
Sebenarnya Tio merasa tidak rela pergi begitu saja dari rumah Vida tanpa mengetahui keadaan Vida sebenarnya
Sepanjang Malam perasaan Tio bercampur aduk
Dia sendiri tidak tahu tentang perasaannya
Dia nyata tidak menyetujui perjodoha itu , tetapi kenapa dia begitu peduli pada Vida yang hanya sekedar di anggap teman saja
" kenapa aku begitu khawatir padanya , dia jelas jelas hanya teman bagiku..." gumam Tio di dalam kamarnya
KEESOKAN HARI >>>>>>>>
Tio bangun pagi sekali
Dia tidak ingin terlewat oleh Vida ,
" hari ini aku akan menjemputnya , dia kan sedang tidak enak badan...kasihan kalau harus pergi bekerja dengan berjalan kaki.." ucap Tio sambil bersiap siap
Tio langsung menyambar motor nya dan pergi ke rumah Vida
DIKAMAR VIDA >>>>>>>
Masih terlihat wajah sebam Vida
Dia berdiri di depan kaca , melihat bayangan dirinya yang menyedihkan
lihat kah aku...aku yang telah lama setia menunggu , kenapa malah berakhir dengan ketidak pastian seperti ini....Irwan...kau benar benar tega padaku...hiks...
Selang tak berapa lama , terdengar ketukan dari pintu kamar Vida
Tok..tok...
" nak...Vida...ada Tio tu di luar.." ucap Ibu
Karena tidak ada jawaban dari Vida , ibu pun langsung membuka kamar dan masuk
" nak...apa kau sudah sehat ?? Apa hari ini mau berangkat kerja ?? Tio datang berniat mengantar mu..." ucap ibu
" katakan padanya bu..aku tidak mau merepotkannya...suruh dia pulang saja..." ucap Vida
Vida tidak ingin terbiasa dengan perhatian Tio
Vida tidak ingin cerita cinta nya bersama Irwan terulang lagi
rasanya tuh sakitt banget....luka lama saja belum kering...aku nggak mau ada siapa siapa dulu di hatiku...
" baiklah ... ibu akan menyampaikannya pada Tio...kamu mau berangkat kerja atau tidak ?? " tanya Ibu
" iya bu...tapi tidak bersama Tio...aku mau jalan kaki saja seperti biasa..." jawab Vida lirih
Otak dan hati nya benar benar lelah
Membuat Vida tidak mau berfikir apapun
Perasaan yang selama ini di jaga nya...cinta yang selama ini di pupuknya agar tidak mati
Malah dihancurkan oleh sepihak
Ibu keluar dari kamar Vida untuk menemui Tio yang sedari tadi menunggu di teras
" nak Tio...maaf sebelumnya...tapi lebih baik kau pulang saja..." ucap Ibu pelan karena tidak ingin menyinggung hati Tio
" kenapa bu ?? Apa Vida masih sakit ?? " selidik Tio sambil menengok pintu kamar Vida
" tidak..bukan seperti itu...tapi kata Vida...dia ingin sendiri dulu...semoga kau mengerti ya..." ucap ibu pelan
Tio kecewa dengan permintaan ibu
Tapi dia tidak menyerah , Tio pergi dari rumah Vida
Bukan untuk pulang , tetapi dia menunggu Vida di persimpangan jalan , tempat yang selalu di lalui Vida
Sementara itu
Dengan wajah yang masih terlihat sebam dan langkah yang malas , Vida berjalan kaki menuju tempat kerjanya
Tiba tiba...
