Sahabat Rasa Pacar

Sahabat Rasa Pacar
maaf


__ADS_3

SAHABAT BUKAN PACAR


#MAAF


Semua kejadian yang terjadi sungguh di luar dugaan Vida , awal pertama kali Vida bertemu Irwan dengan jalan sebuah tragedi pelemparan kapur hingga dia harus menjadi makcomblang dan sekarang dia harus rela menjauhi Irwan di saat perasaannya mulai nyaman dan sayang ... kenapa dia harus menjauhi Irwan.


[ untuk pertama kalinya aku jatuh cinta...dan pertama kalinya aku patah hati ]


[ Merelakan orang yang kusayangi...ya...rasa rasanya itu cocok sekali menjadi judul kisah asmaraku saat ini ...]


Vida terus bergumam sendiri...dia benar benar tidak tahu harus berbuat apa...


Kalau dia bertahan memperjuangkan hubungan nya dengan Irwan kendala datang dari kakaknya yang tidak merestui karena perbedaan keyakinan


Kalau dia menjauh tanpa alasan , Irwan pasti akan membenciku...


" oh tuhann....bagaimana ini ??? Kenapa harus serumit ini ??? "


Hari ini Irwan masih tidak masuk sekolah


Kata Topik demamnya naik turun jelas seperti gejala tyipus


Padahal waktu menuju ulangan tengah semester tinggal hari ini


" semoga kamu lekas sembuh sahabat ku...aku rindu..." desah Vida dalam lamunannya


Hari ini guru akan menempelkan pengumuman tentang ruang kelas yang harus di tempati selama ulangan berlangsung


Satu kelas hanya terdiri dari tujuh orang saja


Bel sekolah berbunyi tanda jam istirahat


Vida yang penasaran langsung melihat papan pengumuman berharap dia akan satu kelas dengan Irwan

__ADS_1


" hah ??? " ucap Vida sambil melotot melihat tulisan di papan pengumuman


Vida tampak lemas dan tidak bergairah karena melihat kelas nya dan Irwan terpisah


Vida kembali memperjelas penglihatannya..ingin tahu siapa saja yang akan sekelas dengan Irwan


Mata Vida melekat pada sebuah nama " Yuni...??"


Gumam Vida tak percaya


" kenapa semua seperti takdir...di saat hubungan ku dengannya sedang bermasalah ..kenapa malah kita terpisah.."


Gumam Vida sambil menutup wajah nya....karena dia benar benar kesal dan pasrah


Vida kembali duduk di bangku nya...tidak ada hal apapun yang ingin dia lakukan saat ini


Bahkan buku novel yang biasanya menjadi favoritnya pun di abaikannya


Wajah nya tampak lesu dengan kepala bersandar di meja


hari pertama ulangan


Vida tengah bersiap siap berangkat ke sekolah , tidak ada yang istimewa


baju rapi rambut kaos kaki sepanjang lutut dan jepit sisir di rambutnya


semangat Vida....harus semangat...


demi ibuk yang sudah susah payah membiayai sekolah nya


Vida menggumam sambil menyemangati dirinya sendiri


Vida melangkah yakin...bahwa kali ini dia harus fokus belajar...tidak mikirin cowok dulu...

__ADS_1


he...he..he...


Vida masuk ke kelasnya


matanya menyapu semua sudut ruangan..


hehh...nggak ada lagi cowok usil itu...


Kata Vida sambil tersenyum kecut


Fokus Vida...fokus...


ucap Vida sambil mempersiapkan buku dan segala alat tulis nya


" huh...ternyata kau di sini ya ?? "


ehh...seperti kenal suara itu...


Vida kaget bukan main setelah dia membalikan badan dan siapa yang ada di depannya saat ini...


" Irwannn..." seru Vida sambil tersenyum


" hei..kau kenapa ?? kau sakit ?? " tanya Irwan sambil memegang kening Vida


" aii...aku tau...jangan jangan kau kangen ya dengan ku ?? huu...baru dua hari nggak ketemu aja udah kangen..." goda Irwan


" ihh apaan sich..." Vida tersipu malu sambil kembali pura pura merapikan alat tulisnya


" kamu tenang saja...aku nggak akan tergoda koq..." bisik Irwan mendekat ke telinga Vida


" huh...kau ini kenapa sich..." ucap Vida sambil berusaha menjauh menjaga jarak dari Irwan .


" fokus mengerjakan ulangannya ya...jangan mengkhawatirkan aku " goda Irwan lagi sambil berlalu pergi karena bel sudah berbunyi

__ADS_1


apa yang di takutkan Vida sejak semalam ternyata hanya sebatas ketakutannya saja


semoga akan tetap seperti ini


__ADS_2