Sakitnya Ditinggal Nikah

Sakitnya Ditinggal Nikah
EPISODE 17 Kepergian Wildan


__ADS_3

Lindah mondar-mandir dikamarnya gara-gara aku tertidur selama perjalanan tadi jadinya sekarang matanya tidak bisa lagi terpejam, diliriknya Mila sudah sedari tadi tidur pulas jadi bosan sendiri.... Aku memutuskan berjalan keteras rumah memilih bangku sudut rumah, sudah lama aku tidak menikmati suasana sendiri disini....Begitu nyaman.... Terkadang kebahagiaan itu tidak harus selalu hal besar menikmati keadaan seperti ini juga sudah bisa bahagia, Lindah memejamkan matanya menikmati angin sepoi-sepoi dan wanginya aroma bunga tanpa ada suara sebuah kecupan mendarat di kening nya, Lindah terkejut dan membuka mata Wildan tepat berdiri di depannya tersenyum menatapnya penuh cinta....


"Halo ngapain sendiri disini, kenapa enggak ajak aku sayang"


"Pengen aja, habisnya mataku enggak mau diajak tidur jadi bawa jalan, kamu sendiri ngapain tiba-tiba nongol disini...."


"Ya iyalah lo dijalan tadi tidurnya kayak kerbau mana enggak ada rasa bersalahnya lagi paha siapa yang jadi korban...."


"Iya maaf, terima kasih lo pahanya empuk lebih empuk dari bantal aku dirumah....


Sahut Lindah tertawa, Wildan menjitak kening Lindah lembut, mereka berdua tertawa....


"Sayang keluar yuk ...."


"Malas ah masih capek, kita disini aja ya sayang"


"Ya sudah, sayang besok gue harus pulang ketempat mama ya, tadi papa pesan gue harus temani mereka keundangan coleganya, gue harus tinggalin lo sehari enggak apa-apakan sayang....???!"


"Iya enggak apa-apa dong sayang asalkan kamu enggak tinggalin aku untuk selamanya aja....!!!"


"Tidak, tidak akan pernah sayang, cintaku hanya kamu dan tidak akan tergantikan"


"Serius?!"


"Sumpah, oh iya sayangku ini buat kamu, dipake ya awas sampai hilang"


"Cincin, gede amat, mana muat....!!"

__ADS_1


"Itu emang cincin gue, sebagai kenangan, ini mah bukan cincinnya yang gede tapi jari lo yang kekecilan tau...."


"Ihh enggak mau...."


"Awas lo kalo enggak dipakai...."


"Ih ya bawel, ni aku pakai muatnya di jempol aku noh"


"Hehehe, besok pasti gue kangen lo banget sayang, pokoknya gue bakalan hubungi lo terus menerus ya.... Gue enggak akan biarin kesayanganku ini merasakan rindu meskipun hanya semenit" ujar Wildan sambil menarik Lindah kedalam pelukannya....


"Seandainya bisa ingin rasanya gue bawa lo sekalian sayang, gue benar-benar enggak bisa hidup tanpa lo...."


Lindah yang mendengar gombalan Wildan daritadi mencubit lengan Wildan gemas


"Bisa tidak sehari aja lo tidak gombalin aku heeh...."


"Iya sayang...."


Keesokan paginya Lindah melirik ponsel ada pesan dari Wildan, Lindah dengan cepat membukanya


"Sayang gue pergi dulu, maaf gue enggak pamit, gue tadi berangkatnya sehabis sholat subuh, gue takut gangguin tidur lo, gue cuma pamit lewat chat.... love you....


Lindah tertegun setelah selesai membaca chat Wildan, memeriksa waktu dikirimkan pukul lima sekarang sudah pukul delapan itu berarti sudah hampir sampai tujuan, Lindahpun tersenyum kemudian membalasnya


"Sayang sekarang dimana, kalo sudah sampai hubungi aku ya, kangen"


Beberapa menit kemudian hingga beberapa jam berlalu Lindah menunggu tapi tidak ada juga balasan, Lindahpun mulai cemas dia mulai takut Wildannya kenapa-kenapa....

