
Vida tengah bersiap siap , hari ini adalah hari yang sudah dia janjikan untuk bertemu Irwan .
Lebih tepatnya bertemu dengan bos pemilik toko plastik untuk pengantaran barang .
" Huhh...,aku gugup sekali " Ucap nya di depan cermin
" o iya , aku harus memberitahu Tio dulu supaya dia tidak menjemputku " ucap Vida sambil meraih hp nya
Aku sudah berangkat, kau tidak usah menjemputku
kling..., pesan terkirim
" Ada apa dengan Vida ? akhir akhir ini dia tidak mau aku jemput , apa dia berusaha menghindariku ? " Ucap Tio
sementara itu , Vida tengah menuju sebuah tempat rumah katering palsu yang sudah dia janjikan pada Irwan , yang sebenarnya adalah sebuah taman
setelah beberapa menit perjalanan , akhirnya Vida sampai di lokasi tersebut
Vida celingukan seperti tengah mencari seseorang
" ah..., baguslah kalau dia belum datang !! " ucap Vida
aku akan sembunyi dulu di sini , kalau sampai dia melihatku lebih dulu ...,pasti dia akan menghindar
Vida sengaja duduk di tempat lain , bukan tempat yang sudah mereka sepakati sebelumnya
Tak berapa lama , sebuah mobil box datang dan berhenti tidak jauh dari lokasi
Tling..., ada pesan masuk dari Irwan
bu nur , rumah ibu sebelah mana ? ini saya sudah sampai di taman **** "
mengetahui ini , Vida lalu membalas pesan Irwan
iya sebentar , anda tunggu saja di situ, sebentar lagi saya akan ke sana
Tling..., pesan terkirim
" Oh Tuhan , bagaimana ini ?? apa yang akan ku katakan pada Irwan " pekik Vida gemetar
bahkan tanganku dingin sekali , jantungku benar benar mau copot
tak berapa lama , Vida pun sampai di lokasi tempat Irwan menunggu
Vida melihat sosok berdada bidang berwajah manis , masih sama seperti sosok yang dia kenal dulu
Dia tidak berubah sama sekali...
Perlahan Vida mendekati Irwan
" Hai ..., " sapa Vida pelan
Irwan menoleh ke arah suara itu , dan dia benar benar terkejut melihat sosok gadis yang dulu pernah dia janjikan untuk menunggunya
" Vida ?? kau ...," kali ini Irwan yang di buat gugup
" Kenapa kau disini ? " Tanya Irwan
Hati Vida berdegup kencang , karena gemetar dia meremas tangannya sendiri
" Aku sedang ada janji dengan pemilik toko **** disini " Ucap Vida sambil menyerahkan kartu nama yang dia dapat dari pegawai toko
Irwan menerima kartu itu ,
__ADS_1
ini pasti akal akalan Vida untuk menemuiku
" Apa maksut mu dengan semua ini ? " ucap Irwan sambil membelakangi Vida , jujur dia tidak sanggup jika harus menatap Vida
" Aku mau menjelaskan sesuatu padamu " Ucap Vida lirih
" Tidak perlu !! aku sudah tau semuanya , tidak ada yang perlu di jelaskan lagi " Cecar Irwan
Irwan membalikan badannya , memberanikan diri untuk menatap sosok gadis yang dulu sempat di sayanginya
" Lagi pula untuk apa ? heh !! kau sudah menikah kan ? mana suamimu ?? kenapa dia tidak ikut bersamamu ?? " Desak Irwan sambil menatap Vida dengan tajam
Vida tak bergeming sedikitpun , dia ingin sekali melihat arti tatapan Irwan padanya
Apakah tatapannya masih seperti dulu ???
seperti Irwan yang dia kenal dulu ??
