Sakitnya Ditinggal Nikah

Sakitnya Ditinggal Nikah
Episode 38


__ADS_3

"Linda sayang sudah siap belom, ayo buruan antar keburu siang Lo.." Andi berteriak di ruang tamu sambil memasang sepatunya, kebiasaan cewek kalo dandan pasti lama ujarnya meringis


Linda datang menghampirinya dengan memakai piyama dan rambut yang digulung keatas, wajahnya pucat dan lemas berjalan pun seperti nya susah menghampiri Andi kemudian menjatuhkan tubuh kecilnya ke sofa di samping suami, Andi yang menatapnya dari tadi cemas melihat raut istrinya begitu letih dan lemah bergegas menyentuh kening Linda namun tidak panas kaki tangannya juga tidak dingin


"Kamu kenapa sayang, sakit....!?" tanyanya dengan nada khawatir


"Enggak aku cuma lemas kecapekan kayaknya" sahut Linda dengan gontai


"Maaf ya sayang sudah buat kamu begini, jadi kita enggak jadi belanja hari ini?!"


"Kamu aja deh yang berangkat, aku di rumah aja"


"Kok gitu sayang, ya udah kita batalin aja antar sore atau besok deh"


"Lah kalo kamu enggak pergi terus kita makan apa dong, isi kulkas kosong, di dapur juga enggak ada apapun...."


"Kita order aja ya, atau kita tunggu penjual sayur keliling aja gimana...."


"Oh ada Abang sayur keliling, kenapa enggak bilang kan enggak perlu pergi jauh...."


"Iya niatnya sih sekalian ajakin kamu jalan-jalan sayang, kalo di rumah terus liat kamu, bawaan khilaf terus antar istri cantik ku ini pingsan lagi aku buat hehe..." jawab Andi cengengesan sambil mengedipkan matanya sebelah


Linda melempar gawai ditangannya kearah Andi, Andi dengan cekatan menangkap sambil tertawa


"Lin kamu tungguin Abang sayur ya, aku kebelet ni....."


"Iya buruan ya"


Andi meleset berlari ke kamar mandi, sayup-sayup dia mendengar suara Abang sayur namun karena sudah kebelet dia tidak menghiraukan, Linda menoleh kebelakang Andi belum juga muncul batang hidungnya alhasil dia yang keluar memanggil penjual sayur tersebut....

__ADS_1


"Bang masih ada sayur enggak...."


"Eh si eneng, ada neng mau sayur apa, ikan dan ayam juga ada...." sahut penjual sayur sambil berhenti


Aduh beli sayur apa ya, Linda menggaruk kepalanya bingung, melihat tingkahnya si abang sayur berinisiatif bertanya kembali


"Si Eneng mau masak apa?!"


ditanya begitu aku semakin bingung, masak apa ya, aku celingukan ke arah pintu rumah namun sang suami tercinta belom nongol juga, Linda berteriak memanggil Andi


"Andi kita beli apa...."


Andi menyahut dari dalam rumah dia sengaja menjahili istrinya yang tidak bisa memasak, dia membayangkan wajah Linda pasti panik memilih sayur haha


"Beli bayam sama ikan bawal aja sayang, sama laos ya...." Pekiknya dari dalam rumah


Linda mengagguk kemudian memesan yang dikatakan Andi namun tiba-tiba ibu-ibu tetangga datang menyerbu penjual sayur membuat si Abang sayur sibuk melayani....


bentar bang, berapa ya kalo aku berteriak malu sama ibu-ibu kalo ditinggal nanti kehabisan pula.... Linda mengambil inisiatif sendiri


"Satu kilo aja bang, kalo bayamnya 2 ikat ya sama laos berapa aja...." sahutnya


Abang sayur mengangguk sambil melayani ibu-ibu yang lain, karena sibuk Abang sayur hanya ingat ikan dan bayamnya saja kemudian memberikan kepada Linda, Linda memeriksa dan menyadari kurang Laos


"Bang Laos nya belum ada...."


"Oh ambil aja sendiri neng..." sahut Abang sayur tanpa menoleh


Linda memandangi semua barang jualan, namun dia tidak menemukan yang namanya Laos ya gimana mau ketemu, bahkan dia tidak tahu bentuk Laos itu gimana.... Setelah sekitar sepuluh menit berdiri, sebagian ibu-ibu telah selesai belanja dan tersenyum pamit padanya, si Abang sayur menyadari jika Linda masih dalam posisinya melototi sayurnya

__ADS_1


"Neng kenapa ada yang mau ditambah?!'


