Sakitnya Ditinggal Nikah

Sakitnya Ditinggal Nikah
EPISODE 29 Lembaran baru


__ADS_3

"Maaf Bu sekali lagi aku minta maaf bukannya aku tidak menghargai ibu, tapi aku benar-benar harus pergi dan tentang Wildan, aku rasa itu sudah berakhir dan tidak ada yang perlu di maafkan, aku permisi dulu ya Bu".. Ucapku buru-buru pamit


"Baiklah kalo maunya nak Lindah begitu, ibu enggak bisa berbuat apapun lagi"


Tanpa permisi lagi dengan tanteku, aku pulang dengan seribu kegalauanku, aku kira setelah tiga tahun berlalu semua telah berakhir ternyata tidak, gosipnya masih hidup sampe sekarang, yang aku heran kenapa semua menyalahkanku, sebesar itukah kesalahanku?? bahkan aku sendiri tidak menyadari sebesar itu dosa dan kesalahanku telah mencintai Wildan, yang lukanya tetap membekas hingga sekarang. Aku harus lari kemana agar semua cerita ini berakhir, apakah aku harus keluar di dunia ini?? Aku menutup wajah dengan tanganku, ya Tuhan aku benar-benar sudah lelah tentang ini semua, tidak bisakah aku diberi jodoh agar semua cerita Wildan&aku berakhir..


Aku meraih handphone sehabis sholat tahajud, hari ini tepat ramadhan tiba, aku putuskan lebih baik banyak berkomunikasi kepada Tuhan akan lebih membuatku tenang dan berharap bisa melupakan semua kisah hidupku selama ini..... Sebuah pesan dari nomor yang tak kukenal masuk, aku buka dan membacanya.


"Hai, kamu Lindahkan, anaknya pak Aryo, kenalin aku Andi anaknya pak Darwin sepupu jauh kamu..."


Aku tersenyum membaca pesan tersebut, polos banget ini cowok, sedikit geli membacanya, ini pertama kalinya ada cowok yang mengajakku kenalan seperti ini.. Aku berlari keluar kamar menghampiri ayah yang selesai tahajud nya


"Yah beneran ya kita punya sodara namanya pak Darwin??" Tanyaku pada ayah, jadi penasaran....


"Ehmmm, pak Darwin ya, iya benar kalo tidak salah tepatnya beliau masih sepupu ibumu, cuman karena kita jauhan beliau tinggal di Sumatra sana jadinya kita jarang ketemu, anak-anak mereka pasti juga sudah besar sayang sekali kalian tidak saling kenal, kenapa, apa ada anak pak Darwin yang kau kenal Lin?!"


"Ini loh yah chatnya, tadi dia ngechat aku, belum Lindah balas abis mau pastiin dulu beneran gak sih ini cowok, takutnya cowok iseng?"


"Hahaha, Iya benar, kamu balas aja Lin, biar silaturahmi kita kembali lagi terjalin...."


"Iya yah, Lindah permisi dulu ya"..


Aku beranjak masuk kekamar dan membalas chatnya Andi....


"Iya aku Lindah, Maaf ya aku enggak kenal tadi, kita sodara tapi jauhan sih, Andi tinggal dimana??"


"Andi di Sumatra, boleh enggak aku main ke rumah kamu?"


"Boleh dong, cuman jauuuh jadi berat di ongkos, hehehe"


"Enggak kok enggak jauh, tenang aja aku sudah omongin sama mama aku, mama ngizinin kok aku ketempat kamu, siapa tahu kita jodoh katanya, jadi keluarga kita bersatu lagi deehh, hehe"

__ADS_1


Aku tertawa membaca pesan Andi, ini anak beneran polos ya jadi semakin penasaran lihat tampangnya, seperti apa ya, culun mungkin,hahaha....


"Kalo gitu ditunggu" Balasku singkat


"Oke, Minggu depan aku datang"


Aku tersenyum membaca pesan Andi, beda banget sama Wildan, Andi lebih berprinsip sepertinya, ku tarik selimutku dan tidur..


Semenjak itu Andi selalu menghubungiku siang dan malam, aku sendiri asyik-asyik aja membalasnya karena menurut aku Andi cowok polos dan lugu, lain dari yang lain


Satu Minggu kemudian bener aja Andi datang dengan temannya, aku mengendap-endap di dapur saat mendengar ayah membuka pintu dan mengajak seseorang masuk, dan berkata ternyata anaknya pak Darwin sudah besar ya, aku sengaja mengintip mau tahu dulu orangnya kayak mana cakep enggak sih entar jelek gimana?? tapi orangnya yang mana, bodohnya aku bahkan tidak tanya ciri-cirinya dulu ditelpon, yang sebelah kiri sih cakep tapi sebelah kanan hancuur, gimana kalo Andi yang sebelah kanan aduh kacau deehh.. Aku benar-benar berkeringat panas dingin dibuatnya.. tiba-tiba sebuah tangan menepuk bahuku refleks aku menoleh ternyata kak Wina sedang tersenyum menertawai kelakuanku aku segera menariknya dan meletakkan telunjuk dibibir.... Kak Wina ikutan menatap kedua tamu didepan....


