
Aku menarik napas ku dalam-dalam setelah sekian lama akhirnya aku menginjakkan kakiku kembali ke kota ini.
Menatap semua sekarang jauh lebih baik, gedung dan toko-toko lebih ramai dari sebelumnya, kota kelahiran ini terasa asing bagiku, tiga tahun yang lalu aku pergi waktu yang cukup lama untuk pergi mengubur dan melupakan semua kenangan pahit ku....
Aku mengitari setiap sudut kota, tanpa ku sadari kaki menuntunku kesebuah rumah. Langkah terhenti saat mata menangkap penghuni rumah yang tak ku kenal, seorang wanita, apa itu Sienna, istrinya Wildan? aku memang tidak pernah melihat nya, hanya mengenalinya di dunia maya..
Kaki ku mundur teratur tanpa suara, bahkan ku rasa suara detak jantung ku lebih kuat dari suara langkah kakiku sendiri
Wildan tak hanya mengambil semua masa laluku dia pun telah memiliki rumah kami seutuhnya, karena ayah jatuh bangkrut dan tak sanggup membayar semua hutang Piutangnya dengan ayah Wildan dan pinjaman pada Bank membuat semuanya berubah.
Masih jelas dalam ingatanku saat ayah berkata....
"Nak ayah minta maaf ya kita harus pindah dan meninggalkan rumah ini, ini bukan punya kita lagi, ayah sudah berusaha sekuat tenaga semampu ayah mempertahankannya tapi ayah gagal, maafkan ayah".....
__ADS_1
Aku menepis airmata ku yang jatuh, Aaaggh..... tak ada gunanya mengingat masa lalu.
Sepuluh menit kemudian aku telah sampai di rumah Tante, janjiku akan datang saat Tante mengundang acara syukuran..
Aku baru saja mau masuk pintu rumah saat langkahku lagi- lagi terhenti, mataku tertuju pad sosok di depan yang sangat ku kenal dengan ciri khas senyum yang pernah sangat aku puja..
Wildan??
Ku coba mengucek-kucek mataku berharap salah lihat, tapi percuma sosok itu tetap ada malah tersenyum manis padaku.
"Lindah, kamu udah datang sayang, sini dekat Tante..."
Aku bergegas duduk dekat tente yang sedang berbaring di urut oleh seseorang sepertinya Tante sedang enggak enak badan..
__ADS_1
Uuuh, untung saja ini kamar Tante jadinya aku enggak malu dua kali, gumam dalam hati
"Tante lagi sakit??!! "
"Enggak kok nak, Tante cuma kecapean"....
"Sur kenalkan ini ponakan ku Lindah" ujar Tante mengenalkan ku Dengan ibu sedang mengurutnya..
"Ooh ini toh yang namanya nak Lindah, Ayu tenan pantesan Wildan seperti orang gila"....
Aku tersenyum sambil berpikir siapa pula ibu di depanku ini kok dia ngomongnya begitu sih..
"Eih sepertinya nak Lindah bingung ya, ibu ini Asisten rumah tangga nya Wildan, pasti kamu enggak kenal karna ibu dulu saat datang kerumah Wildan baru saja menikah.." Ujar Bu Sur panjang lebar.
__ADS_1
Aku memilih hanya mengangguk dan tersenyum pada Bu Sur, tak berniat menjawabnya apalagi mendengarkan ceritanya lebih jauh lagi, berharap aku bisa segera menghilang dari kamar ini, Suasana disini benar-benar membuatku tak nyaman. Aku sudah bisa menebak kemana arah pembicaraan ini.
Senyum ku mengembang saat ku lihat Tante ku sudah selesai di urut, buru-buru aku berdiri dan keluar dari kamar.