"Enggak bang, yang namanya Laos mana ya....?!"


"Oh Laos, ini neng bilang atuh kalo tidak kenal Laos hehe"


Andi yang mengintip dibalik tirai jendela menahan tawa melihat tingkah istrinya


"Bang berapa, maaf ya aku tinggal dulu duitnya didalam rumah..." seru Linda sambil buru-buru masuk kedalam, Andi yang melihat istrinya mau masuk panik dan bersiap masuk kedalam kamar namun keburu di tabrak dengan Linda yang sudah didepannya


"ekhem ekhem sayang sudah ya belanjanya...." Tanyanya kikuk


"Iya, tolong bayarin dong aku enggak pegang uang...." jawab Linda sambil ngeloyor pura-pura enggak tau suaminya mengintip


Andi bergegas keluar dan membayarnya sambil berfikir jawaban nanti jika Linda ngambek dia jahil barusan namun Andi tidak menyangka jangankan marah Linda bahkan biasa aja, membawa belanjaannya lalu bergegas ke dapur sebenarnya Linda bukan tidak kesal dengan tingkah suaminya namun dia menyadari aku tidak bisa memasak aku bertekad hari aku harus bisa memasak dan akan membuktikan kalo Linda juga pasti bisa jadi istri yang terbaik, ceilleh sepertinya harapan Linda terlalu jauh ya, kwek-kwek


Linda bergegas ke dapur dan berniat membersihkan ikan tersebut tidak lupa bertanya pada mbah google teritorial membersihkan ikan serta bahan plus cara memasaknya karena konsentrasi terbagi dua, Linda tidak hati-hati dan melukai tangannya namun perih ditangan tidak dihiraukan membayangkan hasil masakannya nanti bahkan tidak menyadarinya jika berdarah, Linda tersentak saat matanya beralih dari ponsel ke wastafel, ikan di tanganya telah berwarna merah melihat pemandangan tersebut se konyong-konyong membuatnya sempoyongan


"Haaah merah, darah..... Andi darah darah di mana-mana, aku ibuu....." buuk.... Linda berteriak kemudian jatuh pingsan, Andi yang yang sedang menonton TV terkejut mendengar suara teriakan istrinya dibarengi suara jatuh dia berlari dan terkejut mendapati Linda telah terkulai didepan dapur, dengan panik plus heran dia menggendong istrinya membaringkan ke sofa....


"Lin Linda sayang kamu kenapa...." Andi menepuk-nepuk pipi Linda menyandarkan, Linda membuka mata membuat Andi sedikit lega


"Sayang kamu kenapa, kok jatuh pingsan, kamu sakit....?!"


"Enggak, darah bu.ibu ibu daraaah ...." sahut Linda menggeleng lemah menatap tangannya penuh darah lalu pingsan lagi, Andi mengusap wajah cemas melihat Linda terkulai di pelukannya, bagaimana ini, apa yang terjadi pada istrinya, dipegangnya tangan Linda lalu bergegas mengambil alat P3K kemudian mengobati obat dan memberi perban, mengolesi minyak kayu putih terus berharap Linda segera sadar.... Andi sungguh tidak habis pikir ada apa dengan Linda, apa penyebab pingsan, sakit kah atau dia takut darah entahlah sepertinya dia pernah trauma sesuatu yang menyangkut darah, semoga saja Linda bisa di ajaknya bercerita dan mengatakan semua setidaknya hanya itu yang bisa diperbuat sekarang, Linda perlahan membuka mata, menatap Andi berpindah ke tangan melihat tangan sudah di perban tanpa darah perlahan mencoba duduk Andi dengan sigap membantunya


"Sayang kamu kenapa?!"


"Enggak, aku enggak apa, aku hanya pernah trauma akan darah"

__ADS_1


"Sebentar ya aku ambilin kamu air minum dulu" Andi berlari kearah dapur tidak lama dia datang dengan segelas air ditangannya menyerahkan pada Linda yang segera meminumnya


"Nah sekarang coba ceritain semua ya.." Ujarnya sambil menarik Linda ke pangkuan nya


__ADS_2