__ADS_1


"Sayang lo baik-baik ajakan, sayang tolong balas jangan buat aku cemas"


Lagi-lagi tidak ada balasan, airmata Lindah mulai menetes, bagaimana ini aku harus bertanya dengan siapa kabar Wildan.... Aku tidak mau kehilanganmu Wildan.... rintih Lindah


Hingga waktu pagi berganti sore Lindah hanya bisa menatap ponselnya berharap ada balasan, tapi sia-sia tidak juga ada jawaban dari Wildan, Lindah menghubunginya sambil menangis, airmata sudah membanjiri wajahnya namun percuma ponsel Wildan bahkan tidak aktif.... Lindahpun berteriak menyebut nama Wildan mencoba meringankan sedikit beban pikirannya.... Tiba-tiba ponsel ditangannya berbunyi sebuah pesan masuk dengan cepat Lindah membuka


"Sayang gue sudah sampai pukul delapan tadi, maaf baru bisa chat kamu, Sayang apapun yang terjadi kamu harus percaya cintaku hanya untukmu"


Lindah menatap nanar layar ponselnya, apa maksudnya isi chat Wildan ini, ada apa sebenarnya yang terjadi, kenapa dengan Wildan.... Emang apa yang akan terjadi???? Apakah Wildan akan meninggalkannya???? Apakah Wildan dijodohkan??!!"


"Sayang maksud lo apa????"


tapi lagi-lagi Wildan tidak membalasnya, Lindah mencoba menghubungi namun ponsel Wildan kembali tidak aktif, Lindah menjatuhkan dirinya airmatanya semakin deras.... "Wildaan aku mohon beri aku penjelasan tentang semua ini, sebenarnya apa yang terjadi disana, ada apa denganmu.... Lindah menarik boneka memeluknya membiarkan airmatanya terus menetes sambil menyebut nama Wildan hingga tertidur....


Dalam tidurnya Lindah bermimpi berjalan bersama Wildan sepertinya kehutan namun ditengah perjalanan ada sebuah jembatan kayu lebih bisa disebut balok kayu untuk penyebrangan dibawahnya ada sungai dengan arus yang lumayan deras, dan mereka harus menyeberangi sungai tersebut, Wildan menganggukkan kepala ke Lindah memberi kode dia yang akan menyebrang duluan, Lindah menatap Wildan yang melewati balok kayu sampai kesebrang dengan selamat, Wildan melambaikan tangannya meminta Lindah menyusulnya, sekarang gilirannya, Lindahpun mulai melangkah berjalan melewati balok kayu namun naas baginya tepat ditengah-tengah jembatan tersebut kaki Lindah terpeleset dan jatuh kedalam sungai, aku berteriak sekuat tenaga meminta tolong.... Wildan yang melihat kekasihnya terjatuh histeris, berteriak memanggil nama Lindah dengan wajah cemas, Lindah semakin hanyut dalam arus tapi Wildan tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya hanya berteriak dan berteriak hingga beberapa menit kemudian ada seseorang melompat dan menolong Lindah menariknya kedaratan, Lindah menoleh tetapi lelaki yang menolongnya itu bukan Wildan, aku bahkan tidak mengenalinya sama sekali....


Aku terbangun dengan bibir masih menyebut nama Wildan, menatap sekeliling kamar yang gelap, ternyata sudah malam entah sudah berapa lama aku tertidur, aku cepat-cepat memeriksa handphone ada pesan dari Wildan, aku mengusap airmata


"Sayang percayalah, apapun yang terjadi aku hanya mencintaimu"


Hanya kata-kata itu lagi yang dikirimkan Wildan, aku tertegun pesan Wildan ini apa sebenarnya ada hubungannya dengan mimpiku barusan?!!? tapi apa maksudnya?!!?


Airmata Lindah kembali menetes, akankah Wildan tidak akan menghiraukan aku lagi seperti mimpi itu.... Apakah sesungguhnya takdir mereka berpisah....????!!! Tidak, aku tidak sanggup kehilanganmu Wildan.... Tidak, Wildan tidak akan meninggalkanku Wildan sudah janji gumamku menghibur diri


Wildan memarkir sepeda motornya didepan rumah, untuk sesaat menatap rumah Lindah dengan tatapan hampa, kemudian berjalan kearah rumahnya sendiri memutar kunci lalu bergegas masuk kedalam, menghempaskan tubuhnya disofa dan bersandar lalu mengusap airmatanya yang terjatuh sedari tadi.... Meraih ponsel dari saku celananya dan mengetik nama Lindah cintaku lalu menghubunginya namun tidak ada lima menit kemudian Wildan mematikanya membatalkan sendiri panggilannya, dia teringat kejadian kemarin dengan orangtua nya


Wildan melempar semua apa yang ada di depan matanya kemudian berteriak sekencang-kencangnya, dia tidak bisa menahan emosinya mengingat kembali kejadian semalam

__ADS_1


__ADS_2