Sakitnya Ditinggal Nikah

Sakitnya Ditinggal Nikah
EPISODE 33 Pertemuan Kembali


__ADS_3

Andi tertawa melihat wajah manyun Lindah seakan tidak percaya dengannya, Andi menjentik kening Lindah lembut dan tersenyum menggodanya


"Hai sudah selesai bertapanya, Lo percaya adanya takdir, nah ini tandanya takdir yang satuin kita, jadi gimana mau menikah denganku....?!


Seru Andi sambil berlutut didepan Lindah yang masih bengong


"Haah.... Lo apaan sih mau sungkem emangnya aku mama Lo apa, pake berlutut segala, bangun...." Lindah segera berdiri dan mundur beberapa langkah


"Hehe, ya kan kayak difilm and sinetron romantis gitu ceritanya...." Sahut Andi nyengir


"Jangan-jangan yang tadi lo cuma ngarang pake trik ujung-ujung nembak, enggak mempan tau...." Seru Lindah tertawa dan beranjak pergi namun baru beberapa langkah Andi menarik tangannya membuatnya terdiam menghentikan langkahnya


"Andi tolong singkirkan tangan Lo, kita bukan muhrim...."


"Makanya aku minta kamu terima aku supaya secepatnya halal dan aku bisa menjadi muhrim kamu selamanya...." jawab Andi menggoda Lindah


"Malas, lo cari aja yang lain..."


"Hei tunggu akulah, kita belum bayar tahu kalo kamu tinggalin aku disini bisa nyasar...."


Lindah memutar tubuhnya dan tertawa dia baru ingat sudah makan belum bayar main pergi saja and nih anak pendatang kalo hilang harus tanggung jawab aku....


Suara adzan magrib berkumandang, Andi mengajak Lindah kemesjid terdekat, Lindah mengejar langkah Andi yang berjalan dengan buru-buru takut ketinggalan sholat tanpa menyadari seseorang yang berjalan dari kanan.... Lindah terhuyung dan refleks menoleh dengan seribu permintaan maaf meluncur dari bibirnya... Dia terkejut saat melihat wajah orang yang di tumburnya

__ADS_1


"Lindah sayang, Lo disini....?!?!" Wildan tidak menyangka jika gadis yang menabraknya ini Lindah yang dia cari-cari selama ini akhirnya bertemu juga, dia menutup mulutnya saat menyadari telah menyapa Lindah dengan panggilan sayangnya....


Lindah berdiri mematung menatap Wildan dihadapannya, manusia ini yang tidak ingin lagi dilihat seumur hidupnya.... Manusia ini yang tidak ingin lagi diingatnya.... Manusia ini.... Aahhh kenapa sekarang malah berdiri di hadapanku????!!!....


Azan masih berkumandang membuyarkan tatapan mata Lindah dengan penuh kebencian beradu tatapan Wildan yang penuh kerinduan.... Lindah melirik seorang wanita disamping Wildan yang lagi asyik bermain dengan anak kecil dalam gendongannya menyadarkannya akan status lelaki dihadapannya tersebut, dia menghapus airmatanya yang menetes dan berlalu kearah Andi yang telah menunggunya didepan pintu masjid....


Andi tersenyum menyambut Lindah dan mengajak kearea tempat wudhu, setelah menyakinkan dirinya Lindah baik-baik saja diapun segera tempat wudhu khusus lelaki....


Wildan yang masih termangu dijalan hanya bisa memandangi kepergian Lindah menyaksikan Lindah dan Andi bersama memasuki area mesjid, dia menghapus setetes air bening keluar dari kedua bola matanya, penyesalan memang datangnya selalu terlambat.. Seandainya dulu dia menunaikan janjinya kembali ke Lindah.... Seandainya dulu dia bisa bersifat keras lagi.... Ya dulu dia pernah mencari Lindah berusaha sekuat tenaganya, selalu menghubunginya namun nomor ponselnya tidak lagi aktif sampai sekarang dia masih menyimpan nomor handphone Lindah tersebut dan sengaja tidak pernah mengganti nomor ponselnya sendiri berharap suatu hari nanti Lindahnya akan menghubunginya namun sia-sia hingga sekarang Lindah tidak pernah menghubunginya lagi, Wildan kembali mencari dirumahnya tapi rumahnya telah terkunci mereka telah pindah dan rumah tersebut telah dikuasai papanya semua.... Lindah seperti ditelan bumi, Wildan yang putus asa akhirnya memutuskan tetap bersama Sienna saja mempertahankan pernikahan mereka.... Ya seandainya saja dia tidak terburu-buru memutuskan pasti sekarang Lindah bersedia kembali padanya.... tapi sekarang Lindah telah bersama pria lain.... Apakah mereka telah menikah.... Ya Wildan hanya bisa berharap lelaki tersebut tidak akan memperlakukannya seperti dirinya.... Mencintai dan mau berjuang untuk Lindah tidak seperti dirinya hanya seorang lelaki pengecut dan pecundang....


