
Hari ini waktunya kembali ke sekolah
Pikiran Vida begitu galau mengingat peristiwa hari sabtu , huh...sungguh memalukan..
[ Apa yang akan terjadi hari ini ?? ]
[ apa Irwan akan marah padaku ?? Bagaiman kalau dia cuekin aku ??? ]
Sambil berjalan Fikiran Vida menerka nerka apa yang akan terjadi setelah nanti sampai di kelas.
Langkah Vida telah sampai di lorong sekolah
Terlihat masih banyak murid yang berlalu lalang karena bel tanda masuk belum berbunyi
Langkah Vida terhenti di depan kelas
Kali ini dia memutuskan untuk tidak langsung masuk ke kelas , Vida bermaksut akan mengintip terlebih dahulu dari balik pintu , tingkahnya yang konyol membuat beberapa siswa yang melihat tertawa aneh..
Vida menjelajah ruang kelas dengan pandangannya , dan tebak...senyum Vida merekah saat melihat sosok yang di cari dan di khawatirkan sudah duduk di bangku milik Dinuk seperti biasanya ,
[ itu berarti dia tidak marah padaku...dan semuanya baik baik saja ] gumam Vida senang
Vida melangkah masuk menuju bangku nya
Vida duduk dengan hati hati...[ huh...tetep jaga jarak dan jaga sikap..]
Vida bersikap seperti biasa agar tidak terlihat seperti tengah berharap dan bahagia [ he..he..he...]
" udah sehat ?? " celoteh Irwan sambil duduk santai menyandarkan kursi nya di tembok
[ cihh...sehat ?? Memang aku sedang sakit ?? ]
gumam Vida sambil berpura pura cuek .
" tugas fisika hari ini udah di kerjakan belum ?? " nanti di hukum lagi lho..." lanjut Irwan mengejek sambil tertawa
Vida hanya mencibir kesal , heran karena Irwan masih saja membahas soal itu.
[ awas kau ya...kali ini aku akan membalasmu ]
Gumam Vida sambil mencibir...
Vida mengeluarkan amplop dari dalam tas nya
" kemarin Yuni ke rumah ku , dan dia menitipkan ini untukmu " sambil menyodorkan sebuah amplop yang berisi surat , yang memang sengaja di buat oleh Vida atas nama Yuni
Karena jujur sampai saat ini Vida pun masih penasaran kenapa Irwan menolak Yuni dan kenapa juga Yuni masih mengejar Irwan..sebenarnya bagaimana sih hubungan mereka ??? Vida terus berusaha untuk mencari tau , berharap dengan tipuan surat palsu ini akan membuat Irwan bercerita atau mengatakan sesuatu hal padanya.
" kau ini jangan main main ya padaku..." tegas Irwan sambil menujuk jari telunjuknya ke kening Vida
" hei..aku nggak bercanda..ini serius dari Yuni..kau ini kenapa sih...terima suratnya saja nggak mau !!! " pekik Vida " kasihan tau..." lanjut Vida sambil pura pura melirik Yuni supaya sedikit meyakinkan.
Irwan mengambil surat itu dengan wajah kesal lalu dia berdiri mengambil tas nya dan pindah ke bangkunya semula.
Dinuk yang tengah menikmati tempat duduknya bersama Topik kaget ketika tiba tiba Irwan menyuruhnya untuk pindah.
" di tunggu balasnnya nanti pas jam istirahat ya..." ucap Vida sambil menoleh ke belakang ke arah Irwan
Irwan tidak menjawab apapun , dia juga tidak terlihat membuka atau membaca suratnya...
__ADS_1
" huh...di simpan kemana sih surat itu tadi...sepertinya dia tidak membacanya ...sepertinya dia marah " gumam Vida resah
Bel sekolah berbunyi dua kali tanda waktu istirahat
Vida benar benar penasaran , apakah Irwan akan membalas surat itu atau tidak ...
Mata Vida berkeliling mencari Irwan...tapi dia tidak menemukan
" vid..." panggil salah satu teman Irwan.
" nih...aku disuruh menyampaikan surat ini padamu " kata tema Irwan sambil menyodorkan sebuah amplop berisi surat.
" eh..iya...makasih ya..." balas Vida sambil menerima surat nya.
[ asik...akhirnya waktu yang di tunggu tunggu datang juga...akhirnya Irwan membalas surat palsuku tadi..]
Wajah Vida sangat girang tak sabar ingin membuka surat itu
Tapi tiba tiba muncul ide lain di otaknya...
" ehh...bagaiman kalau surat ini aku kasihkan ke Yuni aja...dia pasti senang karena mendapat surat dari Irwan...kalau mereka jadian berarti kan tugasku selesai.." gumam Vida
[ entahlah...walaupun nantinya aku akan merasa sakit karena melihat mereka bersama...tapi ini kan memang yang sudah seharusnya terjadi..oh tuhan..kuatkan aku...]
Vida bergegas mencari Yuni ke tempat biasanya Yuni dan teman teman nya berkumpul
" sstt...sstt...yun..yun.." panggil Vida berbisik
Yuni yang mendengar pun menoleh ke arah suara yang memanggilnya
" sini..." lanjut Vida sambil melambaikan tangan.
