Sakitnya Ditinggal Nikah

Sakitnya Ditinggal Nikah
EPISODE 18 Perjodohan Wildan


__ADS_3

Apa yang harus dikatakan, bagaimana menjelaskanya....???!!!! Bagaimana reaksi Lindah nanti, apa Lindah bisa memaafkan atau malah marah dan meninggalkannya..??


"Huuuh.... kenapa ini semua terjadi sama gue, gue benci!!!???


Wildan bangkit berdiri memukul dinding didepannya dengan sekuat tenaga, kemudian menjatuhkan tubuhnya dengan kasar sambil menutup wajah dengan kedua tangan menangis sekencang-kencangnya....


Flashback


Wildan pulang kerumah orangtuanya setibanya disana dia merasa heran, kenapa semua anggota keluarganya berkumpul, Wildanpun bergegas masuk dan memberi salam perasaan takut kehilangan mulai menghantuinya, semua memandangnya dengan tatapan aneh baginya dan yang lebih aneh lagi semua anggota keluarganya memperlakukannya seperti anak kecil bertanya apa keinginannya hingga melayaninya seperti raja.... Dia mengerutkan kening seingatnya ini bukan hari ulangtahunnya, apa yang spesial selain itu??.... tiba-tiba adiknya Dea menghampiri dan menarik tangannya, "Mama tungguin kakak daritadi" ucap Wildan mengangguk dan tersenyum mengikuti langkah kecil adik kesayangan dan satu-satunya ini....


"Assalamu'alaikum ma, mama cari Wildan, ada apa maa.... Katanya mau ajak Wildan ke undangan, ayo sekarang aja maa, Wildan buru-buru mau pulang lo..."


"Wildan duduk dulu nak, ada yang ingin mama bicarakan...."


"Masalah apa sih mas, entar aja deh kan bisa sekalian dimobil aja ya, Wildan mau pulang sore ini kangen sama Lindah"


"Apa kamu serius dengan Lindah????"


"Mama kok tanyanya gitu, tentu saja mas, Lindahkan calon menantunya mama..."


"Tapi papamu sudah memilih gadis lain untukmu nak...." sahut mamanya menatap Wildan dengan serius


"Mama bercanda, enggak lucu ma" ujar Wildan tertawa


"Mama sungguh-sungguh nak, itu sebabnya kami memanggilmu hari ini adalah hari kamu bertemu dengan calon istrimu, oh ya nak nama calon istrimu Sienna...."


"Apa.... Bisa-bisanya mama sama papa lakuin ini semua sama Wildan, Wildan sudah besar maa sudah dewasa, Wildan punya pilihan sendiri...." Wildan emosi dia benar-benar tidak percaya kedua orangtuanya melakukan ini semua terhadapnya

__ADS_1


"Lindah maksud kamu?? tidak, papa tidak setuju, pokoknya kamu harus menikah dengan Sienna anaknya pak Aslan teman papa, papa sudah lamaran buatmu...." tiba-tiba papa Wildan sudah didepan pintu kamar ikut menimpali


"Tidak, Wildan enggak mau, Wildan hanya mencintai Lindah, dan hanya akan menikahi Lindah dengan restu atau tanpa restu papa, Wildan enggak peduli...."


"Wildan jika kamu berani menolak, papa pastikan mencoret namamu dalam daftar warisan papa...."


"Wildan enggak peduli, papa sadar enggak papa tuh egois, dulu Wildan dengan Jasmin tapi papa menolaknya dengan alasan kita berbeda suku dan adat istiadat dan sekarang Wildan memilih Lindah diapun sudah sama suku dengan kita tapi kenapa papa juga enggak setuju.... Maunya papa apa, apalagi alasan papa kali ini...??!?!


"Papa hanya mau yang terbaik buat kamu Wildan dan hanya Sienna yang pantas bersanding dengan mu"


"Itu menurut papa, tidak untuk Wildan, bagi Wildan Lindahlah yang terbaik....?! Permisi Wildan mau pulang


Wildan melangkah keluar, dia sungguh kecewa dengan orangtuanya


mamanya berusaha membujuk namun dia yang sudah sangat emosi dan kecewa tidak memperdulikan kata mamanya, dia terus melangkah pergi mamanya mengejar dan terjatuh kemudian pingsan.... Semua anggota keluarga mengangkat dan membantunya siuman.... Wildan menghentikan langkah dan berlari kearah mamanya, mama mengangguk kemudian duduk didepan Wildan


"Enggak maa, Wildan mohon jangan paksa Wildan lagi, Wildan sangat mencintai Lindah, tolong ngertiin perasaan Wildan juga maa...." sahut Wildan menatap wajah mamanya memelas


"Nanti kalo kamu sudah menikahi Sienna kamu juga pasti akan mencintainya bahkan lebih dari Lindah"


"Enggak, kenapa kalian semua maksa Wildan, buat apa maa.... Papa apalagi alasan papa kali ini, Wildan harus tahu...." tanyanya minta penjelasan


"Wildan kamu anak laki-laki papa satu-satunya, kamu itu anak pewaris semua harta dan perusahaan papa, Hanya Sienna yang layak bersanding denganmu dari keluarga seperti kita, dan Lindah gadis yang kamu bangga-banggakan itu papanya tidak punya apapun bahkan hanya untuk pengobatan istrinya juga kasih makan anaknya pun dia menggadaikan semua rumahnya dengan papa, kapanpun jika papa mau papa bisa mengusirnya...."


