Sakitnya Ditinggal Nikah

Sakitnya Ditinggal Nikah
EPISODE 30. Membuka hati


__ADS_3

Andi menggeleng kepalanya mendengar kata-kata adik kesayangannya tersebut, adiknya ini memang ceplas-ceplos jika berbicara tanpa berfikir semau dia.... Bagaimana mungkin hanya karena wajah Andi bisa merubah niat dan tujuan kesini.... meskipun Lindah adalah gadis yang jerawatan itu, jujur sebagai lelaki Andi sedikit kecewa walau bagaimanapun setiap pria pasti jatuh cinta mulai dari fisik baru kehati tapi untuk kali ini sepertinya Andi lain dia terlanjur jatuh cinta dari hati dan kepribadian Lindah meski hanya lewat komunikasi ponsel dan baru bertemu... Andi bertekad siapapun Lindah dia akan terus berusaha memilikinya, Lindah adalah jodohnya dia sangat yakin itu....


Setelah mematikan ponselnya Andi bergegas masuk kembali kedalam rumah Lindah mungkin tuan rumah telah menunggunya....


Lindah baru hendak melangkah kearah dapur menemui kak Wina bertanya diantara tamu tersebut yang manakah Andi, sedikit was was dan bingung namun suara papanya memanggil....


"Lin, Lindah kesini sebentar tolong temani tamu kita, papa ada urusan sebentar...."


Lindah bergegas keluar bersama Lina, mengangguk dengan papa dan tersenyum pada kedua tamunya....


"Lindah ini yang namanya Andi sepupu yang kamu tanyain kemarin sambil menunjuk cowok berbaju biru dan Andi ini Lindah anak om yang kamu via chat...." ucap ayahnya memperkenalkan mereka, Lindah dan Andi berjabat tangan dan tersenyum....


Setelah ngobrol Andi pamit mau nginep dirumah temannya katanya, Lina mencuil pipi Lindah menggodanya....


"Ekhem kheem akhirnya ratu jomblo kita bakal punya pacar juga eh salah jodoh...." ujar Lina mengedipkan matanya ke kak Wina


"Yoi Lin, Lo mau jadi Bridesmaids mereka...." sahut kak Wina tertawa


Lindah yang merasa di sindir, mencubit lengan Lina dan kak Wina yang dibalas dengan cubitan mereka berdua sambil tertawa


"Kalian ini jangan gitu dong, belum tentu juga Andi suka sama aku, eh kalian sudah heboh duluan malu tahu"

__ADS_1


"Yaelah Lindah sayang, dimatanya Andi aja cuma ada kamu, tahu enggak tadi gue perhatiin si Andi noh hanya tatap Lo doang kita mah enggak ada baginya kali cuma dianggap antara ada dan tiada"


"Iya gue baru ingat lo kan makhluk astral bukan ya.... Pantas aja Andi enggak bisa liat lo...." ucap Lindah tertawa


"huush tega amat ni teman, gue masih mau idup and nikah dulu tau" seloroh Lina manyun


Lindah baru saja mau menggoda Lina lagi tiba-tiba gawainya bergetar sebuah pesan masuk dari Andi


"Lin bisa kita ketemuan sore ini, temani aku makan malam ya...."


Lindah mengerutkan keningnya maksudnya Andi apa, ngajak ketemuan sore tapi makan malam sampe malam gitu aku temani dia???


nolak, kasian juga secara dia sudah belain jauh-jauh datang juga demi ketemu aku


"Andi jemput aja ya, jam empat gimana...."


"Oke"


Lindah meletakkan gawainya dan menatap langit-langit kamarnya adakah ini keputusan yang baik buatnya.... Bukankah menyetujui permintaan Andi sama dengan memberi harapan untuknya....?!?!


bagaimana jika nanti Lindah larut lalu jatuh cinta lagi....?!?!

__ADS_1


Apakah Andi akan meninggalkannya juga seperti yang dilakukan Wildan mencampakkan saat lagi sayang-sayangnya sangatlah menyakitkan..... Lindah menutup kedua tangan diwajahnya karena sudah penuh airmata....


"Tuhan kenapa airmata ini harus selalu meneteskan setiap mengingat nama Wildan...." Begitu dalam kah luka yang ditorehkan dihati hingga sampai detik ini aku tidak mampu menyembuhkannya.....!???


