Sakitnya Ditinggal Nikah

Sakitnya Ditinggal Nikah
EPISODE.10 Jadian


__ADS_3

Tidak terasa sudah empat bulan berlalu setelah pernyataan cinta Wildan, Lindah belum juga memberi jawaban, namun Wildan dengan setia menunggunya toh tidak berat banget secara selama ini mereka selalu bersama, apalagi mereka tetangga tinggal keluar depan rumah pasti ketemu... Hanya statusnya saja yang belum diperjelas, Wildan yakin kok dengan bersabar sedikit lagi Lindah pasti bakal jadi miliknya.... Lain halnya dengan Lindah dia tidak berniat menggantung statusnya dengan Wildan, dia hanya belum yakin akan hatinya, sejujurnya Lindah takut Wildan akan meninggalkannya suatu hari nanti seperti kisah masa lalunya, Lindah takut sekali mendengar kata patah hati jika itu terjadi, hidup tanpa Wildan bagaimana caranya aku menjalani hari-hari tanpa Wildan tapi bagaimana jika selama ini Wildan sudah bosan menunggu terus mencari pengganti, tentu Lindah lebih tidak terima lagi, mana mungkin seorang Lindah mau kalah sebelum berperang.... Apa ini saatnya aku menerima Wildan, bukankah dia pernah berjanji apapun yang terjadi akan tetap mempertahankannya, Lindah harus percaya dan yakin cintanya Lindah, jika tidak menjalaninya bagaimana bisa tahu hasilnya kan, Lindah sudah bertekad mengatakannya malam ini... Bismillah.... Lindah meraih handphonenya dan mengetik pesan "Wildan malam ini lo sibuk tidak?!"


lima menit kemudian ada balasan "Enggak, ada apa Lin??"


"Aku mau ajak kamu keluar makan bisa?!"


"Bisa banget, apa sih yang enggak buat kamu, pukul tujuh, oke"


Lindah tersenyum membaca chat Wildan semoga hati Wildan masih untukku dan semoga pilihanku ini tidak salah jalan.... Lindah segera bersiap-siap pake baju kaos dan celana jeans terus berdandan tipis aja seperti biasa takutnya nanti sudah dandan heboh eeh Wildannya sudah punya pacar, wajarkan sudah lama Wildan nembaknya.... Lindah benar-benar Ikhlas malam ini dia sudah siap apapun jawaban Wildan, Lindahpun bergegas keluar diteras sudah ada Wildan menunggunya tersenyum manis melambaikan tangan kemudian memberikan helm Lindah "Ayo cepat gue sudah lapar" ujar Wildan sambil membantu Lindah memakai helm


"Iya sabar"


"Tumben lo ngajak gue keluar"


"Enggak apa-apa hanya suntuk aja dirumah"


"Eits gue baru tahu seorang Lindah kenal juga kata suntuk"


"Katanya lapar emang bisa kenyang makan obrolan...."


"Iya, ngobrol sama kamu seperti infus bagi gue...." ujar Wildan terkekeh, menghidupkan motornya....


Selama perjalanan aku sibuk memilih kata-kata yang akan aku katakan nanti pada Wildan dan tidak lupa juga memikirkan bagaimana sikap aku jika Wildan menolakku....


"Lindah lo mau makan apa?!"


"Apa saja asal sama kamu" jawabku mengcopy kata-kata yang sering diucapkanya


"Oo sudah pintar godain, kalo gitu kita ketaman aja yuk seperti biasa disana seru, santai dan baksonya juga enak" Wildan memarkir motornya, aku mulai gugup, sepertinya nyaliku mulai menciut....

__ADS_1


"Lindah ayo duduk sini, gue sudah pesanin mie ayam baksokan...."


Aku mengangguk pelan dan tidak lupa berterima kasih, "Jika Wildan nanti tidak membahasnya mungkin sebaiknya aku tidak usah bahas juga, kan tengsi nawarkan diri, nyaliku sudha benar-benar pergi sekarang


"Lindah dimakan mienya enggak akan habis kalo cuma dipandang tahu"


"Iya nih aku makan" sahutku mulai kikuk


"Lindah lo sudah ada keputusan tidak?!"


"Keputusan apa?!"


"Soal yang dulu empat bulan yang lalu, jawab dong agar kita bisa maju kedepannya and gue ada status gitu


"Soal apa ya....?!" ujarku pura-pura lupa


"Maunya lo gimana?!"