"Dan Wildan enggak peduli harta papa itu, kebahagiaan Wildan hanya Lindah titik"


"Nak tolong dengarkan papamu...."

__ADS_1


"Maa bisa enggak jangan paksa Wildan...."


"Wildan sebenarnya didalam keluarga Lindah itu punya penyakit kutukan/Hilang ingatan/depresi/gila atau entah apalah itu namanya, tahu tidak dari mulai adik neneknya hingga tantenya terkena penyakit kutukan tersebut, bagaimana kalian nanti menikah dan punya anak terus anak-anak kalian juga gila, mama dan papa tidak mau punya anak cucu gila, mau ditaruh dimana wajah keluarga kita nak...."


"Astaga mama istighfar maa, kita punya Tuhan.... itu semua sudah takdirnya dan itu cobaan buat keluarga mereka bukan aib apalagi kutukan.... Kalo memang itu penyakit kutukan seperti yang mama katakan tadi lalu kenapa Lindah dengan adiknya dan kakaknya enggak ada yang kena????!!! Pokoknya Wildan akan menikahi Lindah Secepatnya dan membuktikan mama salah"


Wildanpun berdiri dan berlalu pergi semua sudah tidak masuk akal menurutnya.... Mamanya berdiri dan berusaha mengejar melarangnya pergi namun kembali pingsan, papanya mendekati Wildan lalu menamparnya....


"Wildan jika terjadi sesuatu dengan mamamu kamu harus tanggung jawab"


Wildan terdiam mendekati mamanya dan menggenggam tangannya, mamanya membuka mata dan meminta kembali Wildan menyetujui menikahi dan menemui Sienna hari ini, akhirnya Wildan menyerah bagaimanapun dia takut mamanya kenapa-kenapa karenanya, dia takut kehilangannya, Wildan mengangguk setuju dengan satu syarat hanya pergi berjumpa saja tidak lebih, mamanya setuju dan semuanya tersenyum....


Wildan mengusap wajahnya kemudian membanting vas bunga didepannya mengingat semua kejadian kemarin membuat kepalanya seperti mau pecah.... Kenapa hidupnya serumit ini, kenapa tidak ada yang mengerti dirinya??!! Wildan hanya ingin bersama gadis dicintainya, apa permintaannya itu terlalu berat?!!!!


Wildan bangkit membereskan pecahan vas bunga lalu meraih kunci motornya, kemudian melangkah kepintu, didepan rumahnya dia menatap pintu rumah Lindah, ingin sekali rasanya Wildan maju mengetuknya dan masuk menemui Lindah dan memeluknya, tapi apa yang harus dikatakannya pada Lindah.... Apa dia harus mengatakan jika dia dijodohkan?! apa dia harus mengatakan dia hanya dipaksa?! apa dia harus mengatakan telah menemui gadis tersebut?! tidak mungkin, bukankah Wildan telah berjanji menjaga Lindah.... Dia telah berjanji tidak akan pernah meninggalkan Lindah dan berjanji tidak akan pernah menghianati nya karena dialah wanita satu-satunya didunia ini yang dicintainya setelah mama tentunya....


Tapi disebut apa dia sekarang??!???? bukankah sekarang Wildan telah menghianati cinta dan kepercayaan Lindah....?! bagi seorang pria kata-katanya adalah harga dirinya, dan Wildan tidak punya harga diri itu lagi untuk berdiri dihadapan Lindah.... Wildan menarik nafasnya yang dirasakan begitu sesak.... Menghapus airmatanya begitu saja menetes....


"Lindah sayang aku sangat mencintaimu, sangat sangat-sangatlah merindukanmu, apapun yang terjadi cintaku hanya untukmu sayangku, Lindah maafkan aku harus pergi...."


Wildan menarik nafasnya kemudian melemparkan pecahan vas ke tong sampah lalu meneruskan langkahnya....


Mila menatap Lindah dengan iba, dia begitu kasihan melihatnya beberapa hari ini yang dilakukannya hanya menangis dan menangis dengan ponsel tidak pernah lepas ditangannya.... Entah masalah apa yang terjadi antara dia dengan kak Wildan.... Mila bertekad menghiburnya, dia ingin mengembalikan senyumannya....


"Kak Lindah, kakak enggak apa-apakan, kakak ada masalah apa cerita ya sama Mila...."


"Enggak ada apapun kok Mil, kakak cuma...." Lindah belum selesai berbicara kembali menangis

__ADS_1


__ADS_2