Sakitnya Ditinggal Nikah

Sakitnya Ditinggal Nikah
EPISODE 16 Jebakan


__ADS_3

Cukup jauh juga pantainya butuh sekitar lima puluh atau enam puluh menit, Lindah dan Mila langsung berlarian kearah pantai mengejar ombak, Doni bergegas menyusul dibelakang mereka mengajaknya bermain air, Lindah mengitari pandangannya namun tidak menemukan sosok Wildan, bukankah Wildan tadi nyusul di belakang kenapa sekarang cuma ada Doni, kemana Wildan.... Bukankah harusnya ini acara mereka....


Lindahpun berlari kearah Doni bermaksud ingin menanyakan Wildannya.... Doni yang melihat Lindah mendekat kearahnya menyiapkan tanganya sekuat tenaga mendorong air kearah Lindah alhasil air menghambur tubuh Lindah basah semua, Doni tertawa penuh kemenangan, Mila yang melihatnya ikut tertawa, Lindah geram menendang air didepannya kearah Doni yang terkekeh pun sukses mengenai wajah Doni, Lindah tersenyum melihat perbuatannya membuat Doni minum air laut, melihat Doni akan membalas kembali Lindah segera mengangkat tangannya memberi kode jika Lindah ingin berbicara


"sudah Don aku mau tanya lo lihat Wildan enggak....??!!"


"Wildan ada dimobil"


"Kenapa enggak ikut gabung sama kita?!?"


"Tanya aja sendiri"


Lindah bergegas ketempat parkir benar saja Wildan malah asyik dengan handphone ditangannya, Lindah mendekat dan langsung merebut handphonenya kemudian berlari, melihat kekonyolan Lindah Wildan membelalakkan matanya dengan tajam, Lindah tersenyum dan berpura-pura akan melemparnya namun Wildan hanya terdiam tanpa merespon Lindah mengalah berjalan mendekatinya kemudian duduk disampingnya


"Sayang kamu kenapa sih enggak ikutan kepantai, daritadi aku tungguin tahu...."


"Enggak aahhh, malas basah


"Ya yang namanya pantaikan basah sayang...."


"Lo gabung aja disana, gue tungguin lo disini aja ya sayang, ekhemmm lo kok enggak pake gelangnya, lo enggak suka ya...."


"Oh iya, tadi aku pikir kita mau kepantai bahaya sayang, jadi aku buka takut nanti gelangnya rusak atau hilang"


"Ya enggak mungkin dong sayang, itu gelangnya tahan banting lo"


"Kalo hilang gimana, aku takut"

__ADS_1


"Ya enggak apa-apa, kalo hilang tinggal diganti sayang"


Lindah mencubit lengan Wildan yang tertawa dan memeluknya ternyata dia salah paham tadi melihat Lindah tanpa gelang tersebut ditangannya disangka gadis itu tidak menyukainya, Wildan tersenyum beranjak mengajak Lindahnya kepantai.... Lindah mengangguk mengikuti jadi ternyata daritadi Wildan ngambek dengannya gara-gara tidak memakai gelang pemberiannya, kenapa enggak ngomong langsung aja sih, repot amat ini pacarku....


Wildan dan Lindah berjalan beriringan sesekali berkejaran meninggalkan jejak kaki dipasir, Lindah berlari meninggalkan Wildan yang tertinggal dibelakangnya, Wildanpun berlari mengejarnya memeluk pinggang Lindah kemudian menariknya menuju pantai menyambut ombak.... Doni dan Mila yang melihat mereka dari kejauhan tersenyum melambaikan tangannya mengajak bergabung bersama mereka....


Doni menatap Lindah dan mengacungkan jempol untuknya, Lindah memang selalu bisa merubah badmood Wildan gumamnya yang hanya dibalas anggukan oleh Lindah.


Wildan memeluk Lindah dari belakang dan meletakkan dagunya dileher jenjang Lindah sambil menikmati semilir angin laut dan deburan pantai.... Semoga kita selalu bisa bersama seperti ini gumamnya


Doni yang memperhatikan mereka sedaritadi tersenyum, mengambil handphone lalu mengabadikannya momen mereka dan memperlihatkan pada Mila, mereka tersenyum kompak mengatakan pasangan yang cocok dan sangat serasi.....