"Maunya gue ya lo terimalah...."


"Ya sudah"


"Apa, maksudnya lo terima gue?!"


"Yup"


"Yes yes.... makasih ya sayang, gue senang banget, tapi serius kan?! jadi ceritanya malam ini ngedate pertama kita ya sayang!?"


"Jadi yang kemarin-kemarin tuh apa??"

__ADS_1


"Itu namanya pedekate sayang"


Lindah dan Wildan baru saja pulang makan malam, selalu bersama berdua saja, telepon dan chattingan sepanjang hari padahalkan mereka juga tetanggaan keluar pintu aja ketemu tapi bagi mereka berdua itu semua belum cukup.... Kebahagiaan terbesarmu adalah saat bersama orang yang kamu cintai, keindahan terindah saat melihat senyuman orang yang kau cintai dan anugrah terbaik adalah saat orang yang kau cintai setia dan tidak akan pernah meninggalkanmu.... Setidaknya itulah yang Lindah rasakan sekarang, mengenal cinta untuk pertama kalinya mungkin Lindah menyesal baru sekarang kenal cinta yang ternyata lebih indah dari semburat senja....


Semenjak mereka resmi menyandang kata pacar semua mereka lewati berdua, Wildan begitu perhatian dan sangat posesif mereka chating sepanjang waktu Wildan bahkan melarang Lindah berteman dengan teman lelaki, Lindah hanya boleh keluar bila itu bersamanya dan tidak ingin melihat Lindah nongkrong bersama teman pria meskipun hanya teman cemburu sedikit berlebihan mungkin dan Lindah menganggap itu sah-sah saja atas nama cinta apalagi ini untuk pertama kalinya Lindah mengenal cinta, dunianya cuma satu dan cukup satu orang saja Wildan, Lindah tidak butuh yang lain, semoga pilahan Lindah kali ini tidak membuayi menyesal nantinya....


"Sayang sudah makan belom, makam ya entar sakit¿!"


Lindah tersenyum membaca chat Wildan dan membalasnya "Sudah sayang, lo sudah makan?!"


"Udah juga, oh ya sayang sekarang aku lagi enggak dirumah ya, lagi nongkrong bareng teman-teman mungkin sore baru pulang jadi siang ini kita chattingan aja ya entar malam baru kita jalan, enggak apa-apakan sayang?!?!"


Lindah hanya membaca pesan Wildan namun tidak membalasnya karena lagi sibuk Lindah mungkin lupa jika dua menit saja Lindah telat membalas chat maka Wildan akan mengirimkan chat bertubi-tubi....


Wildan memeriksa handphonenya sudah lima menit berlalu tidak ada balasan dari Lindah, Wildan mulai cemas dan gelisah tidak biasanya gadisnya ini tidak membalas pesannya, apa dia sibuk, tapi sesibuk apa hingga cuma untuk mengetik pesan saja palingan satu menit bukan waktu yang lama.... Wildan kembali mengirim pesan "Sayang kok telat balasnya" Wildan menunggu lima menit kemudian tidak ada juga jawaban "Sayang kamu baik-baik ajakan...." belum juga ada balasan Wildan kembali ngchat "Sayang kamu marah ya" tidak balas lagi, kenapa sih nih anak.... "Maaf ya sayang, sebentar lagi aku balik"


"Sayang balas dong"


"Sayang gue enggak suka ya lo cuekin kayak gini"


"Sayang"


"Gue sudah dijalan tunggu gue depan rumah, kita harus ketemu...."


Setelah menyelesaikan semua pekerjaan Lindah meraih handphonenya dan terkejut melihat sepuluh pesan masuk dari Wildan, ada yang pentingkah.... Lindah segera membacanya astaga jadi chat Wildan tadi cuma di readnya tidak dibalas pantas saja Wildan menghujaninya pesan baru bertubi-tubi Lindah segera mengetik pesan buat Wildan "Sayang maaf ya tadi aku lagi sibuk jadi enggak pegang handphone"


"Apa yang lebih penting dari sekedar membalas pesan gue, lo cuma butuh waktu satu dua menit untuk membalasnya"


Lindah pucat membaca balasan chat Wildan, berabe Wildan ngambek, Lindah bingung ini untuk pertama kalinya aku melihat Wildan ngambek bagaimana cara bujuknya....

__ADS_1


__ADS_2