
"Tapi kok sprei ini enggak ada darah nya, bukannya kata orang anak perawan itu kalo gituan berdarah?!" tanya Andi sambil tangannya menunjuk sprei yang sedang Linda bereskan, mata Linda mengikuti telunjuk Andi yang dimaksud dia bingung dengan ucapan Andi barusan, tapi beneran juga aku juga pernah mendengar kata-kata itu, tanda gadis perawan jika berhubungan untuk pertama kali pasti berdarah, tapi kenapa aku tidak, tapi seingat aku perawan kan kenapa bisa enggak ada darah ya, jangan-jangan Andi sekarang menilai nya gadis murahan dan pernah melakukan diluar norma, tapikan tidak pernah, aku menyeka keringat yang bercucuran, AC di kamar seakan tidak mempan melawan hawa panas tubuhku, aku cemas dan takut Andi tidak percaya padaku dan menjatuhkan talak pagi ini juga, apa aku harus merasakan sakit hati lagi, ya Tuhan kenapa alam semesta sepertinya tidak pernah berpihak padaku...."
"Aku aku enggak pernah ngelakuin apapun Ndi sumpah ini pertama ya sama kamu, aku juga enggak ngerti kenapa enggak berdarah, sumpah Ndi aku enggak pernah...."
Linda menggigit bibirnya menahan air mata yang sudah menari dibola matanya sedari tadi, melihat wajah istrinya yang pucat pasi membuat Andi menyesal dengan kata-kata nya barusan, dia hanya bermaksud menjahili Linda istrinya tapi kenapa malah jadi drama begini, darah perawan kan cuma istilah bukan sehoror itu
"Hei kenapa kamu nangis, aku cuma bercanda sayang...." sela Andi meraih tubuh Linda kedalam pelukannya, bukannya Linda diam dia malah semakin keras tangisnya
"Kamu enggak percaya ya sama aku, kamu mau talak aku ya, sumpah aku masih perawan kalo enggak percaya ayo kita ke dokter sekarang huhu..." Linda berbicara sambil menangis
"Ke Dokter buat apa..?!" sahut Andi yang menahan tawa geli melihat istri cerewet nya ini
"Ke Dokter buat tes keperawanan aku, ayo biar aku buktikan kalo aku emang masih perawan...."
"Lo emang bego ya, Mau tes gimana, seribu kali tes juga pasti lo enggak perawan lagi lah wong tadi malam gue udah bobolin Lo, iiiih dasar oon ya nih anak...." ujar Andi tertawa gemas mencubit pipi si istri ingin rasanya dia menggigit nya saking gemasnya
"Oh enggak bisa ya....?!"
"Enggak, lagian Lo gua kerjain juga malah dibawa serius aneh ni anak, sini daripada Lo nangis sini gue ajarin Lo cara bercinta yang bikin enak...." sergah Andi sambil nyengir kuda
"Terus kenapa orang berdarah, aku enggak....?!" cercah Linda duduk bersila didepan Andi dengan mimik serius
" Ya karena emang enggak semua cewek kek gitu, menurut buku yang pernah gue baca ni, setiap cewek itu berbeda ada yang selaput darahnya sekali aja tembus jadi langsung berdarah, ada yang selaput darahnya tebal jadi agak susah bisa dua atau tiga kali dimasukin baru berdarah ada juga yang selaput darahnya emang tipis banget jadi mungkin dia naik sepeda atau jatuh atau apalah jadi rusak otomatis berhubungan pertama kali enggak darah lagi, nah mungkin Lo opini yang kedua atau ketiga kali sayang.... eh capek ya gue ngejelasin ke Lo"
__ADS_1
"Terus Lo percaya aku kan, enggak jadi talak aku kan?!"
"percaya seratus persen, siapa yang mau cerai, Lo pikir Lo murah, tekor gue kalo pisah sama Lo habis tabungan gue tahu buat dapetin Lo hahahaha"
Linda memukul paha Andi lalu memonyongkan bibirnya disambut tawa Andi berderai, menarik istrinya menghujani ciuman...
