
Hari hari Vida penuh dengan pelangi dan bunga bunga lebay sedikit nggak pa pa ya....he..he..
entah kenapa setelah kejadian itu Vida merasa sangat lega
Lega karena dia sudah tahu alasan Irwan menolak Yuni dan lega karena dia sudah bebas dari tugasnya sebagai makcomblang
Vida seperti mendapat energi baru untuk semangat ke sekolah
Irwan , laki laki berbahu lebar dan berwajah kotak
Laki laki yang selalu tersenyum meski harus mendengarkan omelannya
Bangku Dinuk sudah menjadi hak milik Irwan
Sejak kejadian surat palsu itu Irwan dan Vida semakin akrab , Vida sudah tidak mau lagi menjadi makcomblang ..
Karena baginya terlalu beresiko..
Vida membiarkan semua berjalan apa adanya
" Hari ini ada pelajaran Fisika ya..." gumam Vida sambil memeriksa buku di tas nya
Tak lama kemudian datang kabar dari guru bp kalau pak guru fisika tidak masuk karena ada urusan dan beliau menitipkan tugas untuk di catat hari ini .
" anak anak hari ini pak T***** tidak masuk
Beliau berpesan agar tugas ini di catat hari ini juga " kata guru bp menyampaikan pesan dari guru fisika
" tuh kan bener...mencatat lagi..." gumam Vida sambil merebahkan dada dan kepalanya lemas di meja .
" kamu ini...anak perempuan koq males banget sih..." kata Irwan sambil menunjuk kepala Vida dengan jari telunjuknya
" heemmm....terserah kamu lah..." bantah Vida cuek
" mana buku fisika mu ??? Bawa sini..." ucap Irwan
Vida menuruti perintah Irwan dan segera memberikan buku catatan fisika nya pada Irwan
" nih..kamu ambil buku ku..." ucap Irwan menukar buku nya dengan buku Vida
" huhh...untuk apa ??? " tanya Vida tidak mengerti rencana Irwan
" aku akan mencatatkan tugas fisika di bukumu... sementara aku mencatat , kamu bawa buku ku dan berpura pura lah mencatat supaya tidak terlihat mencurigakan " tetar Irwan menjelaskan
" oo...begitu ya..." ucap Vida dengan senyum merekah senang.
Dinuk , Anik dan Aprilia yang mendengar itu langsung melontarkan protes
" heii...itu curang namanya...mana boleh sepertu itu..." kata mereka
" Irwan aku juga mau dong di catatkan..." tambah Dinuk bergelak
" kalian kenapa sih...kaliankan punya tangan..kenapa kalian tidak menggunakan tangan kalian ..heehh..??? " ketus Irwan
cihh...aku kan juga punya tangan sendiri , kenapa kamu juga mau mencatat kan tugasku..hi..hi..hi..
Vida memasang wajah serius sambil memegang pena , sesekali matanya juga ikut melihat papan tulis lalu menunduk pura pura menulis
__ADS_1
Tak luput sesekali dia merebahkan dada dan kepalanya menoleh ke Irwan terkesima
Membuat Irwan yang sedang serius menulis menjadi salah tingkah
" kau ini kenapa memandangku seperti itu...
Sudah kembali fokus ke buku..ntar malah ketahuan kalau kamu tidak mengerjakan.."
Ucap Irwan sambil menapakan tangannya ke wajah Vida
Bel sekolah berbunyi..tanda pelajaran fisika berakhir dan waktunya istirahat
" akhirnya selesai..." hela Irwan
" vida..." panggil Irwan
" eh..iya..apa ???" Jawab Vida
" buku mu aku bawa pulang ya...mau aku salin nanti di buku ku..." ucap Irwan
" o..iya...bawa aja..." jawab Vida " makasih ya..." tambahnya
Waktu istirahat adalah waktu yang paling di tunggu tunggu oleh semua murid
Mereka memanfaatkan waktu yang hanya 30 menit itu dengan melepas penat setelah mengerjakan tugas tugas sekolah
Ada yang nongkrong di kantin , ada yang caper dengan gebetan , ada yang berdandan ada pula yang bergosip..yah maklum lah...masa putih abu abu
Tapi tidak dengan Vida , setelah bel istirahat berbunyi dia merapikan bukunya dan bergegas ke kantin membeli makanan dan minuman secukupnya lalu kembali ke kelas
Seperti biasanya dia habiskan waktu istirahat dengan membaca novel yang memang sengaja dia bawa dari rumah sambil ngemil cantik...