" Vida...." panggil Tio tiba tiba
Vida kaget bukan kepalang , melihat sosok yang ingin dia jauhi malah ada di depannya
" kamu...kenapa kamu di sini...? " tanya Vida sambil menutupi sebagian wajahnya denga tas
" kau kenapa ?? Kenapa matamu sebam ?? Kau habis nangis ?? " cecar Tio
Vida gelagapan memalingkan wajah nya dari Tio
Dia tidak mau Tio mengetahui tentang keadaannya
" tidakkk...aku tidak apa apa....aku pergi dulu...." ucap Vida sambil meneruskan langkah nya pergi meninggalkan Tio
" Vida tunggu..." panggil Tio sambil menyambar motornya mulai mengikuti Vida
__ADS_1
" kalau kau masih sakit...lebih baik tidak usah masuk kerja dulu..." ucap Tio lagi sambil mengikuti Vida
Vida tidak menjawab apapun
Dia malah mempercepat langkah nya
" Vidaaa.....kau ini kenapa sih...Vid..." bujuk Tio
Vida menghentikan langkah nya
Kali ini dia benar benar sebal
" kau ini yang kenapa ?? Heh ?? Kau bilang tidak suka di jodohkan !! Kau bilang sudah ada wanita yang kau cintai !! kau juga bilang kalau aku hanya temanmu kan ?? Tidak seharusnya teman bersikap berlebih seperti ini!!! Tidak akan ada pertemanan antar wanita dan pria !! Kau tau....itu hanya akan menyakiti salah satu nya...!!! " cecar Vida begitu marah
" mulai saat ini...bersikaplah biasa padaku...jangan berlebihan...aku tidak ingin salah paham padamu " tambahnya sambil berlalu pergi
Air mata nya hampir tumpah lagi
Tapi segera Dia menghapusnya
tidak boleh menangis...tidak boleh....
Sementar Tio terkejut melihat perilaku Vida...ucapan Vida...
Dia sadar , sikap nya pada Vida berlebihan
aku tidak tau kenapa aku begitu tidak rela bila kamu merasa sedih...aku juga tidak tega melihat kamu sakit...padahal jelas jelas aku sendiri yang bilang kalau sudah ada gadis lain di hatiku...
Tio termenung memikirkan ucapan Vida
Dia tidak punya keberanian untuk memaksanya nya lagi...dia hanya mengikuti Vida dari kejauhan , untuk memastikan dia sampai ke tempat kerja dengan selamat .
Hari ini Vida benar benar tidak bisa fokus pada pekerjaannya
Kepalanya agak sedikit pusing , mungkin karena terlalu banyak menangis
Setiap dia teringat nama Irwan , air matanya selalu tumpah
Penyesalan karena telah mengenalnya
Penyesalan karena telah menunggunya
Penyesalan karena dia menjauh tanpa alasan yang tidak jelas
Waktu berlalu terlalu cepat
Hingga tak di sadari telah sore
Saat langkahnya sampai di luar pintu gerbang
Betapa kaget nya dia melihat sosok Tio sudah ada di situ
dasar...orang ini benar benar batu...mau nya apa sih dia ?? Apa kurang jelas perkataanku tadi pagi ??
Vida berjalan kesal sambil pura pura tidak melihat Tio
Menyadari itu , Tio bergegas berlari menghampiri Vida
" Vida tunggu .." ucap Tio sambil meraih tangan Vida
Membuat banyak mata di situ melihat ke arahnya
hal ini dulu yang sering di lakukan Irwan...oh Tuhan nama itu lagi...kenapa tidak bisa hilang dari otaku...
" kau... kenapa ada di sini ?? Ucap Vida sambil melepaskan genggaman tangan Irwan
" aku khawatir padamu...makanya aku menunggumu sejak pagi tadi...tolong jangan seperti ini..." ucap Tio
" kau batu ya...apa kau tidak jelas dengan kata kata ku pagi tadi ?? Aku tidak ingin kau memperhatikan aku ..!!!! Jelas ?? " ucap Vida berpura pura marah , berharap Tio bisa benci pada nya dan menjauh
Tio tidak menghiraukan perkataan Vida
Dia menarik tangan Vida ke kantin sebelah tempat kerja Vida
" ikut aku..." perintahnya sambil menarik tangan Vida
Mau tidak mau Vida menikuti Tio yang sedang menarik tangannya
Mereka lalu duduk di bangku kantin
" aku tidak tau apa masalahmu saat ini ... tapi yang jelas aku tidak mau meninggalkan mu sendiri dalam keadaan begini ?? " ucap Tio sambil menatal mata Vida
" apa kau marah karena aku mengajakmu untuk pergi melihat gadis itu kemarin ?? " tanya Tio
Vida tidak menjawab dia memalingkan wajah nya ke tempat lain
" kalau memang soal itu , aku minta maaf..." ucap Tio
" bukan...bukan soal itu...lagi pula kenapa aku harus marah karena hal itu...itu bukan urusanku..." jawab Vida acuh
" terserah kamu karena apa kau marah...tapi aku mohon ....jangan menghindari aku..." ucap Tio
ya tuhan...kenapa ucapannya juga sama seperti yang selalu di ucapka Irwan dulu ?? Kenapa kau menghukum aku dengan ini ....