Vida menahan hati nya
Matanya memerah menahan air mata
aku tidak akan menyerah begitu saja , aku ingin lihat bagaimana kau menatapku
" Aku datang sendiri tanpa suami , kenapa ?? lagi pula , untuk apa aku datang dengan seorang suami ! sedangkan aku belum menikah !! " Ucap Vida tegas
Irwan yang mendengar itu hanya tersenyum sinis
" Kau tidak usah menutupi nya dari ku , aku sudah tau semuanya !! kau benar benar mempermainkanku !! " Ucap Irwan kesal
" Hehh..., apa saja yang kau dengar dari Nining ?? heh?? kau bahkan lebih percaya Nining dari pada aku !! " Ketus Vida tidak bisa menahan amarahnya
" Kau pacaran kan dengan Nining !!?? " Pekik Vida
Dia bingung dengan yang terjadi
sebenarnya siapa yang berbohong ??
Irwan duduk di bangku taman ,
dia mendekati Vida yang sedanv duduk di situ
" Aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi , tapi sebenarnya aku tidak ingin membuatmu sakit hati " Ucap Irwan lirih
Vida menghela nafas panjang
dia ingat kembali apa tujuannya ingin bertemu dengan Irwan saat ini
" Sudah lah ..., semua sudah terlambat " Ucap Vida sambil menahan air matanya
" Semenjak kau menyuruhku untuk menunggumu , sejak saat itu aku dengan sabar menunggumu " Vida mulai bercerita
" Hampir 3 tahun lamanya , tapi tak pernah ku dengar kabar dari mu , aku menutup rapat hati dan pikiranku untuk orang lain demi menunggumu ..., tapi apa yang kudengar ?? kau berpacaran dengan Nining " Lanjut Vida sambil menunduk tak kuasa menahan air matanya
" Jadi kau belum menikah ?? " Tanya Irwan
" Dasar bodoh !! kalau aku sudah menikah .., aku tidak akan menemuimu saat ini !! " pekik
Vida tak kuasa menahan amarahnya
oh Tuhan maafkan aku..., aku nggak bisa menahan air mata ini
Kali ini Vida berdiri dan berjalan menjauh dari Irwan
__ADS_1
Dia tidak ingin Irwan melihatnya menangis
ini sangat memalukan...
Irwan yang sangat terkejut mendengar penjelasan Vida , masih duduk termenung
sekarang dia menyadari kebodohannya karena begitu saja percaya pada Nining
dan melukai gadis yang dia sayangi
Irwan berjalan mendekati Vida
tangannya meraih tangan Vida
" Aku minta maaf ..., " Hanya itu yang mampu Irwan katakan
Dia tau , penyesalannya tidak akan berguna lagi
Tidak akan bisa membawanya kembali pada Vida
" Sudah lah ..., aku memaafkanmu " Ucap Vida sambil melepaskan genggaman Irwan
" Sekarang kau sudah mempunyai kehidupan baru kan ?? ku doa kan semoga keluarga kalian bahagia " Ucap Vida sambil berlalu pergi meninggalkan Irwan
Sebenarnya Irwan tidak rela membiarkan Vida pergi
Dia masih ingin melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu
Tapi Irwan tau kalau dia tidak punya alasan untuk menahannya
kalau aku kembali pada nya , akan tidak adil bagi istri dan anaku
jujur aku masih menyayangimu Vida
Vida kembali kerumah dengan tubuh yang lunglai
dia seperti telah kehilangan banyak tenaga
pikiran ya pun seperti kosong
bagaikan memory yang di reset secara paksa
di lihatnya ponsel yang sejak tadi berdering
ada lima kali panggilan tak terjawab dari Tio
maaf kan aku...
Setelah sampai di rumah
Vida melihat sosok laki laki sedang duduk di teras rumahnya
Vida tau siapa dia ,, Vida hafal dari motor yang terparkir di depan rumahnya
" Vida..., kau dari mana saja ?? dari tadi aku telfon tapi tidak di angkat !! " Cecar Tio
" Aku ke tempat kerjamu kau juga tidak ada !! kau kemana sih ?? " Tambah Tio mengintograsi Vida
" Maaf ya..., tapi hari ini aku sedang tidak enak badan , kau pulang saja " Ucap Vida sambil berlalu masuk ke kamarnya
sama sekali tidak menghiraukan Tio .
Vida aku tau hari ini kau bertemu siapa ?? tetapi kenapa kau bohong padaku ?? apa aku sama sekali tidak berarti bagimu ??
__ADS_1