
Linda menatap Andi perlahan kemudian mulai bercerita
"beberapa tahun yang lalu ibu dan ayah kecelakaan, waktu itu hanya aku yang di rumah saat ayah menghubungi aku kerumah sakit aku disana aku lihat wajah ibu penuh darah dan dari hidung ibu selalu menetes darah da Daan pada saat ibu akan periksa dokter, ib ibuu muntah darah berkali kali banyak sekali sepanjang jalan di ambulans ibu berdarah Ndi' banyak darah aku aku takut ibuuuu huhu huhuhuhu...." Linda menutup wajahnya menangis sesenggukan, Andi terenyuh melihat sang istri langsung mendekap Linda kemudian mencium keningnya dia tidak menyangka istrinya pernah melalui hidup sesedih itu pantas dia trauma dengan darah
"Sayang sudah sayang, enggak usah cerita jika kamu masih merasa trauma ya, ibu sekarang sudah sehat jadi kamu jangan banyak mikir lagi ya, lupain semua ya, naah sekarang gimana sekarang jika kita makan saja, eh ngomong-ngomong gimana masak ikannya sayang sudah siap belum.....?!?!" Tanya Andi sengaja mengalihkan pikiran Linda
Linda terkejut baru ingat akan ikan yang akan dimasaknya tadi, dia buru-baru bangkit dan berdiri namun mendadak merasakan kepalanya sakit dia memegang kepala sambil memejamkan mata, Andi merengkuh tubuh Linda dan menggendongnya ke dapur lalu menurunkan sang istri di ruang makan
tidak lupa mengecup kening lalu berjalan ke dapur melanjutkan pekerjaan istrinya yang tertunda
"Sayang kamu mau ngapain, biar aku saja yang masak...." sela Linda setengah berteriak
Andi membalik tubuhnya dengan mulut menganga apa dia tidak salah dengar Linda memanggilnya sayang
"Haah.... Apa Lo bilang tadi.....?!"
"Biar aku saja yang masak" jawab Linda sambil berjalan kearah Andi
"Bukan kata itu yang sebelumnya tadi!?"
"Kamu ngapain...." ucap Linda pura-pura bloon
"Bukan sebelum itu...."
"Sayang?!?!"
"Iya sayang ku, akhirnya setelah penantian sekian lama Lo bilang sayang juga pada suami terkeren mu ini...." ujar Andi mengedipkan mata
Linda menarik hidung Andi dan meraih ikan akan melanjutkan acara belajar masaknya, Andi tersenyum memeluk dan memegang tangan Linda dari belakang sambil bertanya
"Sayang kita masak apa hari in!?!"
__ADS_1
"Gimana kalo ikan bakar dengan ikan asam pedas sayang, suka enggak...."
"Tentu suka apalagi yang memasak istri tercinta..."
wajah Linda tersipu malu dengan jengah dia melangkah maju selangkah, kikuk sendiri dengan tubuh Andi yang terlalu dekat mengapit tubuhnya bahkan dia merasakan ada tonjolan di punggungnya dari ************ Andi, dia semakin gerah dan malu sendiri membayangkan semua, namun tiba-tiba Andi meniup daun telinganya sambil berbisik
"Setelah selesai masak dan makan kita kekamar ya sayang...."
Linda hanya mengangguk pelan tanpa menoleh, dia merasa mati kutu didepan Andi, Aaghh apa ini yang namanya cinta yang sesungguhnya....
