Sakitnya Ditinggal Nikah

Sakitnya Ditinggal Nikah
EPISODE 20 Serpihan hati


__ADS_3

Wildan yang telah mabuk berat berusaha meraih ponselnya malah terjatuh dan tersungkur tidak bisa bangun lagi hanya bibirnya yang masih bergerak terdengar samar menyebut nama Linda....


Esoknya Wildan terbangun dengan kepala yang begitu berat dia mencoba mengingat kembali kejadian semalam kalo tidak salah dia mendengar suara Linda dengan jelas, Wildan mencari ponsel dan segera memeriksa log panggilan keluar, benar saja nama Linda tertera disitu, Wildan pun berfikir keras menggali ingatannya apa yang sudah dikatakannya pada gadisnya tersebut saat di alam tidak sadar dalam pengaruh alkohol, namun mencoba berfikir malah membuatnya semakin pusing, semoga saja dia tidak mengatakan sendiri tentang perjodohan.... Wildan membenturkan kepalanya ketembok menyesali kebodohannya sendiri telah meneguk minuman haram tersebut malah membuat hidupnya semakin kacau....


"Eits bro jangan seperti ini caranya nanti Lo bisa tamat and ini tembok rumah gue bisa jebol...." Ujar Doni bercanda sambil mengusap tembok rumahnya


"Gue pusing Don, Lo juga bukannya periksa. kepala gue malah ngurusin tembok lo...."


"Hehe, ini mahal tahu sayang jika sampe rusak oleh orang yang lagi sakit ati..."


Wildan nyengir sambil nonjok bahu Doni


"Sepertinya lo harus pulang deh, lari masalah seperti ini enggak akan bisa menyelesaikan masalah bro" kata Doni serius


"Iya gue pikir juga begitu lagian gue udah kangen banget sama Lindah, gue beneran enggak bisa jauh-jauh dari dia...."


"Cinta emang bikin stres ya, untung aja gue enggak kenal itu cinta...."


"Bukannya cinta yang bikin stres tapi perjodohan ini yang buat gue gila...."


"Hahaha Kasian amat nasib pangeran eh salah anak mami..."


"Sialan Lo, enak aja gue bukan anak mami tapi anak papi, enggak lucu tahu" Wildan menonjok Doni kembali, Doni dengan sigap menangkapnya, mereka tertawa


"Lo cakep kalo tertawa gitu, liat tampang lo dari kemarin ikut stres gue...."


"Hayo bantuin gue siap-siap gue mau pulang sekarang...." Wildan tersenyum plong dengan semangat setelah dia mengambil keputusan kembali ke Lindah hatinya sangat lega beban dihatinya sudah terangkat


Doni menggeleng kepalanya, ini anak mama yang manja kebiasaannya memerintah semua orang sampe enggak sadar Sekarang ini rumah siapa, yang merintah siapa masih aja merintah seenak jidat gumamnya sambil membantu memasukkan barang saudaranya itu kedalam tasnya....

__ADS_1


Beberapa jam kemudian Wildan telah sampai kerumahnya setelah beristirahat sejenak dia segera mengirim pesan pada Lindah mengajak bertemu, Lindah yang kebetulan lagi didepan pintu rumah kekasihnya mendengar bunyi ponselnya mengusap layarnya tersenyum membaca chat Wildan, Lindah begitu bersemangat setelah membaca pesannya dia menyentuh gagang pintu Wildan memastikan orangnya beneran sudah datang apa tidak tiba tiba tiba terbuka dan sebuah tangan menarik masuk kedalam pelukannya Lindah hampir saja menjerit histeris namun tersadar saat mencium aroma parfum orang yang sangat dirindukannya selama ini, Wildan memeluk Lindah begitu erat "Sayang gue kangen banget sama lo bisiknya


Lindah mematung tidak percaya jika manusia yang dihadapannya sekarang beneran pria yang sangat dirindukannya.... Wildan yang merasakan pelukannya tidak direspon melepaskan dan menatapnya lekat


"Sayang apa Lo enggak kangen sama aku, Lo marah ya, tolong maafin aku ya sayang...."


"Lo beneran Wildan?!??" Tanya Lindah menyelidik


"Emang lo punya Wildan kedua??"


Lindah menangis memeluk Wildan untuk beberapa saat kemudian memukulinya....