"Semoga mereka berjodoh ya kak" seru Mila


"Amiiin, ayo kita kesana biarkan saja mereka menikmati berdua" sahut Doni menarik tangan Mila menjauh


Sepanjang jalan Wildan menggandeng tangan gadis pujaannya beberapa orang yang mereka lewati menatap mereka dengan tatapan aneh, Lindah menoleh dan memperhatikan dengan seksama saat ada sekelompok rombongan menunjuk kearah mereka dan menatapnya dengan sinis, Lindah menunduk memperhatikan penampilannya mungkin ada yang salah atau lucu tapi tidak ada apapun menurutnya, Lindah melepaskan tangan Wildan mungkin orang-orang jengah melihat kemesraan mereka ujarnya.... Tapi sepertinya bukan juga karena mereka sudah nongkrong minumpun masih juga ada yang menatapnya seperti itu.... Lindah merasakan ada yang tidak beres tapi apa itu dia juga tidak mengerti akhirnya dia memutuskan bertanya langsung ke Wildan


"Sayang ada yang salah tidak sih sama aku?!"


"Emmh enggak sayang, biasa saja, kenapa....??!" jawab Wildan sambil menatap Lindah seksama


"Yakin, daritadi aku perhatiin kok orang-orang mandangin kita aneh banget"


"Mungkin mereka iri sayang" kata Wildan bercanda


"Iiih.... Aku serius sayang" jawab Lindah manja

__ADS_1


Hari telah beranjak sore, meraka telah puas menikmati sunset, matahari telah kembali keparaduannya digantikan rembulan yang temaram....Semua insan dunia pun bersiap pergi dan pulang dengan senyuman yang menghiasi bibir mereka menikmati keagungan dan keindahan ciptaan Tuhan.... Kecuali Lindah hatinya tidak tenang dia masih memikirkan semua kejadian yang terjadi dipantai tadi, Lindah mencoba mengingat-ingat memutar kembali memory otaknya tatapan aneh tadi sepertinya dia pernah melihat tatapan seperti itu padanya, dimana dan siapa.... Oo ya Lindah ingat tatapan keluarganya Doni, ya orang tua Doni memandangnya penuh kebencian atau jijik entahlah Lindah sendiri tidak tahu menafsirkannya....


Sepanjang perjalanan pulang dia hanya terhanyut sendiri dalam pemikirannya....


Wildan yang memperhatikan Lindah daritadi mencuil lengan Lindah lembut otomatis gadis itu menoleh padanya


"Sayang kenapa lapar ya, biasanya kalo lapar bawaan suka kumat deeh...."


ujar Wildannya meledek gadisnya supaya dia tidak terlalu memikirkan semua, Lindah memukul paha Wildan membuat dia meringis


"Tahu saja aku lapar, makan yuk....."


"Sabar ya sayang sebentar lagi kita sampai"


Lindah terdiam, Wildanpun menyandarkan kepalanya dan bahu Lindah dan memejamkan matanya....


"Wildan manja banget sih, berat tahu"


"Gue hanya pinjam bahu lo sebentar, gue ngantuk...."


Lindah tersenyum membelai rambut pangerannya dan ikut memejamkan mata saat ini aku tidak ingin memikirkan apapun aku hanya ingin menikmati kebersamaan kita, itu saja titik.


Wildan menghempaskan tubuhnya dikasur empuknya pinggang dan pahanya rasanya mau patah, selama dijalan tadi Wildan melihat Lindah tertidur hanya bersandar dimobil dengan pelan-pelan Wildan inisiatif meletakkan kepala Lindah kepangkuannya selama beber. jam Lindah tidur begitu pulas tanpa menyadari paha siapa yang jadi bantalnya.... "Cintaku ini memang ratu tidur" gumam Wildan sambil menatap wajah Lindah dan menoel hidungnya gemas....


Wildan tersenyum-senyum sendiri membayangkan kembali, bisa Melihat gadisnya tertidur begitu dekat sebuah kebahagiaan tersendiri baginya.... Tiba-tiba suara ketukan dipintu kamarnya membuyarkan semua lamunannya, Wildan mempersilahkan nya masuk, asisten rumahnya menyampaikan pesan orangtuanya jika Wildan diminta pulang sore ini, besok dia harus menghadiri sebuah acara dengan colega ayahnya, setelah mengatakan itu semua asistennya pun permisi


Wildan melirik jam dipergelangan tangannya sudah pukul lima sore, rasanya tidak mungkin dia berangkat sore ini juga sudah terlalu larut sampainya, lagian inikan hari sabtu malam minggu tidak mungkin Wildan melewatkan dengan Lindah meskipun itu hanya semalam lagipula Wildan masih kelelahan perjalanannya dari tempat Doni, diapun memutuskan besok pagi sekali dia pulang....

__ADS_1


__ADS_2