Sakitnya Ditinggal Nikah

Sakitnya Ditinggal Nikah
Episode 40


__ADS_3

Wildan menghempaskan tubuhnya disofa, dia merasa telah sangat lelah melewati kisah hidupnya selama ini, mencoba mengalah dan berdamai dengan takdirnya namun semua bagaikan benang kusut baginya, dia menatap masa depannya bagai jalan panjang nun jauh disana berselimut kabut membuat mata tak bisa melihat dengan jelas apa yang akan menunggunya.... Dia merasa sudah berusaha keras menerima Sienna dalam hidupnya dan belajar mencintai menggantikan posisi Lindah dalam hati Wildan, begitu sulit rasanya tapi kenapa tidak ada seorang pun yang menghargai itu termasuk Sienna, Setiap ada masalah sedikit saja diantara mereka, Sienna selalu mengikut sertakan nama Lindah dalam pertengkaran mereka, aahh Wildan kasihan dengan Lindah meskipun telah bertahun tidak bertemu tapi persoalan hidupnya seperti tidak lepas dari nama itu seperti pagi ini Sienna kembali menyebutkan nama Lindah, kalau Wildan tidak akan pernah mencintainya seperti Lindah karena dihatinya Wildan hanyalah ada Lindah.... entah sudah berapa puluh kali Wildan mengatakan jika Lindah hanyalah masa lalu tapi Sienna tidak pernah percaya siapapun tidak akan sanggup diragukan selalu, Wildan sudah capek benar-benar capek ingin dia berlari keluar dari semua ini.... Tapi bukankah sudah dilakukannya, untuk melupakan Lindah tanpa disadari Wildan telah berpetualang dengan banyak wanita diluar sana, rumah tangganya sudah di ujung tanduk dia sadar itu, haruskah dipertahankan atau melepaskannya saja.... jika dia boleh memilih tentu Wildan memilih melepaskan semua dan menjalani hidup dengan kemauannya sendiri tanpa dikte dan paksaan lagi.... sudah setua ini dirinya masih hidup didikte dengan keluarganya, sampai kapan dia bisa menentukan pilihan sendiri, dia sudah benar-benar muak akan itu.... Dulu ayahnya berjanji setelah dia menikahi Sienna, beliau akan melepaskan Wildan dengan kemauannya tapi ternyata ayahnya hanya berbohong dan mengikatnya dengan ikatan pernikahan tersebut uuuhh harusnya dulu Wildan tidak sebodoh itu percaya semua akan kata-kata ayahnya


"Wil menikahlah dengan Sienna papa mohon ini semua demi kehormatan keluarga kita, demi nama baik papa serta demi bisnis papa, tolong cukup menikah saja, papa tidak ingin malu jika setelah menikah engkau ingin menceraikannya, terserah papa janji tidak akan ikut campur lagi dengan hidupmu...."


Dulu Wildan sangat percaya dengan semua omongan papanya namun ternyata semuanya hanyalah kamuflase yang serba pincang karena setelah pernikahan Wildan menagih janji sang papa namun papanya ternyata tak sebaik dia kira ayahnya dengan tersenyum dan tanpa rasa malu, Wildan stres setiap mengingat perang dengan papanya


"Papa ingat dengan janji papakan, semua keinginan papa, Wildan sudah lakukan sekarang Wildan menagih janji itu, hari ini Wildan akan mengajukan surat perceraian pada pengadilan, Wildan rasa waktunya sudah cukup...."


ujar Wildan dengan semangat sambil membayangkan hidup barunya dengan Lindah, ya dia akan segera melamar Lindah menunaikan semua janji dan sumpahnya dengan wanita yang sangat dicintai itu


"Apa papa tidak salah dengar, kau akan menceraikan Sienna, apa salah istrimu... kamu sadar dengan kata-katamu itu, kamu tahu sudah berapa banyak duit ayah habis untuk acara pernikahan itu...


kamu sadar berapa yang telah papa habiskan, lalu seenak jidatmu mau menghancurkan semua, tidak akan papa tidak akan biarkan kau menghancurkan semua...."


Wildan melempar asbak rokok didepannya, kata-kata itu begitu melekat dipikirannya.... Perbuatanya dia selama ini bukan kesalahannya tapi semua gara-gara papanya, kesalahan papanya..

__ADS_1


Wildan berkencan dengan berapa banyak diluar sana mencari kepuasan yang tak berpenghujung.... Menhianati Sienna yang telah memberinya dua buah hati yang lucu itu semua bukan keinginannya namun hidup sungguh mempermainkannya.... Dia menatap surat gugatan perceraian yang diberikan Seinna kepadanya, harusnya surat ini sudah bertahun yang lalu ada ditangannya....


Tok tok tok tok.....


Lindah berlari kearah pintu mendengar suara ketukan pintu, siapa yang datang malam-malam begini, dia membuka pintu dan mengerutkan kening melihat paman Ali datang


"Paman mari masuk...."


"Andi mana, paman kesini membawa undangan ini...." ujarnya sambil memerlukan selembar undangan


"Wildan, bukankah Wildan telah menikah paman?!"


"Iya dia telah bercerai dengan istri pertamanya, ini pernikahan kedua.... kamu tahu paman tahu betul sepak terjangnya Wildan selama ini, pacarnya dimana-mana, sudah punya istri yang cantik kok masih tebar pesona...."


Lindah terdiam mendengarkan, benarkah Wildan begitu, bukankah Wildan dulu tidak seperti apa lalu apa yang merubah sikapnya selama ini atau memang begitu sifatnya selama ini....

__ADS_1


Andi keluar dari kamar dengan Adrian buah cintanya dengan Lindah berlari kearah sang bunda


"Sayang Andrian maunya tidur denganmu katanya..." ujar Andi sambil tersenyum menyapa paman Ali


"Paman kapan datang...."


"Baru saja, ini paman antar undangan Wildan buat kalian datang ya....'


"Maksudnya Wildaaaannnn...."


"Wildan mantan istrimu itu siapa lagi"


Lindah mengangkat kepalanya mendengar ucapan pamannya, sontak dia menyahut


"Mantan apa, mantan tetangga iya...."

__ADS_1


sahutnya gemes, masih selalu di ingatkan semua, melangkah kearah dapur membuat minum buat tamu mereka..... aku merenung semua hidupnya, aku baru sadar hidup telah ditentukan, kita hanya tinggal menjalaninya saja.... semua telah di atur Tuhan.... Tuhan telah mengatur setiap jodoh hambanya dan tahu siapa yang terbaik buat hambanya.... Seperti aku dan Andi


__ADS_2