"Wildan Lo kenapa lagi, membisu dan nangis masih ingat Lindahkan.... Lo kenapa sih dari dulu sampe sekarang masih saja mengingatnya, kita udah punya anak tapi bisa enggak lo menganggap aku istrimu sepenuhnya dan melupakan masa lalu kamu itu...."


Sienna menangis didepan Wildan membuat suaminya merasa bersalah dan beranjak melangkahkan kakinya bersama istrinya kemesjid menunaikan kewajiban kepada penciptanya....


Lindah menghapus dengan kasar airmatanya, dia bersumpah ini airmata yang terakhir keluar dari matanya untuk Wildan.... Lindah bergegas merapikan mukena yang dipakainya dan melangkah keluar pasti Andi telah lama menunggunya desisnya..


Andi berjalan mondar-mandir didepan masjid sesekali matanya kearah dalam mesjid namun Lindah tidak kunjung nampak batang hidungnya.... "Ini anak sholat apa molor atau jangan-jangan mau sholat sampe tahajud apa lama banget...." Gumamnya mulai bosan, Dia memilih duduk di tangga mesjid sambil memasang sepatunya....Menunggu wanita benar-benar harus punya stok sabar yang full ya kalo tidak, bisa kriting dibuatnya....


Andi melirik gadis yang langsung duduk disampingnya memakai sepatunya tanpa suara sedikitpun


"Akhirnya nongol juga...." Gumamnya


Lindah menoleh dan tersenyum, menarik tangan Andi dan berlari

__ADS_1


"Ayo kita pulang, nanti aku lapar lagi bisa habis uangmu buat traktir aku..."


"Pelan-pelan dong neng nanti kita jatuh malu...."


"Biarin, buruan nanti ketinggalan bis.."


Andi berhenti seketika membuat Lindah yang masih memegang tangannya ikut terhenti dan tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya terjatuh menabrak tubuh Andi, Andi dengan refleks memeluknya supaya dia tidak jatuh.... Lindahpun memdorong tubuh Andina menjauh darinya....


"Iiih.... Lo tuh ya ambil kesempatan dalam kesempitan.... Serang Lindah marah


"Hei basing aja kalo ngomong kamu tuh yang nabrak aku, sebelum kamu jatuh jadi gue tolongin bukannya terimakasih malah nodong.... Sahut Andi balas ngegas


"Biarin aja aku jatuh lagian orang lagi lari kok pake stop tiba-tiba lagi....


"Ya aku yang salah maaf tuan putri, jadi sekarang gimana mau pulang atau makan lagi...."


"Ya pulanglah...."


"Eh kita ke mall yuk...."


"Enggak, pulang, ayo...." sahut Lindah ngeloyor pergi, malunya dia dengan Andi setengah mati, Andi tersenyum mengalah dan mengikuti arah langkah Lindah....


Tanpa mereka sadari sepasang mata memperhatikanya mereka sedaritadi.... Wildan mengepalkan tangannya dan menarik napas membuangnya dengan kasar melihat pemandangan didepan matanya, hatinya panas melihat pujaan hatinya nampak begitu nyaman dan ditolong dengan lelaki lain, dia sadar tidak punya hak lain cemburu pada Lindah tapi hatinya tidak rela melihat kebersamaan mereka begitu bahagia.... "Ahhh dulu akulah yang diposisi itu tertawa selalu dengan Lindah tanpa beban, semua begitu indah.... Seandainya saja dulu dia lebih keras lagi tentu dia tidak akan kehilangan gadis yang dicintainya ini.... Seandainya saja dulu dirinya tidak terlalu cepat memutuskan.... Huuuuh..... seandainya Lindah tahu jika selama ini dirinya tidak pernah bisa melupakannya, tidak pernah bisa berhenti mencintainnya.... Meskipun dimata semua orang melihatnya bahagia bersama Sienna tapi jauh di relung hatinya tetap tersimpan nama Lindah, cinta dan rindu masih membuncah hanya untuk Lindah namun apa dayanya ini semua salahnya.... Ini semua keputusannya sendiri....

__ADS_1


__ADS_2