
Pertemuan Vida dengan Tio sama sekali tidak memberi kesan apapun pada Vida
Sekalipun Tio adalah sosok yang tampan , dan berwibawa
Tapi perasaan dan otak memori Vida sama sekali tidak terpengaruh
Seperti biasa
Hari ini Vida harus kembali berangkat kerja
Dia tengah bersiap siap di kamarnya
huh...apapun yang terjadi , aku tidak boleh malas malasan...semangat...semangat...
" bu....aku berangkat dulu ya..." ucap Vida berpamitan pada ibunya
" iyaa...." sahut ibu dari dapur " hati hati di jalan ya...ingat..jangan lembur dulu , kau kan baru saja sembuh " tambah nya
" iya bu...jangan kuatir...aku juga capek bila harus lembur terus..." jawab Vida sambil mencium tangan ibunya
Seperti biasa , Vida memilih berjalan kaki menuju tempat kerjanya
Dia terlalu terlalu sayang jika harus memberikan uang nya pada sopir angkot
Tak lama langkahnya mulai melamban
Vida menyadari kalau di belakangnya ada sebuah motor yang mengikutinya entah dari mana tadi
ihh...kenapa motor itu seperti mengikutiku ?? Jangan jangan dia orang jahat !! Oh tuhan...bagaimana ini...mana jalan juga sepi
Vida bergumam panik
Vida mulai mencari akal , bagaimana nanti dia bertindak bila benar itu adalah orang jahat
Vida berhenti sejenak , dia berpura pura membungkuk membenahkan sepatunya
Tangannya mencoba mengambil batu yang ada di dekat nya
sebagai jaga jaga saja..kalau kalau dia benar orang jahat , akan ku timpuk dia dengan batu ini
Vida mempercepat langkahnya , dia melirik ke belakang memastikan diri nya aman
Lalu dengan cepat bersembunyi di balik tembok
Orang yang sejak tadi mengikuti nya pun sepertinya kebingungan mencari jejak Vida
" dia pergi kemana , cepat sekali jalannya..." ucap orang itu sambil tengak tengok seperti tengah mencari seseorang
Bukkk.....
" haaa....ketangkap kau ya...mau apa kau mengikutiku ... heh..." gertak Vida tiba tiba sambil mengambil kunci motor orang itu
" kau pasti orang jahat kan..mengaku sajaa...sekarang kau tidak bisa mengelak !!! "
Tambahnya
Orang itu kaget sekaligus bingung melihat tingkah Vida
Dia lalu membuka kaca helm nya
" kau ini kenapa ?? Dasar anehh..." ucap pemuda itu
haahh.....kauu....
Ternyata dia Tio
" kenapa kau mengikutiku sih...aku hampir saja berteriak malingg....untung belum ku lakukan...."
Ketus Vida
" aku di suruh ibu untuk mengantar mu...dia tadi melihatmu lewat di depan rumahku dan kasihan padamu...kau ini malah seperti ini padaku...memangnya aku tampak seperti orang jahat ?? " ketus Tio tak kalah kesal
Vida menghela nafas menahan malu
" maa...maaf...aku kan hanya berjaga jaga...lagian kau sih..kenapa hanya mau mengantarku kau memakai jaket dan helm tertutup seperti itu...seharusnya kau beritahu aku...bukannya malah diam diam mengikutiku..." cecar Vida menerocos membela diri
" ya sudah...cepat naik !!! " perintah Tio
" hehh...nggak perlu repot repot seperti itu ... aku sudah terbiasa berjalan seperti ini ...jadi kau tenang saja..." ucap Vida sambil meneruskan berjalan
aku tidak mau kisahku bersama Irwan terulang lagi...aku tidak mau menjadi terbiasa oleh perhatianmu...yang ujung ujungnya hanya hubungan yang menggantung
Melihat Vida yang terus berjalan membuatnya harus mengikutinya sambil mendorong motornya
" heeiii...tunggu....!! " teriak Tio
" huh..kenapa kau keras kepala sekali mau mengantarku sih...cepat kau pulang saja...jangan perhatikan aku...aku nggak mau terpengaruh dengan mu...." ucap Vida keras sambil terus berjalan
__ADS_1
" kau gila ya...siapa yang mengikutimu...huh...mana kunci motorku ?? Kau mau aku mati kelelahan mendorong motorku sampai kerumah !!! " teriak Tio
" whaat....astaga...kenapa aku sampai lupa..." pekik Vida
" hee..hee...maaf ...aku lupa..." ucap Vida sambil nyengir karena malu
" ini aku kembalikan ... " ucapnya lagi sambil memberikan kunci nya
Tio sedikit kesal di buatnya
Dia hanya diam menatap Vida yang berlalu pergi
dia bukan lah gadis yang cantik...bahkan berdandan saja tidak pernah...dia juga tomboy lalu...kenapa ibu bersikeras mau menjodohkan aku dengannya ?? Sebenarnya...apa istimewanya ??
Tio mencoba berfikir dalam
Mencari kira kira apa alasan ibu menjodohkan nya dengan dia
Sementara itu di tempat kerja
Waktu berjalan cepat sekali
" perasaan baru saja aku masuk dan bekerja.. tapi kini jam sudah hampir menunjukan waktu pulang..."
Waktu pulang pun datang
Terlihat begitu penuh karyawan di depan gerbang
Vida sendiri terlihat celingukan mencari teman untuk berjalan bareng , ngeri juga jika harus pulang dan berjalan sendiri
Vida berjalan beriringan dengan beberapa temannya
Tapi tiba tiba
Thinn...thiinn....
