
Di depan pintu gerbang tempat kerja Vida terlihat ramai oleh karyawan yang hendak kembali pulang dan menunggu jemputan datang
Tak terkecuali Vida
dia tengah berdiri di antara banyak nya karyawan yang sedang menunggu
" Ayo pulang , " Tio tiba tiba muncul dengan motornya
" Ini pake helm nya " Kata Tio sambil menyerahkan helm untuk Vida
Vida pun menyambutnya dengan senyum
dia lalu memakai nya lalu ikut naik ke motor , dan mereka pun berlalu pergi
aku harus benar benar terbiasa dengan keadaan ini
tidak mungkin aku terus memikirkan Irwan
mungkin dengan terbiasa , aku akan bisa menerima kehadiran Tio di hatiku
Di tengah perjalanan Tio berinisiatif untuk menarik tangan Vida dan melingkarkan ke pinggangnya
Vida menarik tangannya , tapi Tio menahannya
" Tadi pagi kau bilangkan , kalau mau uji coba pacaran denganku ?? jadi anggap saja saat ini kita sedang berpacaran " ledek Tio sambil terus menahan tangan Vida supaya tetap melingkar di pinggangnya
huh..., apaan sih !! ini namanya kau memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan !! dasar kurang ajar...
Meski agak canggung , tetapi Vida tidak menolak nya . Dia tetap melingkarkan tangannya ke pinggang Tio
" Kita mampir makan dulu yuk !! " Ajak Tio
" Oke ..., siapa takut !! tapi kau yang bayar ya .." balas Vida
Tio menepikan motornya , mereka berhenti di sebuah di pinggiran alun alun kota
tampak banyak berjejeran pedagang kaki lima
" kau mau makan apa ? " Tanya Tio sambil menggandeng Vida
kenapa kau menggandeng tangan ku seperti ini , aku bilang kita kan uji coba berpacaran !! tapi sikap mu seakan kita sudah berpacaran lama
" Terserah kau saja ,, kalau kau tanya padaku , aku suka semua !! " Jawab Vida sambil tertawa
" Dasar rakus..., kecil kecil makanmu banyak juga ya " Timpal Tio
__ADS_1
Mereka pun memesan dua piring batagor
sambil menunggu pesanan siap , mereka duduk di bangku yang di sediakan
" Kenapa kau memilih memesan batagor ?? memang kau suka ?? " Tanya Vida
" Ya lumayan suka sih..." Jawab Tio
oh Tuhan..., bahkan makanan kesukaannya pun sama dengan Irwan
aaaaaa.....move on...move on Vida !!! ingat kau sudah amnesia !!!!
Sesaat Vida melamun , matanya menatap jauh ,
gambaran Irwan kembali melintas di pikirannya , semua tentangnya ..., wajahnya
senyumnya
semua....,,
" Vid..." Suara Tio membuyarkan lamunan Vida
" Eh iya...., mana makanannnya ?? sudah jadi ?? " Vida gelagapan sendiri
Vida menatap Tio dengan tatapan curiga
Ini siasat mu saja kan , supaya aku bercerita semua padamu !!
" Tidakk!! aku tidak memikirkan apa apa !! aku cuma merasa lapar saja " Jawab Vida sambil memegang perut nya
" Ya sudah kalau kau tidak mau cerita , aku bisa koq mencari tau sendiri " Balas Tio mengancam Vida
" Memangnya kau mau mencari tau tentang apa ? heh ?? sudah..., jangan berfikir macam macam ..., makan ayo makan !! " Cecar Vida sambil menyambar makanan yang sudah tersaji di depannya
huh ... kalau ku teruskan , lama lama bisa terbongkar semua nya
Mereka berdua pun mulai menyantap makanan yang telah mereka pesan tadi ,
" Kau serius mau berpacaran denganku ?? " Tanya Tio di sela sela makan
" Memangnya kenapa ?? kau tidak mau ?? kalau tidak mau ya sudah !! " Ucap Vida kesal
" ow iya..., aku lupa !! kau kan sudah punya pacar kan ?? ya ampun ..., maaf ya aku lupa !! lebih baik kita batalkan saja ya rencana untuk uji coba berpacaran !! " Cecar Vida bertambah kesal
Vida lalu berdiri dan meninggalkan makanannya
__ADS_1
" Pak , semua makanan yang tadi ..., dia yang bayar ya " Ucap Vida pada abang penjual makanan tadi sambil menunjuk Tio yang masih duduk di bangku
Vida lalu berlalu pergi meninggalkan Tio .
Tio yang menyadari kalau Vida tengah marah , dia langsung berlari mengejar Vida , setelah sebelumnya membayar dulu makanannya.
" Vida !!! tunggu !!! " Panggil Tio sambil terus mengejar Vida
" Kau ini kenapa sih , kenapa kau ngambek !! " Ucap Tio sambil menarik tangan Vida
" Kenapa ?? bukan urusanmu !! aku mau pulang saja !! " Terlihat raut kesal dan marah di wajah Vida .
" Kau pergi denganku , kau juga harus pulang dengan ku " Tegas Tio sambil menggandeng tangan Vida
Vida berusaha melepaskan genggaman tangan Tio , tapi tak berhasil
Tio terus saja menggandeng tangan Vida hingga mereka sampai di tempat motor nya terparkir tadi
" Pakai helm nya !! jangan coba coba kabur dari ku !! " Perintah Tio
ihh..., dia ini kenapa ?? aku yang seharusnya marah !! kenapa malah aku yang di marahi !!
seballll !!!!!
Gertakan Tio ternyata membuat nyali Vida menciut ,
dia tidak berani lagi untuk kabur .
Vida pun menuruti perintah Tio untuk pulang bersamanya .
Maaf kan aku Vid , aku tidak bermaksut membentakmu ...,
Tio kembali menarik tangan Vida untuk melingkar ke pinggangnya, dia menggenggam tangan Vida lalu menciumnya.
Hal ini membuat hati Vida meleleh
di tambah wangi aroma tubuh Tio yang benar benar menghipnotisnya
aku masih penasaran , parfum apa sih yang dia pakai ?? begitu menusuk sampai ke alam bawah sadar ku
Vida membiarkan Tio melakukan sesuka hatinya dengan tangannya
Bau tubuhnya benar benar membuatku meleleh ...
bahkan aku jadi lupa , kalau aku sedang marah padanya
__ADS_1