tiiit tiiiit.... suara bel rumah mengagetkan mereka berdua, mereka berpandangan dan bergegas keluar penasaran siapa tamu yang mengunjungi mereka.... Andi membuka pintu dan secepat kilat akan menutup kembali pintunya, namun bang Amri secepat kilat menyentuh pintu dan menjewer adiknya
Uuhh Adik kualat ya, Abang datang bukanya disambut malah mau di usir..' sahutnya sambil berpura-pura marah
"Sorry enggak terima tamu, Abang datang pasti cuma mau gangguin kita" sahut Andi galak
"Huuuh awas Abang mau lewat lagian Abang bukan mau kunjungi Lo tapi liat adik ipar Abang, hei Linda gimana kabar Lo, adik gue enggak nyusahin Lo kan...??" tanyanya sambil tersenyum penuh tanda pada Linda
"Alhamdulillah bang sehat, lumayan repotin hehe....!!??" sahut Linda sambil menarik tangan kak Tania istri Abang iparnya dengan Rena anak mereka mempersilahkan mereka masuk
"Kak Tania, Rena daa Bang Amri ayo masuk kalian mau minum apa..." Tanyanya ramah
Tania dan Rena bergegas masuk sambil menatap sekeliling rumah
"Tante Linda Rena boleh minta kue sama es cream...?!" sela Rena manja
"Rena jangan nyusahin tante..."sahut kak Tania
"Enggak kok kak Tania kok repotin kita malah senang Lo, iyakan Andi....?!"
Andi hanya tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya dan ngeloyor kearah kamar mandi bersiap-siap mandi dia masih sebal abangnya tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, dia udah capek-capek nyusun rencana romantis malah gagal gegara kedatangan mereka, nasib deh....
__ADS_1
Linda membawa tamunya keruang tamu, kak Tania dengan cekatan membuat minum dan membawanya keluar, mereka asyik mengobrol dan tertawa renyah
"Lin kita ke Mall atau kepasar kek, tadi kakak liat kulkas kamu kosong, kita belanja bumbu dapur juga sekalian, perginya sama kakak aja jangan sama Andi, para suami mana tahu belanja kebutuhan rumah tangga...."
"Eh kak Tania siapa bilang suami enggak tahu belanja, enak aja kami tahulah iyakan bang....?!?!" sahut Andi dari arah kamar mandi
"Yoi, lelaki kek gini pintar masak pasti hapal juga bumbu dapur, eh tadi di dapur Abang lihat ada ikan bakar sepertinya enak, kita makan dulu yuk aku lapar banget nih...."
Rena tersenyum dan berlari ke meja makan, duduk manis sambil menunjuk lauk yang ada, aku dan kak Tania bergegas menyusul dan menyiapkan nasi juga piring mereka makan bertiga dengan lahap, ternyata mereka benar-benar lapar....
"Bang, kak Tania kalian makan aja, kami ke kamar dulu siap-siap ya...."
"Iya, tapi jangan bercinta dulu entar pasarnya keburu tutup...." sahut bang Amri sambil tertawa
Andi menarik tanganku cepat lalu mendorong tubuhku masuk kedalam kamar lalu ******* bibirku membabi buta aku terengah-engah dibuatnya lalu mendorongnya, menunjuk kearah pintu kode jika ada tamu namun Andi hanya meletakkan jarinya dibibir kemudian melanjutkan aksinya, dan membawaku ke kasur, membelai rambut kemudian mengecup kening ku, tangannya mulai meraba-raba kemana mana secepat kilat aku tahan sebelum aku ikut hanyut bersamanya
"Ekhem ayo kita mau siap-siap kan?!"
"Sebentar lagi sayang..."
"Ayo nanti keburu malam kita enggak sempat belanja kita enggak bisa makan malam Lo...." sahutku sambil berlalu kearah lemari pakaian
Andi cemberut kemudian menyusul menerima baju yang aku berikan lalu memakainya dengan lesu
Tante ayo buruan, Rena sudah kenyang nih, jadi enggak shopping nya...." Suara Rena lantang
"Iya sayang sebentar..."
Aku dan Andi berlari mendengar suara klakson berkali-kali pasti ini ulah si Rena
Kami memasuki pasar tradisional dengan semangat berburu semua keperluan dan bumbu dapur tentunya, jujur ini yang pertama kalinya buatku berbelanja kebutuhan rumah tangga sendiri biasanya hanya temani ibu, untung saja ada kak Tania yang pintar masak kalo tidak pasti Andi bakal menjahili ku lagi, aku mengitari pasar Hanya ada beberapa kios sayur dan buah yang terbuka sepertinya kita sedikit terlambat pasarnya sudah mau tutup
__ADS_1