Linda membuka matanya dengan malas, seluruh sendi dan tulang nya rasanya sudah copot semua bahkan dia merasa tidak ada daya lagi buat duduk sekalipun, heran kenapa banyak orang menganggap bercinta itu nikmat setidaknya begitu kata dalam novel yang pernah dibacanya tapi kenyataan rasanya seperti habis dibantai semalaman lemas minta ampun, meskipun lemah Linda tetap memaksakan diri bangun dan berdiri meskipun harus berpegang disisi tempat tidur dan berjalan sempoyongan menuju kamar mandi namun baru beberapa langkah aku menyadari ada yang lain, Linda memicingkan matanya memperjelas apa yang dilihatnya diatas sprei merah, ya warna merah noda itu pasti darah, Linda meloncat senang dan membangunkan Andi yang masih setia didunia mimpinya
"Ndi bangun Ndi, Andi ayo bangun liat deh disprei kita...."
"Hemmm...." namun Andi hanya bergumam tanpa membuka matanya
"Andi ayo dong bangun, sebentar aja liat ada darah...." seru Linda menggoyang-goyangkan tubuh Andi
"Anda ayo bangun liat darahnya...."
"Darah apa sih Linda...." Andi membuka matanya dengan malas, mengucek-ngucek mata dan mencoba mencerna kata-kata Linda
"Andi buka mata lo, liat deh disprei ada noda merah, itu tandanya darah kan berarti itu darah aku kan, itu berarti beneran darah perawan aku kan....?!" nyerocos Linda sepanjang kereta api
"darah mana, eh oya kan gue juga bilang apa...." Andi ikut tersenyum melingkah tingkah Linda yang seperti anak-anak mendapatkan mainan baru
"Ya udah sini kita tidur lagi yuk...."
__ADS_1
"Enggak aahh ayo bangun, aku mau ganti seprei nya yang baru...."
"Buat apaan besok aja gantinya sayang"
"Sekarang aja, aku mau simpan sprei ini sebagai kenang-kenangan, jadi enggak mau aku cuci kan tandanya perawanan aku..." ujar Linda menarik sprei yang masih diduduki Andi sebagian
"Ada-ada aja Lo sayangnya, tanda bukti apa coba, Lo mau perawan ke enggak kek gua tetap mencintai dan terima Lo apa adanya, selalu sayangku..." Ucap Andi beranjak berdiri turun dari tempat tidur dan memeluk Linda dari belakang
"Beneran kamu enggak akan pernah ninggalin aku, bakal setia selamanya....?!" seru Linda membalikkan tubuhnya menghadap ke Andi
"Iya, sumpah demi Tuhan...." ikrar Andi membentuk huruf v ditangannya
"Kalo bohong gimana....?!"
"Enggak akal bohong sayang, alam semesta yang jadi saksinya aku Andi bakal setia pada istri ku Linda selalu hingga maut memisahkan kita...."
"Aah mantan aku juga dulu bilangnya begitu, katanya enggak bisa hidup tanpa aku, katanya aku lah bulan dan bintang nya terus hanya aku gadis yang dicintainya tapi ujungnya ninggalin aku juga tanpa kata putus...." seru Linda cemberut
"Hei jangan samain suamimu ini dengan mantanmu yang pengecut itu ya, enak aja.... Mantan terindah kok dikenang, mantan tuh sampah ya dibuang" seloroh Andi yang cemburu Linda masih mengingat setiap kata mantannya itu
Linda tersenyum menyadari kecemburuan Andi, dia mengalungkan kedua tangan di pinggang Andi dengan manja
"Kamu cemburu ya...."
__ADS_1
"Ay iyalah sayang.... Bisa enggak sih lo hilangin semua tentang mantan lo yang plinplan itu" sahut Andi mendengus kesal.... Entah kenapa setiap Linda menyebut nama Wildan ataupun membahas tentangnya Andi tidak bisa terima dan darahnya mendidih dia menyesal kenapa bukan cinta pertama nya Linda tapikan sekarang dia sudah menjadi cinta terakhir Linda itu yang penting