Sakitnya Ditinggal Nikah

Sakitnya Ditinggal Nikah
EPISODE 31 Masa Lalu


__ADS_3

Andi duduk disofa empuk tapi perasaannya seperti duduk di tumpukan jerami saking gelisah nya, dia deg degan dan cemas takut membayangkan penolakan Lindah nanti padanya....


"Hai, hayo kita berangkat sekarang...." Tanya Lindah yang tiba tiba muncul dihadapan Andi dengan senyum manis memakai dress diatas lutut dengan motif bunga kecil yang sangat cantik


Andi bengong menatapnya matanya tidak berkedip sedikitpun, Lindah menjentikkan jarinya didepan mata Andi yang berhasil membuatnya tersadar


"Wow.... kamu cantik sekali Lin....."


"Oh ya untung aku ketemu kamu, kalo enggak, enggak bakal ada seorang pun yang katakan aku cantik" sahut Lindah tertawa


Andi tersenyum dan masih menatap Lindah terpana, ternyata gadis ini lebih cantik dari bayangannya selama ini


"Hai jadi makan enggak, kita berangkat sekarang?!"


"Eih iya jadi ayo...." sahut Andi bangun melangkah dengan cepat melewati Lindah duluan


Lindah menggeleng-geleng kepalanya melihat tingkah Andi dan memandangi berjalan didepannya, dia memperhatikan tubuh Andi dari belakang, punggung itu, tinggi itu, tubuh tegap Andi seperti tidak asing baginya, sepertinya dia pernah melihatnya.... Tapi dimana, Lindah mengerutkan kening mencoba berfikir..... Aahhh di Indonesia inikan isinya puluhan juta orang ya kali orang sama atau mirip apalagi hanya postur tubuh, Lindah memukul jidatnya menyadari tingkat kebodohannya....


"Halo jadi jalan tidak, tahu enggak kemarin ayam aku suka termenung diam diam besok mati lo?!!" Suara guyonan Andi membuyarkan lamunan Lindah


Lindah terkejut dengan gaya bercanda Andi, dia pernah mendengar kata itu, ya Wildan suka berkata seperti itu padanya dulu..... Aahhh lagi lagi Wildan dalam ingatannya, Lindah menepis tangannya mencoba membenarkan otak yang kacau


Andi yang melihat tingkahnya tersenyum dan menghampirinya


"Kamu kenapa dingin?!?! masuk gih ambil jaket atau sweater kamu...."


Lindah menggeleng dan tersenyum, ayo katanya


" Lin maaf ya kita pake taksi enggak apa-apakan, soalnya aku enggak bawa kendaraan kesini...." Ujar Andi merasa bersalah dengan Lindah

__ADS_1


Lindah tersenyum dan menepuk pundak Andi lembut


"Apa dimatamu aku gadis dengan jidat bertuliskan Lamborghini atau buntut berasap?!" sahut Lindah sambil nyengir


Andi menggaruk kepalanya sendiri yang tidak gatal, gadis didepannya ini sungguh penuh kejutan


"Maksudnya?!?!"


"kenapa harus pake taksi mahal tau, pake angkutan umum aja, angkot, bis kota, trans atau kereta api atau KRL, lebih seru dan rame, ayo....!!!???" seru Lindah sambil menarik tangan Andi yang bengong


"Kereta api atau KRL?!?!"


"Iya kereta listrik, apa kamu tidak suka....?!?!"


"Enggak, terserah kamu saja.... Hayo"


Lindah terdiam menatap sekeliling menyadari tempatnya yang dipilih Andi, taman plus alun alun kota tempat favoritnya bersama Wildan, dia tidak mungkin menolak saat Andi mengatakan bisa makan makan sambil menikmati tengah kota dan hiruk pikuknya tapi kembali ke taman ini sama saja membuka luka lama dan sejarah percintaannya kembali.... Lindah menggigit bibirnya menahan airmata jatuh setelah bertahun-tahun dia tidak pernah menginjakkan kakinya ketempat ini berusaha mengubur semua yang akan mengingatkannya akan Wildan dan sekarang dia kembali.... Mampukah diriku menguasai perasaanku sendiri.... Lindah menghela napasnya dan mulai melangkahkan kaki mengikuti langkah Andi didepannya....


Andi melihat Lindah menghapus airmatanya sendiri, dia jadi kasihan begitu sakitkah masa lalunya hingga membuat gadis periang ini jadi pemurung setiap mengingat mantannya tersebut.... Begitu berartinya kah mantannya tersebut dihati Lindah.... Adakah cela sedikit saja buatnya untuk masuk menyembuhkan dan menyembuhkannya.... mencintainya dan membahagiakannya membuat Lindah ceria seperti sebelum bertemu lelaki yang bernama Wildan itu....


"Lin kamu kenapa, masih ingat Wildan...." Sahut Andi sambil menepuk bahu Lindah


Lindah menoleh dan menatapnya heran, darimana Andi mengenal nama Wildan, apa dia juga mengetahui kisahnya dengan Wildan atau jangan-jangan....


