Sakitnya Ditinggal Nikah

Sakitnya Ditinggal Nikah
EPISODE 13 Berlibur


__ADS_3

Lindah bergegas masuk kedalam rumahnya mulai mengemasi barang-barangnya, cukup buat dua hari, Milakan juga tinggal di daerah T sama dengan Doni mungkin rumah mereka juga tidak begitu jauh, dengaj begitu bersenang-senang berempat.. semoga Mila sedang libur, harap Lindah sambil berlari kekamar Mila "Mil lo libur enggak besok, kita kepantai yuk...." seru Lindah semangat


"Iya kak tapi cuma dua hari, kepantai, mau kebetulan Mila sudah lama enggak kepantai.... Ujar Mila terkekeh


"Iya, tapi bukan cuma kita berdua ada Dion dengan Doni enggak apa-apaka!"


"Oh kakak sudah janjian sama kak Dion dan kak Doni seru dong, kalo gitu hari ini aja kita berangkatnya kak biar agak lama disananya.."


"Tapi kakak sudah ngomong sama Doni besok_


"Oke, kalo gitu Mila berkemas dulu ya"


Selama perjalanan Lindah dan Mila tertidur sehingga Wildanpun memejamkan matanya sedangkan Doni dari semalam dia sudah berangkat, Dia sudah menyiapkan semua kebutuhan mereka katanya, beberapa jam kemudian akhirnya mereka sampai, Wildan mengantar mereka dulu kerumahnya Mila barulah kemudian dia kerumahnya Doni....


Lindah dan Mila langsung kemeja makan perutnya sudah meronta-ronta sedari tadi, tante leny yang memperhatikan mereka sedari tadi hanya tersenyum dan menggeleng kepalanya dia hapal betul kelakuan anaknya yang sudah seperti adik kakak ini, apalagi semenjak Mila anaknya memutuskan tinggal dirumah Lindah termasuk bersekolah disekolah Lindah merekapun semakin akrab, jika mereka berdua lapar mereka tidak akan memikirkan apapun selain makanan.... Tante Leny segera beranjak keruang keluarga membiarkan kedua anak gadisnya itu menikmati masakanya....


Setelah kenyang mereka berdua baru ingat untuk menyapa mama Mila, Mila dan Lindah segera ikut bergabung diruang keluarga, Mila memeluk mamanya dan berkata kangen, mama Mila tersenyum membalas hangat pelukan anaknya yang sudah sangat dirindukannya apa daya sepertinya Mila lebih betah disana, ya mama Lindah dengan tante Leny adik beradik jadi beliau tidak mempermasalahkan jikapun anaknya lebih suka tinggal dirumah Lindah


"Ngomong-ngomong apa yang membuat kalian mendadak datang kesini, pasti ada sesuatu...." tanya tante Leny tersenyum, beliau sedikit heran kedua anak gadisnya mendadak datang mengunjunginya


"Mila kangen mama, kebetulan Mila libur dua hari jadi sekalian deh kit bisa main kepantai, iyakan kak Lindah?!" Lindah mengangguk cepat dan tersenyum kearah tantenya


"Iya tan, bolehkan kami jalan-jalan selama disini...."


"Kalo gitu kalian istirahat aja dulu jika mau main atau jalan entar sore aja ya...


"Siap maa" sahut Mila dan Lindah sambil mengangguk cepat, merekapun berlari kekamar....


Lindah dan Mila lagi asyik bermain di dikamar dengan adiknya Mila hingga tidak menyadari hari sudah beranjak malam, sebuah pesan masuk di handphone Lindah segera membuka chat dari Wildan


"Sayang malam ini kita jemput ya dinner dirumah Doni"


Lindah menghela napasnya makan malam dirumah Doni apa enggak apa-apa, inikan buat pertama kalinya Wildan mengenalkan keluarga Doni kepadanya, akankah pamannya Wildan akan menyukai.... Namun Lindah tidak punya alasan menolaknya

__ADS_1


"Oke sayang"


Setelah membalas pesan Wildan, Lindah melirik jam dinding didepannya sudah masuk waktu magrib, Lindah dan Mila beranjak sholat kemudian bersiap-siap untuk makan malam tidak lupa minta izin dulu ke tante leny....


"Tante enggak usah buat makan malam ya, teman Lindah ngajak makan malam dirumahnya, boleh?!?!"


"Boleh tapi jangan kemalaman pulangnya ya...."


"Siap tant, makasih ya..."


Assalamualaikum, suara salam terdengar dari luar Mila bergegas membuka pintu....


"Kak Wildan, kak Doni Ayo masuk, bentar ya Mila panggilkan kak Lindah dulu"


"iya Mil makasih ya...." ujat Wildan tersenyum


"Kak kak Lindah kak Wildan sudah jemput, buruan"


"Ih kakak cantik banget...." Seru Mila takjub, Lindah menjitak kepala Mila sambil tersenyum dan itu membuat suasana hati Lindah yang gugup sedikit mencair.... Merekapun berjalan keluar sambil bergandengan tangan, Wildan yang melihat Lindah menatapnya terpana tanpa berkedip sedikitpun, Lindah begitu cantik malam ini dengan gaun putih diatas lututnya begitu manis dan sempurna dimata Wildan, wajar saja kali ini Wildan terpesona baru pertama ini dia melihat Lindah berdandan gadis biasanya Lindah hanya memakainya kaos oblong dipadu celana jeans santei jika mereka keluar bersama, ternyata anak ini bisa juga feminim gumamnya dalam hati, Lindah yang dikenalnya selama ini Lindah yang tomboy dan cuek, hanya hatinya yang cantik ternyata fisiknyapun sangat cantik....


