
"Mil kamu percaya adanya firasat enggak?!?!"
"Firasat, maksud kakak....?!?!" Tanya Mila bingung
"Maksud kakak pesan lewat mimpi atau sesuatu entahlah kakak juga tidak menjelaskanya...."
"Apa itu ada hubungan dengan kak Wildan?!"
"Iya Mil mimpi kakak semalam aneh sekali, rasanya begitu nyata kakak takut itu pasti terjadi...." jawab Linda panjang lebar sambil tangannya mempermainkan cincin dijarinya
"Aduuuhh Mil cincin kakak...."
Cincin Lindah terjatuh ketanah menggelinding entah kemana, Lindahpun spontan meloncat ketanah mencarinya kemana-kemana namun sia-sia dia tidak menemukannya, airmata yang ditahannya sedaritadi tumpah Lindah bersimpuh ditanah mengais-ngais tanah disekitarnya dengan menangis sesunggukan menyesali diri melepas cincinya.... Mila yang melihat tingkahnya ikut menangis dibuatnya, Mila pun turun dan mengajak Lindah duduk kembali dibangku, kemudian memeluknya....
"Kakak yang sabar ya...."
Lindah hanya mengangguk dengan airmata menetes tanpa henti mulutnya menyebut nama Wildan lirih
"Oh ya tahu enggak kata orang kalo kita dikasih cincin dari orang yang kita cintai terus cincin tersebut jatuh atau hilang itu tandanya kita akan kehilangan dia lo kak...."
Lindah mengangkat kepalanya menatap Mila apakah firasatnya benar kemarin bermimpi dan sekarang tanda lewat cincin.... Lindah semakin yakin akan kehilangan Wildan, mungkinkah ini cara Tuhan memberitahukannya.... Dan jika itu sungguh terjadi lalu apa yang harus Lindah lakukan.... Aku tidak ingin kehilanganmu Wildan, aku sungguh tidak sanggup....
Airmata Lindah semakin deras, Mila memukul mulutnya memaki dirinya sendiri yang sudah keceplosan bukannya menghibur Lindah dia malah memperparah keadaanya....
"Kak Mila minta maaf ya kak, Mila enggak bermaksud...."
"Enggak kok Mil, dari kemarin kakak juga bermimpi aneh, kakak pikir mimpi itu pasti ada hubungannya diantara kami...."
__ADS_1
" Maksudnya kak Wildan sudah pasti akan tinggalkan kakak begitu....???!!'
"Entahlah, kakak juga tidak berani mendahului takdir mungkin ini firasatku saja, jujur kakak benar-benar takut memikirkan itu semua membuat kepala kakak ini pusing...."
"Ya udah kak jangan banyak berfikir, toh keadaannya belum tentu juga kan"
"Kita pulang sekarang yuk Mil...."
Mila mengangguk dan menggandeng tangan Lindah, mereka berdua keluar dari taman kompleks pulang kerumah, Lindah menghentikan langkahnya didepan rumah Wildan menatap pintunya dengan sedih.... "Aku tidak pernah menyangka jika Wildan beneran mengingkari janjinya pulang hari ini...." gumamnya dalam hati.... Diapun mendekat dan menyentuh pintu rumah tersebut matanya tertuju pada tong sampah disampingnya berisi pecahan vas bunga, Lindah menunduk memungutnya seingatnya tadi pagi tempat sampah ini kosong itu artinya tadi ada orang dirumah Wildan, tapi siapa?! Wildan kah?? Lindah lekas berdiri mengetuk-ngetuk pintu rumah Wildan dengan airmata berderai memanggil-manggil nama Wildan tapi pintu tidak juga terbuka.... Lindahpun mengetuknya lebih keras dan menangis memanggil Wildan sekencangnya namun tidak ada juga jawaban.... Mila segera menarik tangan Lindah, dia sungguh tidak tega melihatnya, dia menunjuk garasi rumah Wildan tidak ada mobil maupun sepeda motor itu artinya rumahnya kosong.... Lindah membuka gawainya menghubungi nomor Wildan lagi-lagi tidak aktif.... Lindahpun menjatuhkan dirinya kemudian duduk memeluk kedua lututnya menangis sesunggukan....
"Wildan tolong jangan hukum aku seperti ini, Will aku tidak sanggup tanpamu, Wil tolong hubungi aku.... Wil aku mohon jangan diami aku seperti ini.... Aku kangen kamu dimana Wil...."
