Sakitnya Ditinggal Nikah

Sakitnya Ditinggal Nikah
EPISODE 12 Bersamamu


__ADS_3

Wildan mengecupnya kening Lindah, rasanya dia tidak ingin melepaskan kembali, bersama Lindah semua begitu indah, Wildan tidak berani membayangkan tanpa Lindah mungkin dia akan kehilangan arah.... Sementara Lindah memejamkan matanya begitu menikmati setiap detik bersama Wildan, Seandainya bisa ingin rasanya dia menghentikan waktu supaya bisa seperti ini bersama selamanya.... sungguh aku sangat takut kehilanganmu Wil, aku tidak akan bisa hidup tanpamu..... Dia memastikan hidupnya hancur bila tanpa Wildan disampingnya, Lindah mengibaskan tangannya cepat dia tidak mau membayangkan kehilangan, aku tidak mau Wildan pergi meninggalkannya meskipun itu hanya dalam bayangan sekalipun... Wildan melihat Lindah mengibaskan tangannya disangka Lindah dingin, dia jadi kasihan....


"Lindah masuklah, sekarang sudah malam, nanti gue telpon....."


"Lindah menatap jam ditangan Wildan, ya sudah pukul sepuluh, Lindah mengangguk dan beranjak dari tempatnya, tersenyum manis dengan Wildan dan tidak lupa menyapa Doni, Doni mengangguk melambaikan tangannya pada Lindah.... Baru beberapa langkah kakinya melangkah Wildan memanggilnya kembali "Lindah kita liburan yuk...."


"Liburan, jalan kemana....?!"


"Kepantai" sahut Doni menimpali ikutan nimbrung


"Kepantai...." Ujar Wildan balik tanya


"Iya Wil didaerah gue pantai disana enggak begitu jauh dari rumah gue, lo bisa ajak Lindah kerumah gue sekalian kenalin sama keluarga besar kita, gimana pada setujukan...."


Wildan mengerutkan keningnya berfikir, bagus juga ide Doni liburankan butuh waktu dua tiga hari tidak mungkin Wildan membawa anak gadis orang apalagi sampai menginap berhari-hari nanti apa kata bokap nyokapnya, Wildan tapi tidak mau dicap cowok nakal oleh keluarga Lindah.... "Oke, gue setuju, lo Sayang gimana mau engga?!?!"


"Aku pikirin dulu ya lagian aku harus minta izin sama nyokap bokap aku dulu, entar aku kabarin...." sahut Lindah tidak yakin bisa ikutan....


Lindahpun segera masuk kedalam rumahnya dia benar-benar sudah ingin tidur setelah semua yang terjadi dia merasa hari ini sangat melelahkan, dia menjatuhkan tubuhnya dikasur dan memeluk boneka kesayangannya menutup matanya sepertinya tidur adalah kenikmatan dunia yang kedua baginya..... Lindah sudah diantara alam mimpi dan nyata ketika handphonenya bernyanyi dengan setengah sadar Lindah meraba-raba disekitarnya menemukan handphone yang daritadi bernyanyi tanpa melihat nama panggilannya dia menjawab


"Hallo sayang, sudah bobok ya, gue temenin ya mimpikan aku ya sayang, love you...."


Lindah mengucek-ngucek matanya memandangi layar handphonenya "Wildan?! ada ap?!"


"Enggak ada apa-apa kok sayang, gue cuma mau temani cintaku tidur.... Selamat malam sayang, jangan dimatiin ya...." Lindah bengong menepuk kedua pipinya, sakit.... berarti lagi enggak dalam mimpi, menatap layar handphone, iya benar ada nama Wildan dipanggilan masih aktif, Lindah meletakkan ditelinganya, mendengar suara napas Wildan teratur, Wildan tidur....????!!! Lindah tersenyum dan ikut memejamkan matanya kembali....


Lindah bangun memeriksa handphonenya ternyata sudah mati total, itu artinya Wildan tidak menutup panggilannya semalaman, Lindah segera membuka laci mengambil charger, dia tidak ingin kejadian kemarin terulang.... Beberapa menit kemudian memeriksa handphone benar saja sudah ada tujuh panggilan tidak terjawab dari Wildan dan tujuh pesan, mati aku...


Lindah mengetik pesan dan mengirimkan kenomor Wildan lo kenapa begini kirim berkali-kali tetap aja gagal..... Lindah ingat untuk mengecek pulsa, lengkaplah sudah penderitaan pulsanya habis, Lindahpun memukul keningnya sendiri, menyalahkan dirinya betapa toledornya aku bisa sampai lupa kapan terakhir isi pulsa, sepertinya harus siap-siap perang dingin sesi kedua....