Atau begitu besar cintaku padanya hingga membuatku tidak bisa benar-benar melupakannya.....!!!??


Wildan kenapa nama itu aku sebut lagi setelah bertahun-tahun aku berusaha menguburnya dengan airmata....


Lina yang lagi asyik membaca majalah disamping Lindah menoleh saat mendengarnya terisak, Lina yakin pasti Lindah ingat cinta pertamanya lagi, selalu dan selalu begitu entah sudah berapa liter airmata yang terbuang sia-sia hanya untuk lelaki yang bernama Wildan itu.... Seandainya Lina tahu alamatnya, Lina pasti sudah samperin tuh cowok plin-plan, membejat-bejatnya kayak simboknya ngulek cabe.... Lina mendengus ingat nama tuh cowok aja dia jadi ikut emosi, dia hanya bisa mendoakan sahabatnya ini berjodoh dengan lelaki yang terbaik, semoga lelaki itu Andi karena sepertinya dia anak baik dan polos.... Lina melirik Lindah yang masih menangis, dia ingin sekali menghiburnya tapi takut salah kata akhirnya Lina meraih remote TV didepannya mungkin dengan begini pikiran Lindah teralihkan harapnya


"Assalamualaikum ustadz hari ini kita sesi tanya jawab ya sama ustadz kita, ustadz Faiz tema hari ini cara melupakan seseorang yang kita cinta bahasa gaulnya move on ya teman-teman, hehe" Suara host acara edisi bulan puasa ini sukses membuat Lindah menoleh kearah TV dan serius menontonnya, Lina tersenyum dan berucap syukur acaranya sesuai suasana hati sahabatnya ini, semoga ustadz kondang ini memberinya solusi


"Waalaikum Salam Hasan, Iya zaman sekarang banyak banget ya kalangan muda-mudi kita yang galau, hehe.... begini intinya mencintai itu sepatutnya karena Allah ya dan lebih wajib lagi kita lebih mencintai Allah sebagai pencipta kita baru yang lain gitu.... terus bagaimana jika sudah terlanjur cinta tapi ternyata bukan jodoh kita, jawabannya move on dong caranya bagaimana.... Yang pertama-tama yang harus kalian lakukan dengan memaafkannya.... Kenapa.... Karena dengan memaafkan hati kita akan plong dan hati kita bersih dan kosong yang tadinya hati kita itu di isi dengan cinta itu cowok/cewek jadi hilang dan plong membuat kita tenang dan berangsur-angsur hilang dan lupa sendiri, yang kedua mendekatkan diri dengan Allah contoh ni membaca Alqur'an membuat pikiran kita teralihkan dan tenang...."


Lindah termenung, apakah benar selama ini dirinya belum sepenuhnya memaafkan Wildan jadi Lindahpun tetap menangis setiap mengingatnya.... Bahkan bila diminta jujur sosok Wildan masih hidup didalam hatinya hingga membuat dia tidak percaya lagi dengan yang namanya cowok.... Memaafkan akan bisa melupakan tapi bagaimana caranya?!?!? mungkin mulutnya bisa mengatakan iya tapi hatinya tidak bisa....


Lindah bangun dari sofa dan masuk keruang ibadah, mengambil wudhu dan sholat, Lindah akan mencari caranya lewat Allah tekadnya....


Andi melirik jam ditangan sudah hampir pukul tiga, dia bersiap-siap kembali kerumah Lindah menjemputnya.... Dia bertekad malam ini juga nembak Lindah dan secepatnya melamarnya, semoga Lindah mau menerima harapnya karena sejujurnya ini buat pertama kalinya dalam hidup Andi jatuh cinta dan dekat dengan yang namanya makhluk manis ciptaan Tuhan terindah yakni wanita.... Andi ingin Lindahlah cinta pertama dan terakhirnya.... Semoga....


Kak Wina membuka pintu saat mendengar sebuah suara salam dari luar, dia tersenyum hangat melihat sosok didepannya, semoga lelaki ini yang dikirimkan Tuhan untuk menghapus airmata adiknya selama ini, harapnya....

__ADS_1


Andi membalas senyum kak Wina dan menanyakan Lindah dan berkata telah janjian dengan Lindah tuk makan malam, kak Wina mempersilahkan tamunya masuk dan menghampiri Lindah....


__ADS_2