"Kamu kemana aja, kenapa baru pulang, kenapa enggak pernah hubungi gue, kenapa jarang ngechat gue, kamu kamu sudah lupain aku, kamu sudah berubah, kamu enggak sayang aku lagi ya, aku kangen banget kamu tahu enggak....!!!!!?? Lindah menangis sejadi-jadinya meluapkan segala uneg-unegnya selama ini, Wildan menariknya kembali kedalam pelukannya dan ikut menangis haru


"Enggak sayang, enggak mungkin aku bisa lupain kamu, gue sayang banget sama lo, gue lagi ada masalah, Lo mau janji ya enggak akan pernah tinggalin gue...."


"Baiklah, tapi kamu harus janji dulu enggak akan marah apalagi berniat pergi meninggalkan aku....??!!"


"Iya janji....!?!!"


"Baiklah ayo duduk disini...." ujar Wildan sambil menepuk sofa disampingnya, meminta Lindah duduk didekatnya lalu menggenggam tangannya


"Sayang kamu ingat saat aku katakan ayah ibu memanggilku...."


"Iya, lalu...." sahut Lindah mulai cemas


"Iya, ketika aku sampai disana ternyata orangtuaku bukan mengajakku keacara koleganya melainkan berniat mengenalkan aku dengan seorang gadis anak teman papa...." cerita Wildan sambil menarik napas melirik Lindah


"Maksud kamu, kamu dijodohkan?!" potong Lindah seketika berdiri, pelupuk matanya mulai basah

__ADS_1


"Tapi aku sudah menolaknya Lin...."


"Lalu kemudian apa, pernikahan kalian batal atau....?!?!"


"Mama pingsan...."


"Lalu kenapa kamu tetap disini, lalu kenapa tetap memintaku bersama, lalu kenapa kamu enggak kasih tahu aku, minggir aku harus pergi...."


"Lin lin, aku juga enggak mau dijodohkan tapi mama pingsan, memaksa aku buat pergi menemui Sienna, tapi kami hanya sekedar kenalan tidak lebih...."


"Terus, kamu anggap aku apa, ban serep atau pelabuhan kamu haah?!"


"Maksud kamu apa sayang.... aku hanya mencintai kamu apapun yang terjadi cintaku ya hanya kamu....?!?!"


"Bagiamana dengan keluargamu, apa mereka bisa terima aku, enggak kan, sudahlah Wil, lebih baik kita ngalah, mungkin ini yang terbaik...."


"Mengalah gimana maksud lo, aku enggak akan pernah lepasin lo, cinta kita pasti kuat terima apapun cobaan nya sayang, aku mohon jangan pernah tinggalin aku ya...."


"maksud lo apa, batalin perjodohan kalian tapi gimana caranya....!?!"


"Entahlah sekarang aku juga bingung mikirin tapi satu yang harus nyakin cinta dan diriku hanya padamu, kamu mau kan bantuin aku lewati ini semua kita lewati bersama....." sahut Wildan menatap Lindah penuh harap


Lindah terdiam tidak merespon, dia tidak tahu harus menjawab apa, masalah ini membuat otaknya blong tidak bisa berpikir apapun


"Sayang jawab dong, kok diam kamu maukan bantuin aku, jangan tinggalin aku ya, saat ini aku hanya butuh dukungan lo...."


"Entahlah Wil, maaf aku juga enggak tahu harus ngapain, tapi kata hatiku bilang ini salah, kamu sudah dijodohkan, itu artinya aku harus mengalah, kamu bukan milikku lagi, aku tidak punya hak atas kamu...." sahut Lindah berusaha menahan airmata di pelupuk matanya


Wildan tertegun menatap Lindah, kata-kata Lindah seperti anak panah yang menghujam hatinya, benarkah dirinya bukan milik Lindah lagi, apa ini artinya dia tidak punya hak untuk memilih, benarkah hidupnya sudah ditentukan..... Wildan mengusap wajahnya, tidak dia tidak akan biarkan itu semua terjadi, dia akan berjuang demi cintanya dengan Lindah, dia tidak akan biarkan waktu kembali merebut cintanya, cukup sekali dia merasakan kehilangan Hany, dia tidak bisa terima jika harus kehilangan Lindah juga, pokoknya apapun yang terjadi Wildan harus bersatu dengan Linda titik tekadnya

__ADS_1


__ADS_2