
Andi mengacak-acak kepalanya dengan geram, dia benar-benar pusing menghadapi yang namanya seorang wanita, susah amat didapat....."mungkin bang Amri ada benarnya juga sebaiknya dia pulang, dan bang Amri yang menyelesaikan semua.... Andi segera beranjak sambil menyambar handuk disampingnya berlalu ke kamar mandi dan segera ke bandara....
Linda menatap gawai nya sambil mengerutkan kening
"Tumben Andi enggak ada chat ataupun menelpon pagi ini, biasanya tuh anak sudah puluhan chat memenuhi ponselnya, eh aku kenapa, apa aku mulai terbiasa dengan Andi, kenapa seperti ada yang hilang tanpa mendengar suara atau sekedar guyonan seorang Andi, tidak jangan Linda, kau jangan terlalu berharap cukup sekali merasakan kehilangan dan ditinggalkan jangan ulangi sakit kedua kali....uuuhh.."
Linda memukul-mukul jidatnya sendiri dia benci pada diri sendiri mulai lemah, Aku tidak ingin Linda yang dulu, aku harus tegak tanpa butuh siapapun, imbuhnya, tapi apa aku mampu.... Tuhan begitu sakit kah luka yang kurasakan hingga membuatku takut membuka hati kembali, bahkan aku sudah lupa caranya tersenyum,senyum yang akan berujung duka, dan Kepercayaan....?!?! "bagaimana caranya mulai percaya lagi pada orang lain, setelah orang yang terlalu kau percaya menghianati kamu....?!?!?!"
"Bagaimana caranya mencintai kembali setelah cinta pernah dicampakkan...?!?!
"Bagaimana caranya bangkit kembali setelah kau terjatuh dan telah dibenamkan sendiri pada orang yang paling kau sayang....?!?!" Aku menghapus air mata yang menetes tanpa permisi, aku benci kembali lemah, aku benci kembali mengingat wildan, aku benci harus kembali menangis karenanya.... Linda membanting boneka yang dipeluknya, Wildan sudah bahagia bahkan mereka sudah memiliki seorang anak, tapi kenapa aku tetap disini seperti ini meratapi nasibku, tidak aku harus hidup normal kembali, aku harus bangkit untuk diriku sendiri, aku harus menata hidupku, aku harus buktikan aku bisa hidup tanpanya....
"Tuhan aku telah memaafkan segala perbuatan Wildan padaku, aku mohon hilangkan segala tentangnya, bagaimana pun caranya buatku aku melupakan semua, sungguh aku telah ikhlas ke hilanganya, aku tidak ingin lagi ada kisah hidup ku berhubungan dengan nya apapun itu, aku tidak ingin apa-apa Tuhan, aku mohon pertemukan lah aku seseorang yang benar-benar yang telah engkau jodoh kan dengan takdir mu..... Karena demi Tuhan sungguh aku tidak sanggup lagi merasakan yang namanya kehilangan, dicampakkan ataupun ditinggalkan....
Andi berlari masuk kerumahnya tidak lupa mengucapkan salam dan memeluk mama juga bang Amri pun tersenyum menggodanya
"Hai anak manja akhirnya Lo pulang juga, sudah mengaku kalah rupanya...."
"Enggaklah bang, aku kesini mau minta Abang ke rumah Linda melamarnya buatku, besok ya...."
__ADS_1
"Haah secepat itu, sudah dewasa rupanya adik Abang yang satu ini..." ujar bang Amri sambil terkekeh
"Amri jangan goda adikmu terus, dan kau Andi jika memang anak mama sudah mantap dengan pilihannya, mama akan segera melamar kan Linda buatmu ya...." ujarnya mama sambil membelai bahu Andi lembut, anaknya ini sangat polos, anaknya lelaki satu-satu yang tidak pernah membawakannya seorang gadis dikenal kan padanya, tidak pernah mendengarnya kelakuan negatif anaknya diluar sana, dan sekarang langsung meminta dipinang seorang gadis, pastilah seorang gadis spesial yang mampu membuat Andi nya jatuh hati, sebagai seorang ibu mana mungkin menolak apalagi ibu sangat yakin dengan pilihan anaknya pasti gadis itu terbaik....