"Lindah kesini ini ada Andi datang anaknya pak Darwin cari kamu..." suara ayah mengejutkan kami berdua, aku menatap kak Wina dengan pucat kurasakan kaki tanganku mulai dingin.. Kak Wina dengan jahilnya mendorong tubuhku keluar hingga membuatku berteriak spontan sontak semau orang diruang tamu menatap kearahku.... Aku tersenyum dengan kikuk belum sempat aku memperkenalkan diri pada Andi sebuah suara salam terdengar dari luar, Ayah bergegas membuka pintu ternyata Lina temanku yang datang


"Waalaikum Salam, Lin ayo masuk.."


ujar ayah mengapa Lina ramah


Lina mengangguk dan bergegas masuk dan memelukku, aku tersenyum dan menariknya masuk kedalam meninggalkan Andi dan temannya....


"Ndi' yang mana cewek yang mau kamu temuin, si Lindah itu yang tadi atau yang baru nongol...."


Andi menggeleng kepalanya pelan dan berkata aku pun juga tidak tahu...


Jicko menahan tawa disampingnya, sahabatnya ini benar-benar lugu....


Papanya Lindah menyilahkan Andi dan Jicko minum teh dengan ramah dan mulai bercerita kedekatan silsilah keluarga mereka....


Lina yang tidak paham keadaan rumah sahabatnya itu menatap pria diruang tamu tadi, tamu papanya Atau tamunya Lindah, jika tamu papanya muda banget sepertinya hanya seumuran mereka, kalo pacar Lindah sepertinya lebih tidak mungkin lagi secara selama tahun tiga tahun ini Lina tidak pernah melihat temannya ini berjalan sama pria apalagi curhat tentang cowok padanya tapi kayaknya keluarga ini cukup akrab dengan cowok tersebut daripada mati penasaran diapun memutuskan bertanya langsung


"Lindah cowok di depan tadi siapa ya, yang pake baju biru sih keren tapi yang sebelahnya kayaknya enggak masuk ukuran level gue deh.... Kenalin dong sama Lina yang pake baju biru...." ujar Lina genit

__ADS_1


"huuh.... Enggak masuk level lo, kamu dia juga belom tentu kategori dia kali, hehe...." ucap Lindah tertawa


Lina mencubit Lindah dengan gemas


"Serius tahu, gue penasaran sama cowok baju biru itu noh...."


"Nah itu masalahnya Lin, aku juga enggak tahu mereka yang mana satu...."


"Maksud lo.... Sorry gue enggak connect...."


"Gini gue ceritain dari awal ya.... satu Minggu yang lalu salah satu dari mereka yang bernama Andi, ngechat gue ngajak kenalan katanya dia sepupu gue, Lo tahu enggak chat dia ntu polos banget Ampe nyebut nama mamanya gitu, buat gue penasaran jadi gue ladenin dong terus dia bilang mau main kerumah, gue enggak percaya dong secara dia jauh kita liat pulau besti, so gue iyaiin dong ehh ternyata dia beneran datang, sekarang gue pusing enggak tahu diantara mereka siapa yang Andi, gimana dong "


Lina melongo dan menahan tawa mendengar cerita temannya ini


"Era gini ada kisah cinta seperti ini.... Sepertinya so sweet juga atau secret sweet ya, Hahahaha" Lina tertawa


Lindah mencubit lengan Lina dan memberikan telunjuk dibibir Lina dengan cepat....


"Pelan-pelan ngomongnya nanti kedengaran, malu tahu.... lagian kalo English Lo 0,5 baiknya jangan sok bahasa Inggris deh" ucap Lindah menahan tawa


"Gue jadi ikut penasaran, semoga yang baju biru ya si Andi kalo enggak kelar idup lo eh Lo tanya kak Wina aja dia pasti tahu bukanya kalian sodaraan gitukan...."


Lindah mengangguk dengan ide cemerlang Lina kenapa tadi dia enggak berpikir seperti itu ya gumamnya sambil menggaruk kepalanya....


Andi merogoh kantongnya mendengar ponselnya berbunyi, ternyata Nayla adik perempuan satu-satunya yang menghubunginya, Diapun permisi dengan sopan dan segera berjalan keluar pintu mengangkat panggilan adiknya


"Hallo bang Andi gimana udah ketemu tidak sama kak Lindahnya?!!?"


"Udah tapi Abang pusing disini yang namanya Lin dua orang, abang tidak tahu yang mana Lindah itu dek....


"Haah kok bisa, abang keduanya cantik tidak...."

__ADS_1


"Yang satunya sih cantik, putih manis gitu tapi yang gadis baru datang tadi mukanya agak jerawatan gitu dek"


"Ya elah bang, kalo gitu mah, cewek disini juga banyak kali yang jerawatan gitu bang, pergi jauh-jauh cuman nemuin cewek jelek pulang aja kali bang, Nayla kenalin sama teman Nayla banyak kok yang tidak kalah cantik" kata Nayla sambil tertawa


__ADS_2