"Wooiii mau sampai kapan pandangannya, keburu dingin makanan dirumah...." suara Doni membuyarkan suasana, Wildan cepat-cepat mengalihkan pandangannya sedangkan Lindah menunduk salah tingkah.... Mila yang sadar dengan keadaan kikuk begitu segera menanganinya.....


"Kak Doni mamanya masak apa malam ini?!"


"Masak yang spesial buat kamu calon menantunya?!" sahut Doni sambil mengedipkan matanya genit ke Mila, Doni mengeluarkan jurus buaya daratnya


"Huuh siapa juga yang mau sama buaya kadal macam kakak?!" ujar Mil sambil memperhatikan tinjunya pad Doni


"Aaahh macak ciih, abang Doni rela insaf demi adik" ucap Doni lucu sambil mencuil lengan Mila"


"Iiis kak Doni emang Mila sabun dicolek-colek" omel Mila sambil mengibaskan tangannya


"Sepertinya kalian emang keluarga galak ya, kirain Lindah cewek paling galak eh enggak tahunya adiknya ini lebih galak, takut" seru Doni tertawa

__ADS_1


Wildan menggeleng-geleng kepalanya melihat kelakuan sepupu mereka, setiap ketemu pasti rame seperti satu kampung


"Ayo buruan keburu malam nanti" ujar Wildan menarik tangan Lindah


Mereka berempat segera beranjak setelah pamit dengan mamanya Mila, Wildan membukakan pintu mobil buat Lindah, Doni tersenyum dan masuk ditempat stir, sepertinya dia bakal jadi sopir mereka ujarnya tersenyum.... setelah menyuruh Mila duduk disampingnya....


"Mil kita jadian juga yuk, daripada kita cuman jadi obat nyamuk merekakan enggak seru....?!" seru Doni memeceh keheningan diantara kami, Mila yang keki digombalin oleh Doni menjulurkan lidahnya kearah Doni....


"Terimakasih, nolak" sahut Mila mulai kesal


"Haah, cowok sesempurna gue lo tolak, entar nyesal lo!?"


"Tenang aja Mila enggak akan nyesal, kalo cowok seperti kakak mah stock Mila banyak...."


"Tapi pasti enggak ada seganteng abang dek, eh kita sampai, ayo masuk cintaku yang sopan ya sama camer.." Mila menepuk bahu Doni yang tertawa....


Wildan menggenggam tangan Lindah memberinya semangat masuk uk Doni, dia daritadi memperhatikan Lindah yang gugup, Wildan membisikkan kata-kata ditelinga Lindah


"Jangan takut ada gue disini"


Lindah menoleh dan tersenyum, Lindah memandangi sekitar rumah Doni ternyata Doni juga termasuk keluarga terpandang disini sepertinya mereka semua terlahir sebagai orang kaya, Lindah semakin minder dan pesimis akan hubungannya dengan Wildan.... Keluarga Doni bahkan punya toko perhiasan, dia yakin itu punya keluarganya Doni karena letaknya masih diwilayah kawasan rumah mereka.... Doni yang melihat wajah Lindah pucat mencairkan suasana....


"Lin lo suka gelang enggak, sini lihat ini hasil buatan tangan Doni sendiri lo" Doni menunjuk kristal, permata ataupun mutiara namanya itu entahlah Lindah tidak begitu paham barang-barang seperti itu karena dia memang tidak begitu suka dengan perhiasan....


"Sayang sini deh, ini cantik ya, suka enggak sayang...." seru Wildan menunjuk sebuah gelang berwarna hijau


" Iya yang kamu tunjuk cantik" ujar Lindah menyahut sekenanya


"Don gue pesan ini ya...." seru Wildan kepada Doni menunjuk gelang tadi


"Tenang aja bro malam ini juga gue siapin pokoknya beres"


Mereka melangkah masuk kerumah Doni, seperti rumah yang tidak berpenghuni, mereka duduk diruang tamu tanpa ada tuan rumah yang menyilahkan masuk selain Doni tentunya... Doni dan hanya Doni yang tampak dan sibuk melayani mereka, menyediakan sendiri minuman, kue dan cemilan, Lindah dan Mila berpandangan mereka seolah sepakat jika tuan rumah tidak berniat menerima mereka.... Hingga waktu makan malam hanya seorang yang datang mempersilahkan mereka keruang makan, begitupun saat makan malam semua anggota keluarga hanya diam menikmati makanan mereka tanpa ada basa-basi sekedar menyapa.... Lindah menyelesaikan makanannya cepat hanya satu keinginannya segera menghilang dari suasana canggung ini, Setelah makan mereka semua kembali keruang tamu, lagi-lagi mereka hanya berempat tanpa ada keluarga Doni menemani.... Lindah memberi isyarat pada Wildan agar mereka pulang, Wildan mengangguk dan beranjak menarik tangan Lindah pamit dengan orangtuanya Doni diruang keluarga

__ADS_1


__ADS_2