Sakitnya Ditinggal Nikah

Sakitnya Ditinggal Nikah
EPISODE 8 Masa lalu wildan


__ADS_3

"Enggak gimana, jelas-jelas dia kemarin ngomongnya cintanya sama lo dan maunya cuma nikah sama lo terus tiba-tiba setelah ketemu lo mau dijodohin, apa coba?!?!"


"Apaan nih anak biasa aja dong, gini nih kalo bawaan lapar ngegas melulu, sini kita makan dulu biar lo adem...." ujar Wildan sambil memakaikan Lindah helm dikepalanya


sepanjang perjalanan aku hanya diam memandang kearah jalan larut dalam pemikiranku sendiri....


"Naah kita sudah sampai ayo turun...."


Aku turun dari motor Wildan memandang sekeliling dan tersenyum ternyata ada juga orang kaya yang suka makan dipinggir jalan ya....


"Lindah sini duduk, lo mau makan apa bakso aja atau campur mie ayam bakso?!?!.." tanya Wildan


"Aku mau mie ayam pake bakso aja"


"Ya udah, minumnya apa?!"


"Jus alpukat"


"Lindah unik juga selera lo, makan bakso/mie ayam sama alpukat apa rasanya?!" ujar Wildan meledekku sambil tertawa, aku hanya terdiam tidak menyahut ledekan Wildan


"Tadi lo minta bahas Sarikan, gue kemarin emang samperin Sari terus gue bilang kalo Sari emang cantik banget tapi gue sayang dan nyamannya sama lo...." Mendengar ucapan Wildan, alpukat yang sedang kuminum sukses menyembur keluar dan mengenai wajah Wildan


"Haah, apa lo bilang maksudnya aku jelek gitu?!?!" sahutku dengan mata melotot kearah Wildan


"Minumnya yang benar dong neng, gue sudah mandi tahu, sapa juga yang ngomong lo jelek, lo mau enggak jadi pacar gue...." ujar Wildan sambil tersenyum dan mengelap wajahnya....


"Hahahaha, lo makan apa tadi dinikahannya Sari kok otak lo jadi error gini???! sahutku sambil tertawa


"Gue malah enggak sempat makan apa-apa"


"Kalo gitu lo pasti kesambet penuggu pohon gede yang kita lewatin tadi hiiiih".... jawabku sambil bergidik


"Gue kesambet cinta lo, sudah jangan ngeles jawab aja lo mau enggak jadi pacar gue....?!?!"


"Enggak"

__ADS_1


"Kenapa, gue kan cakep, mana ada cewek yang berani nolak gue" sahut Wildan narsis


"Kalo gitu aku cewek pertama yang nolak lo" jawabku sambil tersenyum


"Sadis amat...."


"Biarin"


Dionpun tersenyum kemudian menarik tanganku dan menggenggamnya, aku rasakan ada hawa hangat merasuki tubuhku membuat jantungku berdetak tidak karuan, aku tarik tanganku dengan cepat aku takut Wildan tahu perasaanku seperti ini entah apa....


"Lindah sebenarnya dari dulu ada yang mau gue ceritain sama lo.."


"Kalo mau cerita ya cerita aja enggak perlu pake pegang-pegang segala bukan muhrim..." kataku sewot


Wildan tertawa "Iya maaf terbawa suasana, jadi mau dihalalin nih ceritanya, ayo mau lo kapan, sekarang, ayo kita ke penghulu!?" ucap Wildan tersenyum manis sambil mengedipkan sebelah matanya


"Enggak lucu tahu"


"Siapa juga yang buat lelucon serius tahu, Lindah menurut lo kenapa ya orang tua kita selalu merasa berhak penuh atas hidup dan masa depan kita, menurut kamu adil enggak sih???" Tanyanya tanpa menoleh kepadaku


"Enggaklah, hanya dulu beberapa bulan yang lalu gue punya pacar, kita udah pacaran selama 6 tahun, tapi keluarga gue menolak alasanya klise kita beda suku, dan beliau bilang nanti kalo sudah waktunya gue pasti akan menikah juga, lo tahu sendirikan suku kita gimana bagi mereka tabu bila tidak berjodoh dengan keluarga mereka sendiri.... Semenjak itu gue seperti kehilangan arah makanya gue milih pindah kesini menyendiri buat hilangin stress eehh enggak tahunya ketemu lo.... Semenjak kenal lo gue ngerasa nyaman banget dan lepas, santai enggak jaga image dan jadi diri gue sendiri, tertawa dan menikmati hal-hal kecil pokoknya sama lo gue bisa lupain semua masalah gue.... gue sadar gua sayang banget sama lo, apalagi kita sama suku dan sodaraan pasti orang tua gue tidak punya alasan lagi nolak, lo maukan jadi pacar gue....?!?!"


