
Hati Vida mendadak cemas
Tidak mungkin dia menjalani hubungan dengan status exstrem seperti ini
Status yang menggantung seperti ini
Belum lagi teror dari Nining dan Yuni
Semua itu membuat nya semakin lelah
kalau dia memang manganggapku sahabat , kadar sikapnya itu berlebihan untuk seorang sahabat
Vida terus berfikir " apa aku meyerah saja ya...sebelum rasa sayang ini semakin besar "
Gumam Vida , tak terasa air matanya ikut menetes di pipinya
Vida begitu lelah dengan semua tekanan ini
Mungkin beda lagi kalau statusnya sudah ada kepastian sebuah ikatan , mungkin dia masih bisa bertahan menahan tekanan dari Yuni dan Nining
" heehh...." hela Vida sambil duduk bersandar di meja
" mulai hari ini...aku akan membuat jarak dengan Irwan ... mungkin kalau sudah terbiasa semua akan baik baik saja...hidupku akan kembali seperti sebelum mengenalnya.., pasti bisa..."
Vida mencoba meyakinkan dirinya
Vida bergegas pergi dari kelas saat dia melihat bayangan Irwan yang sepertinya menuju ke kelasnya
Vida sengaja pergi untuk menghindari Irwan
Irwan menghentikan langkahnya ketika sampai di bangku Vida
__ADS_1
Pandangannya menyapu semua ruang kelas.. mencari sosok yang memang ingin dia temui
Tapi usahanya gagal...Irwan tidak menemukan Vida
" kemana sih dia...tas dan perlengkapannya ada ... tapi kemana orangnya ?? " gumam Irwan
Irwan tak bisa menunggu lama
Karena bel sekolah sudah berbunyi tanda ulangan akan di mulai
Di sisi lain , Vida yang sedari tadi memperhatikan Irwan dari balik tembok mencoba menerka air mata nya
" huh...ini memang berat...tapi maaf Irwan...aku harus melakukannya .. " gumam Vida
Hubungan tanpa status yang jelas...bagaimana Vida akan menjalaninya...
Berat rasanya berjuang sendiri...
Ulangan pun di mulai...
fokus ... ayo fokus Vida...masa depan mu tidak berhenti di sini...kebahagiaan ibu adalah tanggung jawab mu...
Bel berdering tiga kali..tanda ulangan selesai
Vida bergegas memberesi peralatan sekolahnya...dan ingin bergegas keluar karena berharap tidak ingin bertemu Irwan
Langakah nya sedikit berlari sambil terus waspada , dia tidak ingin bertemu Irwan.
Vida berlari menuju pintu belakang
Berharap ini akan memudahkan dia untuk segera keluar dengan mudah
__ADS_1
Tapi langkah Vida terhenti kaget
Karena ternyata Irwan sudah berdiri di pintu belakang..seperti sedang menunggu seseorang
" huh..apa iya dia tau kalau aku akan pulang lewat pintu belakang ?? Seperti peramal saja..."
Ketus Vida kesal
" kenapa sich susah sekali menjauh dari nya..."
oh..tuhan..tolong bantu aku...
Vida berhenti dan membalikan badannya dan sembunyi di balik tembok
maafkan aku Irwan... tapi aku harus melakukan ini
Karena yang di tunggu tak kunjung muncul
Dengan kesal Irwan memutuskan untuk pulang
" kemana sich gadis itu... kenapa hari ini susah sekali di temui..."
Gumam Irwan sambil melangkah pulang
Vida yang mengetahui kalau Irwan sudah tidak ada lagi di situ , bergegas melanjutkan langkahnya untuk pulang
Vida masih bisa melihat punggung Irwan yang sudah berjalan jauh dari nya...
Ingin rasanya berlari menghampirinya...tapi bagaimana ?? Vida tidak bisa terus seperti ini.. menjalani hubungan yang rumit tanpa kejelasan.
Irwan... andai saja sudah ada kejelasan ikatan antara kita...mungkin akan lebih mudah bagiku menjalani ini...maafkan aku Irwan , karena terpaksa harus menjauhimu... jikalau kita memang berjodoh , kita pasti bisa bersama
__ADS_1
Bersambung....
😉😉😉