
Andi menjadi ngeri sendiri melihat wajah imut Lindah yang terbelalak matanya menatap tajam kearahnya seperti elang yang siap memangsa buruannya.... Perasaan bukan dia yang salah, dia hanya menyambung dan menyampaikan cerita orang tentang Lindah namun reaksi Lindah sungguh diluar dugaannya.... Tetapi ini membuat Andi juga senang karena dengan reaksi seperti itu membuat hati yakin dan percaya jika semua tuduhan terhadap Lindah salah termasuk dia sendiri selama ini salah menilai watak gadis dihadapannya yang tidak lebih hanya korban perasaan dan korban gosip tentunya.. ternyata benar kata pepatah sebelum memutuskan suatu masalah tenatng siapa yang benar dan salah cari tahu dahulu dari kedua belah pihak, jawaban dari keduanya baru bisa kita ketahui kebenaran yang sesungguhnya....
"Wooiii.... Kenapa lo diam, apa masih ada yang Lo sembunyikan...." Tanya Lindah mengejutkan Andi yang lagi asyik dengan pemikirannya sendiri
"Tidak, aku hanya sedikit ngeri dengan tatapanmu itu, apa bisa sedikit sendu...." Sahut Andi sambil nyengir
Lindah tertawa kepolosan lelaki disampingnya ini bisa merubah moodnya...
"Tidak bisa, mataku memang seperti ini...."
"Ya sudah begitu juga kamu cukup cantik tapi tolong pandanganmu itu arahkan ke yang lain jangan ke aku mulu aku takut jantungku tidak kuat menahannya...." Sahut Andi tertawa
Lindahpun ikut tertawa...
"Kamu tahu Andi, sebenarnya ini bukan yang pertama aku anggap jelek Dimata semua orang, semenjak aku pernah mencintai Wildan dimata orang aku selalu salah namun ini yang membuatku paling sakit hati.... Terkadang aku pikir dunia ini sungguh tidak adil bagiku, hidup susah, sakit hati semua sudah aku rasakan hanya satu yang belum pernah aku rasakan...."
"Apa itu Lin...." Sela Andi penasaran
"Kaya raya dan bahagia...." Jawab Lindah dengan mimik serius
"Apa menurutmu hanya kekayaan yang bisa membuat kita bahagia...." Tanyanya serius, jika Lindah menjawab iya sepertinya dirinya harus mundur teratur, Andi sadar diri jika dirinya tidak mampu menandingi Wildan, keluarga Wildan adalah salah satu orang termasuk lima besar terkaya di negara ini sedangkan keluarganya hanya punya warisan dari mendiang ayahnya dia hanya punya cinta sejati dan hati yang tulus dipersembahkan buat Lindah....
__ADS_1
"Kata orang seperti itu kekayaan sumber kebahagiaan...."
"Apa menurutmu sendiri juga begitu, jika nanti ada cowok yang mencintaimu apa syaratnya dia juga harus kaya raya seperti Wildan...." Tanya Andi dengan cemas berharap jawabanya tidak jika iya tandanya dia kalah sebelum berperang
"Lo tanya pendapat aku, kalo menurut aku sebaliknya kebahagiaan itulah kekayaan kita yang hakiki dan tentang Wildan aku rasa itu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku, aku tidak akan pernah mau jatuh dalam lubang yang sama.... Aku tidak butuh cowok lalu mencampakkan aku begitu saja aku cuma butuh seseorang yang bisa mempertanggung jawabkan semua kata-katanya...." Sahut Lindah menerawang kembali kisahnya dia mulai jatuh cinta dengan Wildan
Mendengar semua ucapan Lindah Wildan tersenyum puas dia dengan mantap mengeluarkan isi hatinya
"Kalo begitu Lindah maukah kau menjadi pacar dan calon istriku....?!?!??"
Lindah terdiam menatap bola mata Andi tidak ada kebohongan disana tapi dia sendiri tidak yakin bisa memulai suatu hubungan lagi....
"Tentu aja aku serius, atas nama mamaku...."
"Lo juga anak mama ternyata, maaf Ndi' nanti Lo pasti juga seperti Wildan jika keluargamu menolakku lo pasti juga mencampakkanku sebagaimana Wildan lakukan dahulu...."
"Lindah sepertinya kamu tidak adil, kamu tidak bisa menganggap cowok itu semua sama, aku dan Wildan orang yang berbeda tentu juga punya pribadi dan watak yang berbeda...."
"Oh ya, Wildan saja yang bersamaku bertahun meninggalkan aku bagaimana kamu baru satu Minggu bahkan hanya sehari bisa buatku percaya...."
"Kamu percaya cinta sejati???? mungkin kalian tidak jodoh, dan Bagaimana jika jodohmu itu aku?!!?'
__ADS_1
Lindah tertawa sumbang, seandainya Andi bukan tamunya tentu dia sudah pergi meninggalkan sekarang juga
"Andi maafkan aku, aku benar-benar tidak mau tahu lagi tentang cinta apalagi cinta sejati dan satu lagi aku masih menghargai kamu sebagai sahabat, tolong...."
"Apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya...."
Lindah menatap wajah lugu Andi, lelaki didepannya ini sangat keras kepala
"Baik jika kamu memang serius, mintalah dahulu restu pada keluargamu, jika beliau setuju maka aku pasti menerima tapi kalo enggak lupain saja, jujur aku tidak ingin lagi mencintai tanpa restu orangtua yang hanya akan berakhir luka...." Jawab Lindah tegas
Andi mengangguk setuju
"Baik,.besok aku akan pulang dan Minggu depan melamarmu...." Sahut Andi yakin
Lindah menanggapi omongan Andi dengan ringan tanpa percaya sedikitpun....
"Apa sekarang kita bisa makan aku lapar...."
Andi tertawa dan menyadari dirinyapun lapar daritadi
"Hayo aku juga lapar, kamu mau makan apa.... Apa disini ada nasi Padang sepertinya aku sangat lapar...." kata Andi sambil menarik lengan kemeja yang dipakainya Lindah tidak sengaja melihat tanda dipergelangan tangan Andi, Lindah seperti tidak asing dengan tanda itu, diapun mencoba berfikir dengan keras memaksa memory otaknya.... Tapi sia-sia dia tidak menemukan
__ADS_1