Sahabat Rasa Pacar

Sahabat Rasa Pacar
keputusan terakhir


__ADS_3

Hati Vida mendadak cemas


Tidak mungkin dia menjalani hubungan dengan status exstrem seperti ini


Status yang menggantung seperti ini


Belum lagi teror dari Nining dan Yuni


Semua itu membuat nya semakin lelah


kalau dia memang manganggapku sahabat , kadar sikapnya itu berlebihan untuk seorang sahabat


Vida terus berfikir " apa aku meyerah saja ya...sebelum rasa sayang ini semakin besar "


Gumam Vida , tak terasa air matanya ikut menetes di pipinya


Vida begitu lelah dengan semua tekanan ini


Mungkin beda lagi kalau statusnya sudah ada kepastian sebuah ikatan , mungkin dia masih bisa bertahan menahan tekanan dari Yuni dan Nining


" heehh...." hela Vida sambil duduk bersandar di meja


" mulai hari ini...aku akan membuat jarak dengan Irwan ... mungkin kalau sudah terbiasa semua akan baik baik saja...hidupku akan kembali seperti sebelum mengenalnya.., pasti bisa..."


Vida mencoba meyakinkan dirinya


Vida bergegas pergi dari kelas saat dia melihat bayangan Irwan yang sepertinya menuju ke kelasnya


Vida sengaja pergi untuk menghindari Irwan


Irwan menghentikan langkahnya ketika sampai di bangku Vida

__ADS_1


Pandangannya menyapu semua ruang kelas.. mencari sosok yang memang ingin dia temui


Tapi usahanya gagal...Irwan tidak menemukan Vida


" kemana sih dia...tas dan perlengkapannya ada ... tapi kemana orangnya ?? " gumam Irwan


Irwan tak bisa menunggu lama


Karena bel sekolah sudah berbunyi tanda ulangan akan di mulai


Di sisi lain , Vida yang sedari tadi memperhatikan Irwan dari balik tembok mencoba menerka air mata nya


" huh...ini memang berat...tapi maaf Irwan...aku harus melakukannya .. " gumam Vida


Hubungan tanpa status yang jelas...bagaimana Vida akan menjalaninya...


Berat rasanya berjuang sendiri...


Ulangan pun di mulai...


fokus ... ayo fokus Vida...masa depan mu tidak berhenti di sini...kebahagiaan ibu adalah tanggung jawab mu...


Bel berdering tiga kali..tanda ulangan selesai


Vida bergegas memberesi peralatan sekolahnya...dan ingin bergegas keluar karena berharap tidak ingin bertemu Irwan


Langakah nya sedikit berlari sambil terus waspada , dia tidak ingin bertemu Irwan.


Vida berlari menuju pintu belakang


Berharap ini akan memudahkan dia untuk segera keluar dengan mudah

__ADS_1


Tapi langkah Vida terhenti kaget


Karena ternyata Irwan sudah berdiri di pintu belakang..seperti sedang menunggu seseorang


" huh..apa iya dia tau kalau aku akan pulang lewat pintu belakang ?? Seperti peramal saja..."


Ketus Vida kesal


" kenapa sich susah sekali menjauh dari nya..."


oh..tuhan..tolong bantu aku...


Vida berhenti dan membalikan badannya dan sembunyi di balik tembok


maafkan aku Irwan... tapi aku harus melakukan ini


Karena yang di tunggu tak kunjung muncul


Dengan kesal Irwan memutuskan untuk pulang


" kemana sich gadis itu... kenapa hari ini susah sekali di temui..."


Gumam Irwan sambil melangkah pulang


Vida yang mengetahui kalau Irwan sudah tidak ada lagi di situ , bergegas melanjutkan langkahnya untuk pulang


Vida masih bisa melihat punggung Irwan yang sudah berjalan jauh dari nya...


Ingin rasanya berlari menghampirinya...tapi bagaimana ?? Vida tidak bisa terus seperti ini.. menjalani hubungan yang rumit tanpa kejelasan.


Irwan... andai saja sudah ada kejelasan ikatan antara kita...mungkin akan lebih mudah bagiku menjalani ini...maafkan aku Irwan , karena terpaksa harus menjauhimu... jikalau kita memang berjodoh , kita pasti bisa bersama

__ADS_1


Bersambung....


😉😉😉


__ADS_2