__ADS_1
Jujur , sebenarnya Vida merasa nyaman bersama Tio , dia seperti menemukan kekasih hati nya yang telah lama pergi
Tapi Vida juga takut , kalau dia harus sakit hati lagi...
" sekarang kau ikut aku...ini pakai helm nya..." ucap Tio sambil menyerahkan helm pada Vida
Mereka pun berlalu pergi
Sepanjang perjalanan , Vida terhipnotis oleh wangi harum tubuh Tio
Aroma tubuhnya benar benar membuat Vida nyaman
Entah sejak kapan Vida menyukai aroma wangi ini.
Perlahan Tio meraih tangan Vida yang tengah berpegangan pada pinggangnya dan melingkarkannya pada pinggangnya
Vida hanya menurut , karena menurut nya ini masih wajar
mungkin dia melakukan ini karena tidak ingin aku celaka ...jangan baper Vida...jangan...
Setelah cukup jauh berjalan
Tibalah mereka di sebuah bukit yang indah
Tampak tulisan di pintu masuk
BUKIT CINTA
apa sih maksut nya membawa aku kesini ??
" Kenapa kau membawaku ke sini ?? " tanya nya pelan
" ayo turun...nanti akan ku tunjukan sesuatu padamu..kau pasti suka..." jelas Tio
Tio berjalan sambil menggandeng tangan Vida
Menyusuri jalan setapak bukit cinta
Sampai mereka di ujung bukit
" Dari atas sini kota ***** tampak terlihat indah kan ...lihat lah..." ucap Tio
Benar...terlihat cahay lampu yang banyak seperti bintang bintang yang bertebaran
" seperti negri di atas awan ..." gumam Vida tercengah
Tio senang melihat respon Vida yang senang dan tidak sedih lagi
Mereka menikmati keindahan kota **** dari atas bukit cinta
Mereka duduk bersebelahan
Tapi dasar Vida...mungkin karena kemarin malam sibuk menagis sehingga kurang tidur
Kali ini dia malah tertidur , kepalanya tersandar di bahu Tio
Tio yang menyadari itu , sengaja tidak ingin berpindah , dia tidak ingin Vida terusik
Tio melihat wajah polos Vida yang sedang tertidur
Nampak seperti malaikat kecil yang sedang butuh pertolongan
Wajah Tio semaki mendekat dan ....
Tak sengaja bibir mereka bersentuhan ,
Vida kaget dan terbangun dari tidur nya
apa tadi ?? Apa yang dia lakukan ?? Kenapa dia menciumku ?? Sial..kenapa aku bisa kecolongan ...
Dia seperti nya tau apa yang barusan terjadi
Sambil gelagapan Vida berusaha berdiri tapi gagal...dia terhuyun jatuh
Tio yang masih merasa bersalah karena lancang mencium Vida
Langsung menolong Vida
" ehh...aku mau pulang saja...aku mengantuk..." ucap Vida sambil terus berusaha berjalan menjauh
Di sisi lain , Tio merasa bersalah karena sudah mencium Vida tanpa ijin
Mereka lalu pergi , sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam
Dan Vida duduk membonceng tanpa berpegangan pada pinggang Tio
Dia benar benar syok
dasar kurang ajar...bagaimana aku bisa kecolongan seperti ini...Irwan saja belum pernah mencium ku...ciuman pertama khusus untuk suamiku kelak...kenapa malah melewatkannya bersama nya...
Bersambung
😉😉😉😉
__ADS_1