Melihat gelagat Vida yang aneh...Yuni bergegas menghampiri Vida
" ini...." jawab Vida sambil menyodorkan surat dari Irwan
" apa ini ??? " tanya Yuni lagi
" surat dari Irwan..." jawab Vida tersenyum
Wajah Yuni terlihat senang sekali melihat apa yang di harap harapkannya terjadi.
" ayo kita buka sama sama " sambil menggandeng tangan Vida
[ huh...kenapa aku harus ikut membaca nya..bagaimana kalau nanti aku pingsan karena aku harus tau tentang isinya ]
" eh..serius aku boleh ikut membacanya " tanya Vida ragu
" iyalah...kamu kan makcomblangnya..makasih ya..." sahut Yuni
Tangan Yuni mulai membuka lem yang melekat di amplop itu...perlahan mengeluarkan kertas di dalamnya...
[ Yuni yang buka amplopnya , kenapa tanganku yang gemetar sih...] gumam Vida dalam hati.
Yuni mulai membuka kertas surat itu
Sedikit demi sedikit sudah terlihat tulisan di dalamya...mata Vida agak terpejam seakan tidak mau ikut membaca nya karena takut akan sakit hati
" eh...apa ini Vid...ini kan surat iji tidak masuk..." tukas Yuni kaget bercampur kesal karena merasa di bohongi...
__ADS_1
" whattt...surat ijin....!! " sahut Vida yang tak kalah kaget
" masak sih..." sahut Vida sambil berusaha meraih surat yang di baca Yuni
" oh tuhannn....dia memang sudah gila ya...dia sengaja mengerjaiku..." gumam Vida menahan malu sekaligus sebal
" maaf ya Yun...aku benar benar tidak bermaksut mempermainkanmu..." Vida gemetar merasa bersalah
" nih..." ucap Yuni ketus sambil menyerahkan surat itu pada Vida dan berlalu pergi dengan wajah kesal
[ Huh...awas kau ya.... ]
Umpat Vida sambil terus berjalan mencari Irwan
[ dia pasti sengaja sembunyi dan sekarang dia pasti sedang tertawa karena berhasil mengerjaiku ]
Sepanjang jam istirahat dia gunakan untuk mencari sosok yang telah mempermainkannya..tapi hasil nya zonkk...Vida tidak menemukan Irwan.
Bel sekolah kembali berbunyi tanda waktu istirahat telah selesai
" huh..sebentar lagi dia pasti datang...awas kau ya..." kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu..."
Mulut vida tidak berhenti mengomel...dia begitu sebal Vida merasa tidak enak hati dengan Yuni...
Benar saja terlihat Irwan datang bersama teman teman nya sambil bergelak tawa...
" cihh...dia pasti sedang menertawakanku..."
Irwan melirik Vida saat sampai di bangku nya..
Brakkk...." apa sih maksutmu heh...?? " ketus Vida marah sambil meletakan surat ijin itu di meja hadapan Irwan
" kau sengaja ya mau membuat ku malu dan di benci teman teman ku karena mereka menganggapku telah mempermainkan Yuni ..." cecar Vida mengomel
Irwan hanya senyum melihat Vida yang terus menerua mengomel sambil memindah tas nya untuk berganti tempat duduk dengan Dinuk .
" kenapa ... kau sudah menyerah sekarang...? " tanya Irwan lembut sambil duduk di sebelah Vida
Karena emosi Vida hampir saja meneteskan air mata..namun terbendung hanya mata nya yang terlihat merah karena menahan tangis.
Melihat wajah Vida yang hampir menangis , Irwan jadi tidak tega " dengarkan aku..." kata Irwan lembut dan pelan " jangan pernah mencomblangi aku dengan Yuni lagi...kau paham...? "
" kenapa ?? " balas Vida serak
" dengarkan aku...kalau aku memang suka sama Yuni aku pasti sudah jadian dengannya setahun yang lalu saat dia menyatakan rasa sukanya padaku.."
" lalu apa alasanmu menolaknya...dia kan cantik , pintar...kurang apalagi ?" kata Vida serak menahan emosi dan tangis
" aku tidak merasa nyaman dengannya...kau tau ?? Banyak sekali yang suka dengan ku...tapi aku tidak mau..karena aku tidak nyaman...sekalipun mereka cantik dan pintar , kalau aku tidak merasa nyaman bersama mereka " tetar Irwan
" aku nyaman bersamamu...terserah mereka mau mengejek ku karena lebih memilih dekat dengan mu..." ucap Irwan lirih...." jadi tolong...berhenti mencomblangi aku dengan Yuni " lanjut nya.
Ucapan Irwan benar benar membuat bendunga di mata Vida pecah dan menetes ke pipi
Entah senang atau bagaiamana...Vida tidak tau perasaannya...jujur..Vida pun sebenarnya merasa nyaman berada di dekat Irwan
Dia begitu perhatian dan baik...dia selalu mengingatkan tentang tugas , selalu menasehati , bahkan kadang Irwan siap mencatatkan tugas catatan Vida saat Vida mulai malas mencatat.
Vida seperti menemukan kakak dan sahabat yang sangat sayang padanya.
__ADS_1
" aku berjanji...tidak akan mencomblangi mu lagi dengan Yuni..." janji Vida dalam hati.
Bersambung....😉😉😉