"Kalo begitu ayo Amri, kita harus bersiap-siap membeli segala keperluan buat ke rumah calon besan mama, mama juga sudah rindu dengan ibunya Linda lama tidak berjumpa, Linda pasti secantik mamanya kan Andi....?! seru Bu Dian sambil mengerling kan mata pada Andi sambil tersenyum, Andi mengangguk sambil tertawa senang memeluk mamanya, mama yang terbaik ujarnya... Amri menghampiri mereka berdua dan merengkuh adik dan mamanya juga mereka, aahh seandainya papa masih hidup pasti beliau juga bahagia
Andi bernyanyi kecil memasuki kamar membanting tubuhnya di kasur empuknya dan mengeluarkan ponsel, menatap foto Lindah dan menghubungi nya, setelah beberapa menit ada suara di ujung sana
"Andi tumben lo hubungi aku, masih idup lo?!"
"Kenapa, kangen ya..." goda Andi
"Gue pulang, udah dirumah ne, coba tebak besok ada apa...."
"Ada apa, emang aku dukun gitu bakal tahu besok apaan, udah jangan banyak bacot ngomong aja, lo mau nikah, kok enggak ngundang aku, pelit amat, takut aku habisin isi prasmanan lo...." sahut Linda nyerocos kayak burung beo
"yup benar pake banget, hebat lo bisa nebak, waah kayaknya lo sudah separoh orang pintar deh Lin...."
"Haah, lo beneran mau kawin Ndi?! enak aja lo bilang gue setengah orang pintar, setengah nya apa, orang bodoh gitu..."
__ADS_1
"Hahahaha, ya enggak juga, iya mau nikah gue"
"Kok selama ini lo enggak pernah ngomong, kemarin juga sempat ketemu enggak ngundang gue langsung..."
sahut Linda sambil mengerutkan keningnya, kan aku bilang juga apa semua cowok itu pasti sama, pasti si Andi mau bilang dijodohkan mama nya, Dasar cowok, aahhh untung aku belum sempat buka hati gumam Linda dalam hati dongkol
"Ngapain gue ngundang lo, wong gue nikahnya sama lo..." ujar Andi sambil tertawa
"Emang ya dasar teman enggak ada akhlak, eh apa lo bilang sama gue..."
"Iya sama lo"
"Emang gue pernah bilang iya gitu?!"
"Enggak, tapi mama kita udah telponan tadi dan sudah terima gue jadi menantunya, lo enggak bisa nolak lagi..."
"Apa, enggak lucu tahu...." hardik Linda sambil mematikan telpon nya secara sepihak, dilemparnya gawainya ke sembarang tempat dasar Andi sedeng sungutnya
Andi yang tidak menyangka Linda memutuskan Sabungan hanya tersenyum penuh kemenangan, dia merasa berhasil mengalahkan gadis gunung es tersebut ya hatinya sedingin es balok, lama banget lumernya entah kapan, dia sangat berharap dengan begini Linda bisa percaya keseriusannya dan membuktikan cintanya dengan pernikahan.... "Linda seandainya kau bisa sedikit memberikan aku cela di hati mu akan aku buktikan tidak semua lelaki pengecut, tidak semua lelaki itu hanya datang untuk menghancurkan dan tidak semua lelaki itu akan meninggalkan mu, aku Andi berjanji akan selalu setia dan mencintaimu selamanya, aku berharap pernikahan bisa menyatukan kita.... Andi mengusap janggutnya yang tipis cintanya pada Linda telah membuatnya egois pada gadis itu, tapi hanya ini cara satu-satunya buat memilikinya langsung menjadi suaminya semoga
__ADS_1
Mama Andi tersenyum-senyum melihat tingkah Andi yang selalu bernyanyi dan senyam senyum sendiri, anak bungsunya ini benar-benar jatuh cinta gumamnya, beliau sungguh penasaran dengan gadis bernama Linda, bagaimana paras dan hatinya hingga bisa membuat anak nya yang terkenal dingin dengan gadis ini bisa membuat nya sebahagia ini, meskipun mereka masih silsilah keluarga tapi karena mereka berjauhan dan mis komunikasi membuat keluarga mereka tidak pernah bertemu lagi, seingat ibu Andi sering berkumpul dengan mamanya Linda hanya saat mereka semua masih muda disaat dia menikah dengan papanya Andi dia diboyong kekota ini semenjak itulah mereka putus komunikasi tidak sangka Andilah yang menyambung kembali silaturahmi dengan keluarga nya