Deegg, aku terkejut tidak menyangka jika seorang Wildan yang aku kenal humoris ini ternyata memendam masalah yang cukup rumit juga....


"Yaa enggak juga, banyak kok diluar sana suku Bugis menikah dengan orang kita Jawa, Banjar, Melayu dan lainnya, mungkin pemikiran orang tuanya kali, terus kamu nyerah, dan putusin pacar kamu gitu aja?! eait ternyata kamu beneran cowok plin plan ya, kok pecundang gitu sih, bayangin 6 tahun bersama terus bubar, aduh aku enggak kebayang hati tuh cewek lo hancurnya gimana!!! apa tidak ada cara lain Wil???" Aku jadi sedih bayangin kisah percintaan mereka, untung aja aku tidak pernah jatuh cinta, serumit itu rupanya..


"Entahlah Lin, kamu tahu, itu juga kata-kata dia saat itu dia bilang gua cowok plin plan pecundang" Sahutnya dengan nada sedih..


Aku jadi enggak tega melihatnya, aku mencoba mengalihkan pembicaraan..


"Mmmnn Wil jadi itu alasan kamu pindah kesini lupain masa lalu, lari dari kenyataan..."


"Yups, mungkin kamu benar gue lari dari kenyataan hidup..., gue pengen menyendiri sekalian belajar lupain masa lalu, eh malah ketemu makhluk manis kamu???"


"Heeh, Makhluk? istilah lo gila bener emang aku hantu apa???" Protesku sambil monyongin mulut..

__ADS_1


"Hehe.. Abisnya kamu unik, seru, tahu enggak saat mama kamu masuk rumah sakit gue datang lo kesana antarin papa tapi gue enggak ikutan masuk, seandainya gue tahu dulu ada kamu disitu gue pasti masuk.."


"Oh ya, mungkin Tuhan belum izinin kita ketemu kali ya.... terus pacar kamu itu gimana sekarang?!"


"Kita temenan, masih komunikasi lancar palingan saling curhat gitu, Tahu enggak gue sering ceritain kamu sama dia lo.."


"What's, ternyata cowok suka bergosip juga???"


"Haha"


Kutatap Wildan ternyata selama ini aku salah menilai Wildan diluar cuek kayak tidak punya beban ternyata dalamnya bermasalah, aku jadi merasa bersalah pernah menyeretnya dengan masalah Sari....


"Terus kamu pasrah aja gitu pacaran selama 6 tahun pisah gitu saja, enam tahun bukan waktu yang sebentar lo....?!?!" ujarku mulai tertarik dengan kisah hidup Wildan


"Tentu aja gue protes tapi kata bokap entar kalo sudah waktunya gue juga nikah.....!?!?"


"Jadi berarti lo nanti terima dijodohin?!"


"Ya enggaklah guekan cowok, ini salah satu alasan gue milih lo, gue enggak mau lagi rasain kehilangan rasanya seperti ditusuk seribu belati, sakit...."


"Ekheemm jadi gue cuma pelarian lo gitu, waduh kasian amat ya hidup aku, hahaha...." ujarku bercanda


"Ya enggaklah gue serius tahu, sumpah, jadi gimana kamu mau terima akukan....."


"Enggak nanti kamu tinggalin aku juga...."


"Enggak, enggak akan pernah gue janji apapun yang terjadi gue pasti pertahanin lo, gue enggak akan pernah tinggalin lo...."


"Enggak aahh, kayaknya aku mau pulang aja dengar kisah lo kepalaku jadi pusing, sedih banget kaya telenovela


"Lo aja yang dengar pusing gimana gue yang jalaninya.... Tapi gue bersyukur banget pindah kesini semenjak kenal lo gue enggak sedih lagi, bisa ledekin lo, apalagi kalo lo marah tampang lo lucu, gemesin"


"Huuh.... kamu tuh ya senang banget bahagia diatas penderitaanku...."


Sudah dua minggu berlalu tetapi Sari belum juga ada kabarnya, setelah acara tersebut Lindah dan Sari seperti putus komunikasi, Lindah jadi penasaran Sari sekarang apa kabarnya, bahagiakah, sedihkah atau malu-malu secara mereka dijodohkan, nikah baru pacaran kayaknya seru juga, Lindah tersenyum-senyum sendiri ngebayanginnya

__ADS_1


__ADS_2