Sakitnya Ditinggal Nikah

Sakitnya Ditinggal Nikah
EPISODE 6 dijodohkan


__ADS_3

Aku menatap handphone ditanganku menunggu pesan dari Sari tapi tuh anak jangankan sekedar ngechat menghubungi aja enggak, dari kemarin semenjak pulang Sari tidak pernah mengubungi lagi, lupa atau sibuk..... Kalo sudah gini gimana cobak caranya aku jadi mak comblang, aku bangun dan merapikan rambutku, aku sudah sepakat dengan diriku berusaha keras membuat Wildan nembak Sari.... harus, ujarku... Akupun bergegas keluar siapa tahu ketemu Wildan.... Aku mengitari pandangan sekitar teras kami seseorang melambaikan tangannya kepadaku, aku tersenyum dengan Wildan dan menghampirinya....


"Wil, gimana soal semalam, lo maukan jadian sama Sari?!?!"


"Naah masih ngotot kita juga nih anak rupanya...."


"Iyalah, aku serius Sari cinta banget sama lo, lo mau ya jadi pacarnya, please...." ucapku memohon


"Lindah kan sudah kita bahas kemarin, Sari emang cantik, Wildan akui itu tapi Wildankan cuma sayangnya sama Lindah, suka dan nyamannya sama lo, jadi tolong jangan paksain jodohin sama Sari lagi ya....!!!???! ujar Wildan sambil tersenyum manis, aduuuh entah kenapa aku senang sekali melihat senyum itu, eh sadar Lindah sadar kamu tuh Mak comblang bukan pelakor, aku menggeleng-geleng kepalaku, tidak-tidak aku enggak boleh terbuai, ini salah.....


"Lin lindah lo napain, sakit kepala, kok geleng-geleng kepala gitu atau ada sesuatu yang salah???"suara Wildan mengejutkanku, ternyata dia memperhatikan tingkah anehku sejak tadi jadi malu..


"Ahhh enggak kok, aku cuma lagi mikir aja ternyata semua cowok tu sama aja ya suka nembak semua cewek, eh kamu percaya cinta enggak sih, menurut kamu cinta tuh apa sih, satu lagi emang cinta yang di sinetron/lirik lagu-lagu gitu beneran tidak sih ada perasaan gituan???" Tanyaku dengan mata serius, entah kenapa kata-kata itu keceplosan dari mulutku dan tidak mungkin bisa aku tarik kembali....


"Kenapa lo tanya gitu, jangan bilang seorang Lindah beneran tidak pernah jatuh cinta atau jangan-jangan lo beneran jatuh cinta sama gue ya, ayo ngaku, syukur deh aku juga cinta kamu serius eh satu juta rius dehhh" sahut Wildaan dan tersenyum


"Apaan sih Wil, Geer banget jadi cowok, udah aahh, aku masuk ni"... Ujarku sambil berdiri melangkah masuk rumah


"Eeeeit tunggu-tunggu, buru-buru amat, gue cuman becanda, ayo duduk tadikan kamu nanya, aku jawab dulu dong enggak sopan tahu orang belum jawab udah main tinggal aja." Sergah Wildan sambil menyentuh tanganku..


"Cinta itu kamu, kamu tahu enggak semenjak ketemu kamu, aku suka, kamu itu beda, unik, manis pokoknya sama kamu itu gue bisa jadi diri gue sendiri, tertawa lepas, senyum, marah pokoknya semua...." sahut Wildan sambil menatap wajahku....


"Tau aahh gelap.. da.." Sergahku ngeloyor pergi sebelum Wildan lebih jauh lagi ngelantur bicaranya.... Sesampai dikamar aku segera menyandarkan tubuhku didipan, kok jadi begini ceritanya, aku pikir jadi mak comblang itu mudah ternyata susah sekali menyakinkan hati seorang lelaki.... Aku harus mengatakannya apalagi coba sama Wildan tiba-tiba handphone berbunyi, panggilan dari Sari, ada apa lagi sama tuh anak, jangan-jangan mau tanyain tentang Wildan, aduh aku harus jawab apa coba....

__ADS_1


"Hallo Sari, kamu nelpon ya tadi ada apa, pasti mau tanyain kabar Wildan ya, tenang aja dia baik kok..."


"Lin jujur ya menurut kamu Wildan beneran suka nggak sih sama Sari???"