"Andi Lo kenal Wildan.... Tahu darimana.... Atau jangan-jangan lo disuruh Wildan dekati aku ya, menghibur aku atau apa, haaah....??"


Andi yang dituduh seperti itu gelagapan tidak menyangka Lindah akan berpikir seperti itu


"Enggak, enggak kenal sama sekali aku cuma tahu namanya doang...."

__ADS_1


"Tahu dari siapa dan ngapain lo ngorek masa lalu aku...."


"Aku aku cuma.... Aku dengar nama Wildan dari cerita sepupu kita Doni yang ngasih nomor handphone kamu ke aku dan dari dia juga aku banyak tahu dan bertanya sejauh apa kisah cinta kalian, bagaimana perasaan dan menderitanya kamu, dari beberapa keluarga juga mengatakan semua kelakuanmu jujur aku dulu hanya mengenal kamu lewat cerita beberapa orang, menurut aku kamu bersikap seperti itu pasti ada alasannya, siapapun bisa jadi jahat karena luka Dan cinta yang terlalu...."


"Maksud lo apa, aku jahat, jahat gimana, tolong jelasin aku enggak ngerti maksud lo apa...."


"Apa tidak apa apa kalo aku cerita masa lalu kamu maksudnya cerita orang yang aku dengar selama ini tentangmu, apa kamu siap mendengarnya.... Kamu bisa janji tidak marah????!"


"Kenapa, takut aku marah, emang kalo aku marah makan orang, kebetulan hari ini aku lapar pasti aku kenyang bisa melahap kepalamu itu...." Ucapku sambil tertawa


"Dengan senang hati sebuah kado terindah jika kepalaku ini bisa membuatmu kenyang dan puas...." Sahut Andi tertawa juga membalas candaan Lindah


mereka berdua tertawa membuat beberapa pengunjung menoleh kearah mereka, Andi dan Lindah segera diam sebelum ada yang menegur mereka


"Tadi kamu bilang aku jahat, sejahat apa aku dimatamu aku jadi penasaran...." Kata Lindah sambil menggeser tempat duduknya dekat Andi, dia begitu antusias mendengar cerita tentangnya fersi Andi tentunya, setelah sekian lama apa masih ada gosip dia dengan Wildan yang belum diketahuinya


Andi tersenyum saat melihat Lindah begitu dekat dengannya membuat dia deg degan niat hati kesini ingin nembak malah bergosip gumamnya....


"Kamu ingin tahu cerita siapa, Doni atau gosip yang lain...."


"Tentu saja omongan orang lain tentang aku..." jawabku cepat kalo Doni, aku yakin Doni tidak akan mengatakan jelek, Lindah yakin itu


"Begini Abang aku itu bang syam istrinya adalah tantenya Sienna, Istrinya Wildan...."


"Apa, gila jadi dunia ini benar-benar kecil ya" sahut Lindah memotong kata-kata Andi


Andi tersenyum lalu mengangguk melanjutkan ceritanya....


"Jadi istri Abang aku tepatnya kakak ipar ku itu sering banget ceritain tentang hubungan kalian.... Katanya kamu hampir saja membuat pernikahan mereka batal hingga pernah kamu mengganggu Wildan dihari pernikahannya menghubunginya terus-terusan sampai kamu pernah meneror Sienna, jahatnya kamu, tapi aku maklum kok seperti kata Doni kisah cinta kalian begitu dalam tentu kamu tidak mudah melupakan dan melepaskan begitu saja Wildan jadi wajar kamu jadi jahat seperti itu....

__ADS_1


Lindah bengong mendengar semua kata-kata Andi barusan, fitnah apalagi ini, masih adakah fitnah yang lebih kejam yang belum didengarnya....


"Teror siapa juga yang meneror Sienna, apa aku kurang kerjaan meneror Sienna yang ada Sienna yang pernah mengatakan meskipun mereka nanti telah menikah Wildan dan aku boleh tetap jalan karena dia cuman dijodohkan dan enggak suka Wildan terus aku jawab itu enggak mungkin, aku Lindah memang dipilih Wildan atas nama cinta tapi kamu Sienna dijadikan istri oleh Wildan atas nama Tuhan.... Dan tentang menghubungi jujur aku katakan dulu aku memang tidak bisa lepas dan melupakan Wildan tapi bukan aku melainkan Wildanlah yang menelponku dihari pernikahannya bukan aku...." Lindah menatap Andi dengan lekat airmatanya sudah hampir jatuh dia tidak pernah menyangka sekejam ini tuduhan dan pandangan orang diluar sana terhadapnya lagi dan lagi gara-gara kisah cintanya dengan Wildan, begitu salahnya kah mencintai Wildan hingga semua fitnah kepadaku.... Apa ini semua karena Wildan orang kaya dan Lindah miskin jadi semua kesalahan dituduhkan kepadanya


__ADS_2