Vida berbeda dengan kebanyakan teman wanita nya...
Dia tidak suka dandan
Tidak suka caper caper genit..
Dia wanita sederhana yang lugu
Ruang kelas terlihat senggang...hanya ada 3 anak yang masih di ruang kelas , salah satunya Vida
Karena Sedang asyik membaca novel nya , Vida tidak menyadari kalau Irwan sudah duduk di bangku depannya dengan posisi terbalik menghadap Vida
" kamu ini kecil kecil makanmu banyak juga ya..." ejek Irwan mengagetkan Vida
" eh..nggak koq...ini bungkus makanan dia tuh..." elak Vida sambil menunjuk siswa lain yang kebetulan lewat
" heeh...dasar tukang ngeless..." jawab Irwan
Vida tidak begitu menggubris Irwan , dia benar benar tengah asyik membaca novel nya...
" kau ini tidak sopan ya...aku kan di depanmu tapi kau malah terus membaca..." ketus Irwan jengkel dan menarik buku novel dari tangan Vida
" huh..kau ini kenapa...itu ceritanya lagi seru..tanggung tau..." gumam Vida sambil berusaha mengambil novel nya dari tangan Irwan
Tapi usahanya tak berhasil , Irwan menarik tangan Vida sehingga membuat Vida kembali duduk di tempatnya
__ADS_1
Dan sekarang posisi mereka tengah berhadapan
" dengarkan aku...apa kau tidak ingin tau kenapa aku suka berteman dengan mu ?? "
Ucap Irwan
tentu saja tau...karena aku bodohkan ?? Jadi kamu bisa seenak nya padaku
" hemmm..." jawab Vida cuek karena masih sebal pada Irwan karena mengambil novelnya
" kamu ini sederhana dan nggak aneh aneh..."
" aku merasa nyaman dekat dengan mu..."
Jelas Irwan
Irwan bercerita banyak sekali tentang hidupnya ,
" kamu tau...kakak ku adalah seorang polisi , dan dia mengharuskan agar aku bisa mengikuti jejaknya..." cerita Irwan
Vida merebahkan dada dan kepalanya di meja
Dia benar benar bisa menjadi pendengar yang baik
" tapi aku tidak suka di atur atur seperti itu..." lanjut Irwan
" kakak ku berpesan selama dia bertugas aku harus menjaga ibu dan ayah ku ...tapi yang paling tidak aku sukai adalah..." Irwan berhenti sejenak
" dia berpesan padaku supaya aku tidak menjalin hubungan denga wanita yang tak seiman..." ucap Irwan lirih
Bagi Vida Kalimat terakhir Irwan bagai petir di siang bolong
Sudah sangat jelas kalau Vida tidak boleh berharap lebih pada Irwan
Vida menegak kan badannya ke kursi
" kalau begitu kau harus menuruti amanah kakakmu..." jawab Vida sambil tersenyum sakit
Irwan menatap Vida dalam sekali...seakan ingin sekali mengucapkan sesuatu...tapi tak ada keberanian
Mereka saling menatap dan hening beberapa saat
Kriiinggg.....
Bel sekolah membuyarkan tatapan mereka
Tubuh Vida gemetar tak karuan menahan rasa khawatir
Khawatir akan perasaanya yang sudah dalam sekali pada Irwan
Tapi kenyataannya tidak akan dapat di satukan karena perbedaan keyakinan.
Bersambung......
Nb : jangan lupa like dan koment ya...
Supaya lebih semangat nulisnya...
__ADS_1
😉😉😉😉