
3 BULAN KEMUDIAN
Semakin hari , hubungan mereka semakin dekat dan mesra
Tak sehari pun Tio melewatkan hari nya bersama Vida
Dan sejak Vida memutuskan untuk mengikuti keyakinan Tio ,
Tio begitu sabar membimbing Vida , dia mengajari semua hal hal yang harus di lakukan Vida .
" Kalau aku berhijab..., apa kelihatan bagus ??" Tanya Vida pada Tio suatu hari .
Tio tersenyum mendengar pertanyaan Vida
" Pada dasar nya semua wanita itu cantik , lebih akan terlihat cantik lagi kalau dia mau berhijab menutup aurat nya " Dengan lembut Tio menjelaskannya
" Apa kau juga mau membantuku untuk belajar berhijab ?? " Tanya Vida polos
" Tentu saja sayang..., aku kan sudah bilang dari awal akan selalu menjaga mu " Ucap Tio sambil membelai rambut Vida
Vida terlihat bahagia sekali
dia merasa menjadi wanita yang berharga
terima kasih Tuhan , kau telah mempertemukan aku dengan laki laki yang baik ini , aku janji tidak akan menyakitinya
Sejak hari itu , Tio tengah sibuk mengantar Vida untuk membeli beberapa model hijab dan aksesorisnya
ini semua dia lakukan , karena Tio begitu sayang pada Vida
tak peduli uang gajiannya habis untuk membelikan Vida jilbab .
Aku tidak ingin setengah setengah dalam membantu mu berhijrah
wanita shalihah ku...
Vida mulai menyesuaikan diri dengan hijabnya .
Walau kadang , dia merasa kegerahan dengan kostum barunya .
Aku tidak boleh menyerah , aku harus bisa...
aku ingin menjadi wanita yang lebih baik untuk laki laki terbaik yang telah memilihku
" Kau tampak cantik dengan hijab itu " Kata Tio suatu hari saat mereka bertemu
__ADS_1
Vida hanya tersenyum malu mendengar pujian itu
" Kau tidak sedang mengejeku kan ?? aku kan baru belajar memakai hijab , apa sudah benar ?? " Tanya Vida berbisik malu
" Tidak..., aku tidak mengejek mu , dari mana kau belajar mengenakan jilbab ? " Balas Tio
" He...he....dari g***** " Jawab Vida malu malu
" Aku lebih bahagia karena kau mau berusaha ..., trimaksih ya " Ucap Tio sambil mencium kening Vida
oh Tuhan....
huh..., malu sekali rasanya kalau sampai dia tau aku gemeteran seperti ini
Ke esokan hari nya >>>>>
Hari ini Vida berencana ingin pergi ke sebuah toko khusus pakaian m*****
kali ini dia tidak ingin merepotkan Tio
aku akan pergi sendiri saja , malu sekali kalau sampai pakaian pun harus dia yang memilihkan
harga diriku sebagai wanita bisa jatuh karena di anggap tidak mampu memilih styel ku sendiri
Kali ini aku ingin pergi dengan kostum hijabku.
Vida lalu sibuk memilah milih baju yang paling cocok untuk dia kenakan.
Karena sibuk melihat baju baju yang terpanjang di gantungan , tak sengaja Vida menabrak seseorang sehingga barang bawaan orang itu pun jatuh berserakan
" Aduuhh..., maaf aku tidak sengaja ..., aku tadi sibuk melihat baju , jadi ceroboh seperti ini !! maaf ya..." Ucap Vida panik sambil membantu orang itu merapikan barang barangnya
" Vida..., " Panggil orang itu
Vida sangat terkejut ketika tau kalau orang yang dia tabrak adalah Irwan
Irwan..., sedang apa kau disini ??kenapa dunia ini serasa sempit sekali
Tak berfikir panjang lagi , Vida langsung pergi menghindari Irwan tanpa berkata apapun .
" Tunggu !!!! berhenti !!! " Teriak Irwan
Vida langsung menghentikan langkahnya .
Mencoba menahan hati nya yang bedegup kencang karena terkejut
__ADS_1
" Ini..., kau menjatuhkan barangmu " Ucap Irwan sambil memberikan tas berisi jilbab yang sebelumnya tadi sempat dia beli
" Eh.., trimakasih " Jawab Vida sambil menerima
" Aku permisi dulu..." Vida segera ingin pergi menghindar dari Irwan
" Tunggu !!! sebentar saja kumohon ..." Pinta Irwan
Vida pun menghentikan langkahnya , dan berbalik
" Kau mau apa lagi ?? " Ketus Vida
" Kau cantik ..., aku suka melihat mu yang seperti ini , andai saja dulu..." Ucap Irwan
Huh dasar...kau masih berusaha merayuku...
sungguh tidak waras...
tenang Vida...tenang....
" Trimakasih , kalau sudah tidak ada urusan lagi ..., aku permisi " Jawab Vida datar
" Vida andai masih ada kesempatan untuk kita..." Kata kata Irwan terhenti ketika tiba tiba datang seorang perempuan
" Aku sudah selesai berbelanja yah.., ayo kita pulang ..." Ajak perempuan itu sambil menggandeng tangan Irwan
Vida yang menyaksikan itu langsung mengundur kan diri dari posisi nya saat itu
" Aku permisi..." Ucap Vida sambil berlalu pergi meninggalkan mereka berdua
Aku tidak marah....aku tidak marah...
aku juga punya Tio sekarang
jangan marah....jangan marah....
Terlihat tatapan Irwan yang tidak rela melihat Vida pergi
semua ini salahku...andai waktu bisa di ulang kembali
Tapi semua sudah terlambat
karena saat ini Irwan sendiri sudah punya sebuah keluarga
dan Vida sendiri pun telah merasa nyaman berada di sisi Tio
__ADS_1
Tidak mungkin Vida begitu bodoh untuk kembali ke jurang yang curam
sedangkan saat ini ada sebuah kebahagian yang siap menantinya.