Terdengar suara klakson motor dari belakang
Semua yang ada di situ menengok ke belakan tak terlecuali Vida
Namun betapa kaget nya Vida...
Karena tau bahwa orang yang membunyikan klakson itu adalah Tio
" ayo naikk..." perintah Tio sambil menatap Vida
Vida bersepakat dengan hati nya
Dia tidak mau teejebak dengan cinta yang semu
" ayo cepat naiikk..." ulang Tio
Semua teman Vida menatap heran di buatnya
" kau ini kenapa sih...nggak usah teriak juga aku sudah dengar..." jawab Vida kesal
Mau tidak mau Vida pun ikut dengan Tio
aroma tubuh pemuda ini sangat menarik...heemm...entah mengapa mencium aroma wangi tubuhnya membuatku tenang
" aaahhh...tidak ..tidak..tidak...sadar Vida ...sadar...tidak boleh begini..." gumam Vida mencoba mengelak perasaannya
Tio melajukan kendaraannya
Bukan ke arah pulang melainkan dia berjalan menuju alun alun kota
" ehhh...ini kan bukan jalan pulang...kau mau bawa aku kemana ?? " tanya Vida panik sambil menepuk bahu Tio
Tio tidak menjawab apapun
Dia terus melajukan kendaraannya
Hingga sampai di alun alun kota , dia pun berhenti dan memarkir motornya
" ayo turun...." perintah Tio
" mau apa kesini ?? " tanya Vida
" sudah turun dulu...nanti kau akan tau..." ucap Tio
Vida pun turun dan berjalan mengikuti langkah Tio berjalan
Setelah sampai di tengah alun alun kota , di tempat yang lapang seperti padang rumput yang hijau
Tio menghambur duduk meregangkan kaki nya
" hheeehhhh....." hela nya
__ADS_1
" dasar tidak tau malu...ini kan tempat umum...bagaimana kau bisa bersikap seperti ini..." ucap Vida heran
" aku kan baru saja pulang kerja dan capek sekali...kenapa malah mengajak ku kesini ?? " lanjut Vida heran
" ini adalah tempat yang nyaman bagiku...saat rasa capek datang...saat hatiku merasa sedang tidak enak...aku selalu datang ke sini...melihat luas nya langit dan udara yang segar , menjadi obat bagiku " jelas Tio
" kau ini nggak usah malu malu gitu kenapa sih...sini duduk..." ucap Tio sambil menarik tangan Vida
" ee...eehhh...." Vida pun ambruk duduk di samping Tio
oh tuhan....jangan lagi....jangan biarkan hati ku hancur nantinya...
" o iya...katanya kau sedang menunggu pacar mu ya ?? Siapa namannya ?? Kalau nggak salah namanya Irwan kan ?? " ucap Tio sambil tertawa menggoda Vida
Vida yang melihat itu hanya terdiam kesal
huh...bagaiman dia tau ?? Aku kan nggak pernah bercerita tentang namanya
" heii...." tanya Tio lagi
" kau ini kepo sekali sih...tidak ada urusannya dengan mu...lebih baik kau bercerita dulu tentang dirimu , selanjutnya aku akan bercerita tentang diriku " tegas Vida sewot
Tio menghela nafas
Sebelum dia mulai bercerita
" sebenarnya aku tidak setuju dengan perjodohan ini , jujur di hatiku sudah ada yang aku cintai ... " ucap Tio mulai bercerita
" laluu ??? " tanya Vida kepo
Tio melirik Vida dengan senyuman
" tetapi orang tuanya tidak setuju karena status sosial kita berbeda " tambah Tio sambil menghela nafas
" dia anak orang kaya ?? " kepo Vida
" sebenarnya bukan kaya sih...tapi dia anak kuliahan...sedangkan aku hanya lulusan sekolah menengah " jelas Tio
" sombong sekali sih mereka...cuma bisa kuliah aja sombong sampai memandangmu dengan sisi materi " tambah Vida kesal
Tio yang melihat gelagat Vida , malah jadi tertawa geli
" sekarang giliranmu..." ucap Tio
" hahh ??? " pekik Vida kaget
" aku ?? Itu tidak penting bagimu..." ucap Vida sambil tertawa mengelak
" kau tenang saja...aku juga tidak mau di jodohkan seperti ini..." tambah Vida
" Kenapa ?? " tanya Tio
" kau tidak suka dengan ku ?? " tambahnya
" eehh...bu...bukan begitu maksutku..." ucap Vida gelagapan
huh...kau tidak tahu tragedi percintaanku di masa lalu...dan amit..amit...aku tidak mau itu terulang lagi...
" baik , kalau kau tidak mau cerita...aku akan mencari tau nya sendiri..." ucap Tio sedikit kesal
" untuk apa ?? Itu tidak penting...lagi pula..aku juga tidak mau mengingatnya lagi..." ucap Vida lirih
Tio yang mendengarnya langsung menoleh le arah Vida
" tidak mau mengingat nya lagi ?? Memangnya apa yang terjadi ?? " tanya Tio ingin tau
" hehh ??? " jawab Vida kaget
huhh...mati aku...apa aku keceplosan tadi ??
" enggak koq...apa sih kamu ?? Lupakan saja...yuk pulang..." elak Vida sambil menggandeng tangan Tio
Tio yang kaget melihat tangannya di gandeng oleh Vida , langsung terperanjat mengikuti Vida
Biarkan semua berjalan apa adanya
Bagaikan air yang nantinya akan menemukan muaranya
Tidak perlu di tolak
Tidak perlu di tentang
Tuhan....apapun yang akan kau berikan padaku , akan aku terima
Bersambung
😉😉😉😉
__ADS_1