Sahabat Rasa Pacar

Sahabat Rasa Pacar
Sakit


__ADS_3

Sampai hari ini Vida masih bingung dengan permintaan ibu nya


Hatinya benar benar rapuh dan otaknya menjadi heng karena nya


Bahkan hanya karena untuk menghindari pembicaraan dengan ibunya , Vida memilih untuk menghindari ibunya


Vida sengaja membuat dirinya menjadi sibuk


Bahkan beberapa hari ini Vida mengambil lembur sampai jam 9 malam


huh...kalau bukan untuk menghindari pembicaraan dengan ibu...aku tidak akan lembur seperti ini setiap hari...memangnya aku tidak capek ?? Oh...tuhan kenapa hidup ku selalu penuh dengan ujian...


Keputusannya mengambil lembur tiap hari , membuat nya jatuh sakit


"aduhhh...kepalaku terasa pusing sekali...dan badanku lemas..."


Ucap Vida di dalam kamarnya


Ibu Vida yang khawatir karena Vida tidak kunjung keluar kamar , berinisiatif untuk melihat keadaannya


Tok...tok...tok....


" Vida...kau tidak apa apa ?? Sudah jam segini tapi kamu belum berangkat .. Vida....ibu masuk ya..." tanya Ibu sambil membuka pintu kamar Vida


Ibu benar benar kaget melihat Vida yang masih meringkuk di dalam selimut


Karena merasa khawatir Ibu Vida bergegas menghampiri anaknya .


" kau kenapa nak ?? Kau sakit ?? " tanya ibu sambil memeriksa kening anak nya


" ya ampun...kau demam..." seru ibu panik


" ibu keluar sebentar carikan obat untuk mu ya...kau jangan kemana mana...tunggu di sini ya..." ucap ibu lagi


Vida sama sekali tidak menjawab ucapan ibunya


Badannya lemas bahkan untuk berbicara saja tidak mampu


Ibu Vida bergegegas pergi ke apotek untuk membeli obat


Langkah nya terlihat sangat tergesa gesa


Setelah mendapatkan obat Ibu dengan cepat kembali ke rumah


" nak...ini ibu belikan obat , kau minum ya...tapi sebelumnya kau harus sarapan dulu...sini ibu suapain..." ucap ibu penuh perhatian

__ADS_1


" ibu...." ucap Vida lirih


" jangan jodohkan aku ya...jangan suruh aku menikah....ya...bu...kumohon...." rengek Vida


Ibu terkejut mendengar ucapan Vida


nak..kau sakit karena terlalu memikirkan hal ini..maaf kan ibu ya nak...


Ibu tidak menjawab pertanyaan Vida , ibu terus menyuapi Vida


" ibu...." rengek Vida lagi sambil menutup mulut nya dengan tangan menolak suapan ibu


Ibu menatap Vida dengan lembut


" kau ini kan sedang sakit...sebaiknya tidak perlu membahas ini dulu ya..."


Ucap ibu lirih


" ibu...aku serius..." rengek Vida lagi


" kau ini sakit karena terlalu memikirkan itu kan ?? Kenapa sih kamu menyiksa dirimu sendiri..." ucap ibu sambil mengusap rambut Vida


" ibu...apa aku harus mati dulu supaya ibu mengabulkan permintaanku...hiks..." tangis Vida


" kau ini dasar ya... memangnya ada yang mau menikah dengan orang mati ?? " ucap ibu gemas


" habis ibu begitu padaku...aku kan juga ingin menikmati masa muda ku...aku nggak ingin menjadi tua terlalu cepaaatt....hiks...." Vida benar benar histeris membayangkan dia harus menikah muda dan punya anak , harus menjadi emak emak sebelum waktunya


Ibu yang mendengar malah tertawa geli


" kau ini kenapa sih...kamu berfikir terlalu jauh nak...." ucap ibu sambil menahan tawa


" kenapa ibu menertawakanku ?? Bukankah apa yang aku ucapkan ini benar ?? " ucap Vida


" dengar...kami orang tua juga tidak akan segegabah itu ... meskipun kami mau menjodohkan kalian... tapi kami masih punya kebijaksanaan " ucap ibu


" apa maksudnya ?? " tanya Vida


" kami memang akan menjodohkan kalian... kami ingin kalian menikah... tapi sebelumnya kami akan memberikan kesempatan pada kalian untuk saling mengenal dulu...saling akrab dulu...tidak bertemu langsung menikah..." ucap ibu sambil tertawa


" eemmm...seperti itu...." gumam Vida


" bagaimana ?? Kau mau ?? " Tanya ibu


hee...

__ADS_1


" aku tidak tau... bagaimana aku bisa bersama orang yang bahkan namanya saja aku tidak tau..." jawab Vida


" baik....ibu akan menceritakan sedikit tentang dirinya..." jawab ibu


" dia pria yang baik... dari keluarga yang baik pula...meskipun dia agak dingin , tapi sebenarnya dia itu pria yang berhati lembut " ibu mulai bercerita


" tetapi satu hal... " ibu berhenti bercerita


" dia berbeda keyakinan dengan kita...." lanjut ibu berhati hati


" beda keyakinan ?? Lalu .. kenapa ibu menjodohkan aku dengan nya ?? " ucap Vida


huh...kalau memang harus sama sama dengan orang yang berbeda keyakinan..kenapa tidak berjodoh dengan Irwan saja...Irwannnn....kapan kau datang...


" kadang demi kebaikan , harus ada yang dikorbankan " ucap ibu sambil menatap Vida lembut


maksut ibu aku yang harus di korbankan


" semua keyakinan itu baik .. kalau kelak kau nyaman bersama nya , kau mau kan ikut keyakinan nya ?? " tanya ibu


Vida tidak menjawab


Semua ini terdengar begitu rumit


Membuat kepalanya semakin sakit


" aku tidak tahu bu...aduh..kepalaku jadi semakin sakit..." keluh Vida sambil memegang kepalanya


" e..eh...kau tidak apa apa ?? Ya sudah..tidak usah di fikirkan...kau istirahat saja..." ucap ibu sambil membantu Vida berbaring


Penatian.....


Menunggu....


Perjodohan ....


Hubungan yang rumit ....


oh tuhan....apa memang harus seperti ini....


" besok dia akan datang menemui mu... beristirahatlah...semoga kau lekas sembuh ya... " ucap ibu lagi sambil melangkah pergi meninggalkan Vida


Bersambung....


😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2