
Tok...tok...
Terdengar suara orang mengetuk pintu
Vida yang masih di kamar mengintip dari jendela
Terlihat berdiri sosok pemuda manis berkulit bersih berpakaian rapi dan mengenakan topi
" siapa dia ??? " gumam Vida
Vida melihat ibu nya menemui nya dan mempersilahkan nya duduk
Tak lama kemudian
Tok...tok...tok...
Ibu mengetuk pintu kamar Vida
" Vida ibu masuk ya....." ucap ibu
Vida yang mengetahui maksud kedatangan ibu langsung berpura pura sibuk
" ibu ada apa ?? Aku harus segera berangkat kerja...sudah tidak ada waktu lagi..." jawab Vida
" kau ini kan baru sembuh...mana boleh berangkat kerja !! " sahut ibu " lihat...wajahmu saja masih terlihat pucat.."
Vida melirik ibunya ,
huh...memang sulit berkilah dari ibu...
" ada apa sih bu ?? " tanya Vida pura pura tidak tahu
" dia sudah datang " bisik ibu
" dia ? Dia siapa ??? " ucap Vida masih berpura pura
" ahh..sudahlah...keluarlah temui dia..." ucap ibu sambil menggandeng tangan Vida
" e..e..ehh...ibuuuu...sebentar...aku kan baru pertama kali bertemu dengannya...jangan buru buru begitu...." ucap Vida gugup
" eeehh...kau ini tenang saja...semua akan baik baik saja...." jawab ibu menenangkan
Vida mengikuti langkah ibunya keluar kamar
Vida yang pemalu hanya menunduk
__ADS_1
" eehhh...nak...silahkan kalian ngobrol dulu ya...ibu mau ke dapur..." ucap ibu
huh...ibu ini apa apa an sich....
Vida duduk berhadapan dengan pemuda itu
Sambil sesekali melirik nya
" kau...tidak bekerja hari ini ?? " tanya pemuda itu
ehh...kenapa dia tau ??
" ehmmm...tidak..hari ini aku libur...sedang tidak enak badan " jawab Vida
" kau bekerja jalan kaki memang tidak capek ?"
eehh...kenapa dia bisa tau ?? Apa dia sudah memata matai ku ?? Huh...tidak sopan...
" ternyata ibuku sudah bercerita banyak ya padamu..." sindir Vida
" ibu mu ?? Aku bahkan baru pertama kali nya pertama ibu mu..." jawab pemuda itu santai
" lalu...dari mana kau tau kalau aku selalu berjalan kaki saat kerja ?? " selidik Vida " kau mata matai ku ya...heh..." tambahnya kesal
" kau tau rumah berwarna biru di seberang jalan yang sering kau lalui saat berangkat kerja ?? " tanya pemuda itu
" iya..aku tau...setiap hari aku kan lewat di depan rumah itu..." jelas Vida
" itu rumahku...." jawab Pemuda itu sinis
" hahh...??? " Vida heran
kenapa bisa kebetulan seperti ini
" tanpa harus memata matai mu setiap hari , aku melihat mu ..." tambah pemuda itu sambil tersenyum
" o ya...siapa namamu ?? " tanya pemuda itu
huh...aku pikir kau juga sudah tau namaku...
Gumam Vida dalam hati
" aku Vida " jawab nya datar " kau ?? "
" aku tio..." jawab pemuda itu
__ADS_1
" kau tau tentang perjodohan ini ?? Harusnya sih kamu sudah tau..." ucap Tio
" iya aku tau..." jawab Vida
" sebenarnya aku tidak setuju dengan perjodohan ini...karena jujur , aku sudah menyukai seseorang..." terang Tio
" huh...kau pikir aku mau menerima perjodohan ini ?? Asal kau tau ya...aku juga sedang menunggu seseorang ...dia pacarku...dia akan datang setelah menyelesaikan kuliahnya..." ucap Vida pede
huh...bahkan aku harus berbohong...Irwan datang lah...datang lah...
Tio yang mendengar itu agak berbeda sikapnya
Dia merasa perkataannya kali ini tidak bisa memojokan gadis itu
" baguslah... semoga...perjodohan ini tidak akan terjadi..." lanjut Tio
Pandangan Vida mulai kepo...sesekali dia melirik Tio
sebenarnya pemuda ini tampan .. kulit nya juga bersih...huh...tidak seperti kulit ku ... kusam...
Gumam Vida sambil mengusap usap tangannya
" kau kenapa ?? " tanya Tio mengagetkan
" ehh...tidak...aku tidak apa apa..." jawab Vida gugup
Tio pemuda yang manis...dia sopan dan berwibawa
Setiap ucapannya tidak sembarangan dia ucapkan
Tapi di hati Vida masih ingin menunggu Irwan
Mungkin untuk saat ini
Tapi entah esok...
Kata pepatah jawa
WITING TRESNO JALARAN SOKO KULINO
RASA SUKA ITU DATANG BILA SUDAH TERBIASA
Bersambung....
😉😉😉
__ADS_1