Tiba-tiba ponselnya berdering tertera nama Wildan disitu Lindah segera mengangkat
"Hallo Wildan, kamu dimana, kenapa enggak pulang...."
"Hallo Lindah tolong maafin aku ya sayang...."
"Gue gue sekarang lagi dirumah Doni, aku sangat mencintaimu Lindah, aku mohon jangan pernah tinggalin aku ya...."
"Kenapa enggak pulang Wil, aku kangen tahu enggak...." Lindah menangis Wildanpun disebrang sana bahkan Wildan tidak mampu lagi berkata suaranya tidak bisa keluar, lidahnya kelu, tenggorokannya tercekat, napasnya pun serasa sesak.... Doni yang melihat wajah Wildan penuh airmata merebut ponsel ditangannya....
"Lin ini gue Doni...."
"Don Doni tolong jelasin ke aku kenapa Wildan menjauhiku, Wildan kenapa tidak mau bertemu aku, Wildan kenapa menghindar dariku??!! Apa aku ada salah, tolong kasih tahu aku supaya aku bisa minta maaf dan merubahnya.... Don aku mohon bantu aku.... huhu....." Lindah menangis sesunggukan, Doni yang mendengarnya ikut meneteskan airmata, ini untuk pertama kalinya seorang Doni menangis karena wanita
"Lindah maaf ya, Wildan hanya lagi sibuk banget kok makanya enggak sempat nemuin lo, ini aja sekarang lagi kerja lagi jadi enggak sempat pamit, nanti dia hubungi lo lagi ya...."
__ADS_1
tuuuut.... Tuuuut..... Suara terputus, Lindah termangu menatap layar ponsel matanya nanar pandangannya mulai buram kemudian semua menjadi gelap
xxxxxxxxxxx
Wildan membanting semua barang yang ada didepannya sambil berteriak dengan sekuat tenaga.... Dia benci hidupnya seperti ini.... Dia tidak terima dengan perjodohan ini, tapi dia juga tidak punya daya untuk menolaknya.... Wildan menghantam pagar rumah Doni kemudian menjatuhkan dirinya kelantai dengan kasar lalu memeluk kedua lututnya menangis.... Doni menghampirinya menepuk bahu Wildan memberikan semangat dan memberikan sebotol minuman kepadanya, minuman ini bisa buat lo lupain semua masalah lo ujarnya.... Wildan meraih botol tersebut dan meneguknya, Doni tersenyum dan ikut meminum juga karena Wildan tidak biasa dengan alkohol baru beberapa teguk dia sudah meracau, mulutnya menyebut-nyebut nama Lindah.... Doni yang sudah mulai kehilangan akal sehatnya pun hanya tertawa melihat Wildan menghubungi seseorang sambil menangis....
Lindah yang disebrang sana mengangkat ponselnya dan mendengar suara Wildan menyebutnya dengan terisak merasa heran, Wildan menangis ada apa???!?
"Wildan kamu kenapa sayang...."
"Lindah gue cinta lo cinta banget, Lo sayang gue kan, jangan pernah tinggalin gue ya, Lindah gue enggak bisa hidup tanpa lo...."
"Tapi kenapa lo enggak pernah pulang, aku khawatir Wil, aku juga kangen banget sama lo tau enggak sih...." Lindah menangis meratap
"Lindah gue sayang banget sama lo, jangan pernah tinggalin gue...."
"Wil aku juga sayang banget sama lo jadi enggak mungkin tinggalin lo...."
"Janji????!!"
"Aku janji enggak akan pernah tinggalin lo"
"Lindah sayang gue kangen banget sama lo uuwweeeekk.... Uwweekkkk"
Wildan muntah-muntah ponsel ditangannya terjatuh
"Wildan Lo kenapa, Lo mabuk ya...."
__ADS_1
tidak ada jawaban, Lindah memeriksa ponselnya sudah terputus
"Wil wil lo kenapa...." Lindah menghubungi berkali-kali namun ponsel Wildan tidak aktif lagi, Lindah termangu mencoba mencerna semua yang terjadi Wildan kenapa, apa ada masalah, apa kemarin dia kecelakaan, nabrak seseorang, melarikan diri tapi rasanya tidak mungkin, setahunya Wildan lelaki yang sangat bertanggung jawab, lalu apa masalahnya Wildan sesedih itu.... apa apa Wildan dijodohkan?! jika iya apa yang harus dilakukannya sekarang, apa maksudnya mereka akan berpisah?! apa kemarin hari terakhir buat aku dengan Wildan?!?!