"Ya iyalah", (maafin Lindah ya Sari)


"Wildan ngomong apa aja ma kamu, beneran naksir, serius enggak???"


"Ehmmm iya katanya Wildan pertama kali jumpa dengan Sari langsung jatoh cinta eh kamu itu ngangenin". Ujarku berbohong maafin aku ya Sari, aku terpaksa berbohong soalnya enggak tega sama kamu..


"Aahh beneran, sayang sekali semalam mamaku cerita ada cowok yang ngelamar Sari and mama mau jodohin Sari gitu, jadi kalo nggak ada harapan sama Wildan, Sari terima aja kali ya jodohan mama Sari.." sahut Sari terisak


"Apa Sari dijodohkan, serius? kamu kok jadi pasrah gitu, ayo dong, katanya cinta mati sama wildan, semangat donk"


"Pasti, bantuin apa Sar?!?!" jawabku mulai cemas


"Lin tolong minta Wildan lamar sari ya, Sari mohon, Sari maunya hanya nikah sama Wildan, Sari hanya mencintai Wildan, mau ya Lin please...." ujar Sari sambil menangis..


aku terkejut mendengar permintaan Sari, minta Wildan lamar Sari gimana caranya.... emangnya aku neneknya Wildan apa bisa nyuruh cucunya kawin, ada-ada aja idenya Sari.... "Maaf Sar bukannya aku enggak mau tapi nikah itukan sakral ya dan antara dua keluarga lagian gimana caranya aku minta Wildan lamar kamu, aku harus ngomong apa coba?!?!" sahutku bingung....


"Sari mohon, cuma lo satu-satunya yang Sari percaya, Sari benar-benar enggak tahu lagi gimana caranya menolak perjodohan ini, Sari mohon Lin.... mau ya demi Sari" Ucap Sari memelas.... Aku terdiam, Aku sungguh tidak tahu harus bagaimana, aku enggak tega mendengarnya suara Sari tapi aku juga tidak tahu bagaimana caranya membahas ini dengan Wildan dilema yang membuat aku berfikir Seribu kali....


"Gimana ya Sar, aku usahain deh ngomong sama Wildan tapi hasilnya aku tidak jamin ya, jujur aja ide kamu kali ini benar-benar buat aku pusing dan tidak punya ide sama sekali otak aku buntu tahu enggak"....

__ADS_1


"Sari ngerti kok Lin, Sari juga bingung.... tolong Sari ya Lin, huhu.... Sari menangis sesunggukan membuat Lindah mengangguk menyetujui, dia tidak tega mendengar suara tangis Sari meskipun Lindah sendiri masih bingung bagaimana caranya membahas ini sama Wildan, aku harus ngomong apa.... Sari yang mau dijodohin aku yang ikutan tidak bisa tidur memikirkannya.... Aku rasa aku sama pusingnya dengan Sari sekarang....


Aku segera menutup telpon dan bergegas keluar berharap akan ketemu Wildan disana


"Wil Wildan Lindah boleh minta sesuatu eggak???"


"Huush apa-apaan sih ini anak datang datang minta sesuatu".Ujar Wildan sambil tersenyum lucu....


"Serius, tahu enggak Sari mau dijodohin sama mamanya, tolong dong Wil, Lindah minta tolong banget kamu lamar Sari ya, soalnya aku tahu banget Sari cuma sayangnya sama kamu.. kataku memohon


"wiits apa lamar, gimana ceritanya, enggak bisa kayak gitu Li!?!"


"Bisa, ayolah Wil mau ya demi Sari?!?!"


"Enggak bisa Lin pernikahan itu sakral, pertemuan dua orang disatukan dengan dua kelurga, bukan main-main...."


"Siapa yang main-main ini serius!?!?"


Wildan menatapku dengan tatapan bingung...


"Hei Lin kok bengong, tahu enggak semalam ayam aku bengong terus eh malamnya dia mati lo?!?!"


"huush enak aja ngomong, emang gue ayam, cantikan gini kok disamain sama ayam".... Sahutku memonyongkan bibir

__ADS_1


"Iya cantik sih tapi sebelas dua belaslah sama ayam....hahahha... Aku terdiam mendengar ucapan Wildan, sabar Lindah sabar kamu harus fokus pada tujuanmu, melihat aku terdiam, Wildan menimpali melanjutkan obrolannya


__ADS_2