Sahabat Rasa Pacar

Sahabat Rasa Pacar
menjemput paksa


__ADS_3

Seperti biasa , pagi ini Vida tengah bersiap siap untuk pergi bekerja


semangat...semangat...!!!


Vida mulai perjalanannya menuju tempat kerja


Tapi kali ini , dia memilih untuk berputar tidak melewati jalan biasanya...yah...untuk apa lagi kalau bukan untuk menghindari Tio


" mulai sekarang aku harus menjaga jarak dengannya , tak peduli tentang perjodohan, luka yang dulu saja belum kering..mau di sayat lagi..."


Gumam Vida sambil terus berjalan


Sementara itu di teras rumah Tio


Tio tengah mondar mandir seperti tengah menunggu seseorang


" sudah jam segini kenapa Vida belum lewat juga..." ucap Tio gelisah sambil melihat jam tangannya


Entah sejak kapan , Tio mulai nyaman berteman dengan Vida


Walau tak bisa di pungkiri hati nya masih mencintai gadis lain


" apa mungkin sudah lewat ?? " tanya nya sendiri


" aku susul saja deh...barangkali dia sudah berangkat..." ucapnya


Tio langsung bergegas mengambil kunci motornya dan berlalu pergi


Dia melajukan motornya pelan seraya matanya menyapu setiap jalan


Tetapi sayang...dia tidak menemukan Vida


Melihat usahanya tidak berhasil


Tio pun bergegas pergi ke tempat kerja Vida


Dia menunggu di depan pintu masuk


Hampir 10 menit dia menunggu


Dari jauh terlihat sosok yang sedang dia tunggu datang dari arah yang tidak biasanya


" Vidaa...." panggilnya


" ehh...siapa yang memanggilku ?? " ucap Vida sambil mencari arah suara itu

__ADS_1


" hahhh...Tio...mau apa dia di sini...aku sudah capek capek berjalan berputar arah lebih jauh demi menghindarinya , dia malah sudah nongkrong di situ..."


Gumam Vida lemas


Vida masih mencoba menghindar dengan bersembunyi di tengah keramaian karyawan pabrik lainnya


Tapi usahanya sia sia


" ee..eehhhh...." pekik Vida karena kaget ada yang menarik tanggannya


" eh...kau disini ?? Sejak kapan ?? Apa..kau juga kerja di sini ?? " tanya Vida berpura pura


" aku menunggumu dari tadi...jam berapa kau berangkat ?? Aku koq nggak liat kamu lewat depan rumahku ?? Heeh...? " cecar Tio


" aku lewat depan rumahmu koq...kau saja yang tidak tau ..." ucap Vida lagi berbohong


" masa sich...?? " jawab Tio


" o iya....nanti kau pulang jam berapa ?? Aku jemput ya..." ucap Tio


" ehh..tidak usah...tidak usah repot repot..." sahut Vida menghindar


" kenapa ?? Kau marah padaku karena kemarin ?? " tanya Tio


" tidakk...kenapa aku harus marah padamu ?? " ucap Vida


" kalau kau tidak marah...nanti sore aku jemput...oke..ingatt...jangan menghindar lagi...kau kan teman ku...jadi bersikap baik pada seorang teman tidak salah kan ?? "


Terang Tio sambil memegang pundak Vida


memang tidak salah..tapi hatiku yang salah...selalu baper dan salah paham


Vida hanya diam sambil melihat kepergian Tio


Dia benar benar bingung , bagaimana harus menghindari nya ...


huh ..ini semua karena acara perjodohan ibu...


Jam menunjukan pukul 4 sore


Waktunya seluruh karyawan beristirahat dan pulang


Tampak ramai sekali di pintu keluar


Tetapi Vida memilih untuk diam sebentar di dalam gedung sambil menunggu para karyawan lainnya keluar

__ADS_1


Berharap Tio akan bosan menunggu dan pergi


maaf kan aku...tapi memang beginilah seharusnya...


Setelah beberapa menit


Vida pun keluar , dengan langkah hati hati dia berjalan


Berharap tidak ada yang sedang menunggunya


" kau ini lelet sekali sih..."


Suara itu benar benar mengkagetkan Vida


" Tio...kau masih di sini ?? " ucap Vida pelan


" iya..kenapa ?? Kau sengaja kan keluar terakhir supaya aku lama menunggu terus pulang ?? "


Ucap Tio


" kau kenapa sih Vid ?? Memang apa salahku ?? Hehh ?? " ucap Tio lagi sambil menatap Vida


" akuu...." belum selesai Vida bicara , tangannya sudah di sambar oleh Tio


" sudah jangan bicara lagi...ayo naik...!! " perintah Tio


Mau tidak mau , Vida pun mengikuti perintah Tio


Sepanjang perjalanan mereka hanya diam


Tio melajukan motornya agak kencang , membuat tubuh Vida seperti akan jatuh tertiup angin


Karena reflek...Vida pun menggenggam pinggang Tio untuk berpegangan


Tio yang menyadari itu langsung reflek menarik tangan Vida untuk di lingkarkan ke pinggang nya


" kalau takut jatuh..pegangan yang erat..." ucap Tio sambil tersenyum


Hati Vida benar benar di buat berdebar oleh nya


Aroma wangi tubuh Tio sungguh sangat lekat


tahan Vida...tahan perasaanmu...jangan sampai terluka untuk kedua kalinya


Bersambung

__ADS_1


😉😉😉


__ADS_2