__ADS_1


Wildan memainkan handphone ditangannya menunggu balasan dari Lindah sejak tadi tapi jangankan pesan, handphonenya pun tidak aktif, ada apalagi dengan gadisnya, entah alasan apalagi yang dikatakannya kali ini.... Wildan mencoba menghubungi kembali dan tersambung.... "Lindah daritadi gue hubungi lo kenapa baru aktif....?!?!"


"Eh iya maaf, maafin aku ya sayang"


"Iya tapi kenapa enggak aktif?!?!"


"Oooo ini handphone aku lowbet"


"Oh gitu, terus kenapa sekarang enggak dibalas chatnya...."


"Kalo itu anu ntu....."


"Anu ntu itu apa, yang jelas dong ngomongnya Lindah"


Aduuuhh gimana ngomongnya kan tengsi bilang enggak punya pulsa, Lindah benar-benar bingung cari alasan....


"Lin Lindah lo masih disitukan, kenapa diam, dijawab.... Wildan sudah mulai emosi menghadapi tingkah Lindah yang sangat tidak jelas menurutnya


"Lindah kalo masih diam juga gue samperin lo sekarang ini gue didepan rumah lo...." Lindah sudah benar-benar menguji kesabaran seorang Wildan


"Maaf Wildan sebenarnya pulsa aku habis...." ujar Lindah malu setengah mati


"Apa pulsa lo habis, jadi cuma karena itu lo sampe ngomong anu itu ntu Lindah lindah".... Wildan tertawa sekencang-kencangnya hingga airmatanya keluar menertawai kelakuan Lindah konyolnya gadisnya ini....


"Yalah, aku kan malu pulsa aja ampe lupa ngecek...."


"Haha ya sudah bentar gue kirimin and satu lagi mulai hari ini biar gue yang isiin lo pulsa setiap hari jadi gue enggak mau lagi dengar lo enggak balas chat gue dengan alasan kehabisan pulsa"


"Eehh jangan Wil, tidak usah nanti siang aku isi kok, yang penting lo sudah tahu jadi enggak menduga-duga dan salah paham"

__ADS_1


"Udaah, gue enggak terima penolakan, tunggu sebentar ya sayang...


Lindah menyelesaikan novelnya ceoat sudah seharian dia berkutat didepan laptopnya, Wildan lagi apa ya, rindu membuncah dihati Lindah, mau ngechat tapi pulsa habis gimana, merekakan tetanggaan kenapa Lindah suka lupa itu, dia segera berlari keluar, Wildan tidak ada hanya ada Doni..... Doni melambaikan tangannya kearah Lindah saat tidak sengaja mata mereka beradu, Lindah bergegas berlari kearah Doni.... "Kirain sama Wildan, ucap Lindah lemas"


"Enggak, Wildannya lagi kleuar sebentar, duuh yang lagi bucin, gue mau tanya jadikan yang kemarin.....


"Kemarin apaa!?!"


"Siit dah nih anak, kitakan mau ketempat gue kalo setuju ayo giih siap-siap kita berangkat hari ini"


"Hari ini cepat banget, kenapa enggak besok aja ya...."


"Kenapa harus tunggu besok kalo bisa hari ini Lindah...."


"Aku belum ada persiapan sama sekali, besok aja ya...."


"Gini nih kalo urusannya sama cewek, panjaaaaaaang ceritanya, Lo ngomong langsung sama Wildan sendiri giih, nah itu orangnya datang"


Wildan menatap mereka berdua bergantian, dia heran bahas apa ya kok wajah mereka begitu serius, apakah mereka bertengkar, jika iya maka Wildanlah yang bakal pusing membela siapa.... "Kalian kenapa, serius amat tuh tampang?!"


"Nih cewek lo tuh, gue bilang kita berangkat hari ini tapi dia ngotot besok, urus giih..." sahut Doni melapor duluan kemudian beranjak kebangku teras lalu duduk


"Terus lo sayang kenapa maunya besok?!" ucap Wildan mencoba menengahi dan adil....


"Sekarang sudah hampir siang sayang lagian aku juga belum siap-siap keburu sore kalo besokkan waktunya panjang"


"Enggak apa-apakan sampainya dirumah gue juga jikapun sudah malam tinggal tidur, susah amat" sahut Doni ngegas lagi


"Sudahlah, gini aja lo Doni maunya hari inikan ya sudah berangkat giih duluan dan Lindah besok sama gue, bereskan ayo masuk gue lapar"

__ADS_1


" Lindah lo enggak mau ikutan masuk cicip masakan gu!?"


"Enggak kenyang"


__ADS_2