
Lindah meraih handphone mengetik pesan namun kemudian diurungkannya sendiri, takut nanti mengganggu mereka tapi Lindah juga penasaran dengan kisah pernikahan Sari, gimana dong.... Lindah menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Sari yang nikah kok aku yang gatal sih... Handphonenya bergetar sebuah pesan masuk dari Wildan, Lindah melirik pesan dan membacanya "Lin nanti sore joging yuk?!" Lindah tersenyum semangat empat lima, boleh juga ide Wildan daripada aku lumutan mikirin Sari lebih baik keluar hirup udara segar, tanganya menari dilayar handphone secepatnya "Oke, jemput"
"Iya, nanti lo keluarin aja kepala lo dipintu terus gue tarik keluar, tetanggaan kok gimana cara jemputnya....?!?!"
Lindah meringis membaca balasan chat Wildan.... "Jam berapa"
"Jam empat".....
Sorenya Linda bersiap-siap saat mencari sepatu menyadari jika sepatunya tidak ada, sepatunya kan ketinggalan ditempat kak Wina, aduh gimana nih enggak mungkin dong aku joging pake sandal yang ada nanti jatuh, baru saja Lindah hendak mengirim pesan membatalkan tiba-tiba sebuah kepala sudah nongol dipintu "Lin katanya mau dijemput, ayo keburu sore...."
"Wil maaf ya sepertinya aku enggak jadi ikut deh...."
"Kenapa lo" sahut Wildan mengerutkan keningnya
"Sepatu aku enggak ada Wil...." Jawab Lindah meringis menahan malu
"Oh, kirain apa.... ayo kerumah pake sepatu gue aja...." ujar Wildan melangkah....
"Haah emang muat?!"
"Muatlah, sepatu gue ada yang kecil"
Lindah mengikuti langkah Wildan dengan rasa serba salah
"Duduk, cobain nih"
"Muat sih tapi longgar"
"Longgar sedikit enggak apalah"
"Sedikit gimana lihat ni muat kue putu dibelakang tumit aku" Sahutku memperlihatkan dibelakang tumit kakiku, Wildan tertawa dan membawa sepasang sepatu lainnya "Nah, kalo ini pasti muat"
__ADS_1
"Lumayan muat setidaknya sepatunya enggak akan terbang jika dipakein joging"
"Kaki lo tu kekecilan makanya gedein tuh kaki" ujar Wildan gregetan
"Aku enggak jadi ikutan aja"
"Lah kok bisa gitu?!?!"
"Malaaaassss"
Wildan membisu memandangi Lindah ngeloyor pergi berlalu dari hadapannya.... Nih cewek emang enggak bisa ditebak, sesuka hati banget.... "Wooiii Lindah batal sih batal tapi beresin juga kali nih sepatu gue, woiiihh tetangga...."
jangankan mendengar bahkan Lindah telah hilang dari pandangannya, cepat banget jalannya tuh cewek titisan jin apa..... Wildan bergidik....
Lindah terbangun merasakan handphonenya yang bergetar dengan malas dia membukanya, chat dari Wildan masuk, apalagi sama nih anak gangguin orang tidur aja, enggak lihat jam apa, pagi-pagi buta sudah main WhatsApp aja.... "Diandra gue pergi dulu ya, tadi mau pamit tapi kayaknya lo masih tidur jadi gue chat lo aja.... gue pulang dulu enggak lama paling dua tiga harianlah.... jangan rindukan gue ya because rindu itu berat, hehe... eits satu lagi nanti jika lo beres-beres rumah dengan teras lo ingat harus bersihin teras rumah gue.juga, awas aja entar gue balik rumah gue kotor, da"
"Iiiih nih cowok enak aja emang gue tukang kebunnya apa, Pake acara ngancam segala lagi.... Lagian siapa juga yang rindu, geer" Lindah ngomel-ngomel setelah baca chatnya Wildan yang berhasil membuatnya badmood pagi ini, awas aja lo entar balik aku timpuk....
"Hei pasti lagi kangenin aku ya.... sama aku juga kangen banget malah"
Aku terkejut mendengar suara disamping telingaku, Wildan suaranya seperti suara Wildan, kurasakan wajahku memerah menahan malu.... Wildan dengar tidak ya semua ucapanku tadi tapikan bukannya tadi aku ngomongnya dalam hati jadi tidak mungkin dengarkan....
"Kalo diam berarti benar, maaf ya kesorean baliknya aku lumayan sibuk.... Woow rumah gue bersih banget makasih lo, ternyata lo bersihin beneran sebenarnya sih gue cuma bercanda doang...."
"Permisi aku mau masuk" Ujarku mulai jengah, wajahnya Wildan terlalu dekat dengan wajahku bahkan aku bisa menghirup aroma parfumnya yang lembut....
"Cepat banget katanya kangen..." ucap Wildan tersenyum manis, Aduh senyuman itu yang aku rindukan, untuk sesaat aku terpana dengan senyumnya, cepat-cepat aku alihkan pandangan.. "Enggak, aku enggak rindu"
"Aahh macak cih, yang benar.. boong itu dosa lo lindah...."
"Bodo...." jawabku berlalu secepatnya
__ADS_1
"Lindah tunggu, entar malam jalan yuk, gue kangen banget sama lo, mau ya...."
"Jalan kemana....?!?!"
"Kemana aja asal sama lo...."
"Enmm oke"
"Yes, thanks ya"
"Lindah"
"Ya, apa?!"
"Gue rindu sama lo...."
"Haaah apa aku enggak ngerti?!" sahutku sambil tertawa, Wildan tersenyum mendekat dan menjentik jidat Lindah.... "Gue rindu dan enggak bisa lama-lama jauh dari lo tetangga, paham...."
"Sakit Wildan"
"Biarin kalo belum paham juga gue gigit lo.... Lin lo pernah punya pacar enggak sih?!?!
"ukhuk....uukhuukk.... Aku terbatuk mendengar ucapan Wildan barusan
"Lin kenapa lo.... Sakit TBC ya...?!
"Iya tekanan batin dekat lo"
"Yee itu mah bukan TBC namanya tapi TBD tidak nyambung tahu, jawab dong, gue lagi nanya bukan lagi nyangkul.... Emang benar lo enggak perna jatuh cinta?! mau enggak gue ajarin?! ucap Wildan sambil tersenyum dan mengedip-ngedipkan dua matanya dengan lucu
"Cinta, anak mana tuh, sorry gue enggak pengen kenal" jawabku sambil berlalu masuk kedalam rumahku kalo lebih lama lagi aku dekat Wildan bisa darah tinggi aku dibuatnya
__ADS_1
"Lindah belum kelar urusan kita.... jawab dulu gimana lo mau enggak gue ajarin cinta...."