau akan bertemu dengan gadis yang bisa membuatmu nyaman...gadis yang seiman denganmu..." lanjut Vida


Kali ini Vida tidak bisa menahan kesedihannya


Vida menerka air mata nya...


Irwan merasa bersalah dengan semua keadaan ini


Dia sadar , dia terlalu egois


Vida memalingkan wajah nya , karena dia tidak ingin Irwan melihat air matanya


" maaf kan aku karena membuat mu menangis " ucap Irwan sambil mencoba meraih tangan Vida


Vida kau harus kuat...jangan nangis...malu tau ...ya tuhann tolong tahan air mata ini...


" aku tidak menangis koq..." ucap Vida sambil berusaha memasang senyum


aku lega karena sudah tau semuanya...setidaknya aku bisa mempersiapkan diri dari sekarang , bila nanti Irwan melupakanku...


Nexsss >>>>


2 bulan kemudian


Apa yang di takutkan Vida terjadi


Irwan yang sudah tidak lagi sekelas dengannya menjadi agak berubah


Sudah jarang mampir menemui Vida


Hanya kadang kadang dia menyapa Vida dari jendela kelas..sekedar say hello...


doa ku di jawab oleh tuhan...huhh...mungkin ini memang yang terbaik untuk kita...dan sekarang saat nya aku harus bisa move on dari nya...Vida...kamu pasti bisa...


Bersambung...


😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2