Screamnight

Screamnight
screamnight


__ADS_3

Jika melihat diriku di cermin, aku selalumerasa muak dengan diriku sendiri. Alasannya mudah, aku selalu merasa bahwa aku adalah manusia gagal, produk yang gagal. Kenapa begitu? Ada banyak alasan.


Seperti ini salah satu contohnya. Saat sekolah guru bertanya di kelas: apa


impian kalian? Apa cita-cita kalian? Semua anak di kelas dapat menjawabnya


dengan cepat: aku ingin jadi dokter, aku ingin jadi guru, aku ingin pilot, aku


ingin jadi model terkenal, aku ingin jadi seperti orang tuaku.  Dan di antara semua anak, hanya aku saja yang


tidak tahu harus mengatakan apa impianku dan apa yang ingin aku lakukan di masa


depan.


            Keadaan itu terus berlanjut.


            Saat sekolah, guru bertanya lagi: siapa sosok yang kamu idolakan? Sosok yang jadi


panutanmu? Sekali lagi, semua anak di kelas dapat menjawab dengan cepat, bahkan


jawaban yang mereka berikan benar-benar mengagumkan menurutku. Dari presiden,


sosok berpengaruh di dunia, orang tercerdas di dunia, penemu terkenal hingga


sosok paling berpengaruh dalam agama. Dan sekali lagi ... hanya aku saja yang


tidak dapat memberikan jawaban untuk pertanyaan itu karena memang di hidupku


belum ada sosok yang bisa aku jadikan panutan menurutku.


            Lalu ketika sekolah berakhir dan harus memilih kuliah, semua anak bisa menentukan


tujuan mereka: kuliah di mana dan ingin mengambil jurusan apa. Dan seperti


keadaan sebelum-sebelumnya, aku lagi-lagi masih tidak tahu apa yang ingin aku


lakukan di masa depan. Aku masih tidak tahu di masa depan, aku harus jadi apa


untuk menghidupi diriku. Keadaan terus berlanjut, setelah lulus kuliah dan semua


anak mulai menginginkan pekerjaan yang sesuai dengan studi mereka, aku kembali


tidak tahu apa yang aku inginkan. Alhasil sama seperti keadaan


sebelum-sebelumnya, aku hanya mengikuti arus dan melamar ke sana kemari dan


diterima bekerja di salah satu perusahaan.


            Tapi sekali lagi ... sama seperti sebelum-sebelumnya, aku merasa hampa dengan apa


yang aku pilih, dengan apa yang aku jalani. Pilihan yang aku ambil karena


mengikuti arus itu, tidak membuatku merasa senang, tidak memberikanku gairah


yang membuatku merasa menikmatinya dan pada akhirnya aku tertekan dengan


keadaan. Setelah hampir empat tahun bekerja, aku keluar dari tempatku bekerja,


menolak promosi yang diberikan dan mengambil lagkah pertama dalam hidupku:


menemukan apa yang aku sukai.


            Sayangnya ... pilihan itu sepertinya adalah sebuah kesalahan lain dalam hidupku.


*


            “Bagaimana hasil editan videonya?” Alena bertanya kepada Gala yang bertugas sebagai editor

__ADS_1


dan kameramen dalam tim kecilnya. Alena adalah wanita berusia 29 tahun yang


sempat menganggur bekerja selama dua tahun lamanya sebelum akhirnya menekuni


pekerjaannya saat ini sebagai youtuber dengan akun screamnight. Alena bersama


dengan dua rekannya: Gala dan Manda membuat akun screamnight dan menjadi


youtuber spesialis bidang horor di mana Alena bersama dengan dua rekannya


selalu datang ke tempat-tempat horor dan membagikan pengalamannya di


tempat-tempat horor kepada penonton setianya.


            “Sudah bagus. Setelah ini aku akan memberikannya kepada Manda agar diupload di akun


kita.” Gala menjawab sembari meregangkan otot-otot lehernya yang kaku setelah


dua hari dua malam tidak tidur untuk mengedit video rekaman Alena dan Manda.


            “Kerja bagus, Gala. Setelah ini, kau bisa tidur, biar aku dan Manda yang mengurus akun


dan mencari lokasi lain untuk rekaman lain.” Alena menepuk bahu Gala sebelum


meninggalkan ruang kerja milik Gala.


            Setelah dua tahun lamanya menganggur dan tidak bisa menemukan apa yang disukai, Alena


kemudian bertemu dengan Manda-teman sekolahnya secara tidak sengaja. Sama


seperti Alena yang merupakan penggemar sesuatu yang berbau horor, Manda juga


sangat menyukai sesuatu yang berbau horor. Pertemuan tidak sengaja itu dan


kesamaan pada hal yang berbau horor, membawa Alena dan Manda membuat akun


merupakan teman kuliah Manda, sebagai editor yang membantu untuk mengedit video


sebelum diupload di akun secreamnight. Setelah setahun lamanya dan jumlah


subcriber di akun screamnight mencapai angka satu juta, Gala resmi bergabung


dengan tim Alena dan Manda, dan kini ketiganya sering bepergian untuk video


menarik yang mampu menarik jumlah sucriber akun screamnight.


            Setahun kemudian tepatnya dua tahun setelah akun screamnight dibuat, jumlah subcriber


meningkat hingga empat juta orang dan membuat jumlah pemasukan bagi tim dengan


tiga orang ini cukup memuaskan.


            “Manda, kita sudah bisa menguploadnya!” Alena berlari ke arah ruang tengah di mana


Manda sedang duduk dan sibuk bermain dengan laptopnya untuk membalas


komentar-komentar yang masuk dan mampir untuk melihat video mereka di akun


screamnight.


            “Oke, aku akan menguploadnya sekarang,” Manda yang telah menerima video yang telah


diedit oleh Gala, kemudian menguplod hasil kerja mereka seminggu ini akun


mereka: screamnight.


            Alena mengambil makanan yang dimasaknya, menyisakan bagian untuk Gala dan sisanya

__ADS_1


membawanya untuk makan bersama dengan Manda. Alena bersama dengan Manda


kemudian duduk bersama, makan bersama sembari melihat bagaimana hasil kerja


Gala selama dua hari dua malam.


            “Bagaimana menurutmu, Manda?” Alena bertanya setelah menelan satu sendok besar nasi


gorengnya.


            “Bagus seperti biasanya. Kita hanya perlu melihat jumlah viewernya dan


komentar-komentar yang masuk.” Manda menjawab sebelum menelan nasi goreng


buatan Alena sebagai koki di tim screamnight.


            “Gala memang tidak pernah mengecewakan.” Alena menganggukkan kepalanya sembari


melihat wajahnya sebagai host di akun screamnight.


            “Tapi ... “ Manda bertanya sembari mengunyah nasi goreng di dalam mulutnya. “Kau


benar-benar tidak merasa takut saat mengambil rekaman ini, Alena??”


            Alena menganggukkan kepalanya lagi. “Ehm begitulah. Meski aku ini adalah penggemar


sesuatu berbau horor dan mistis, aku sama sekali tidak bisa melihat sesuatu


yang gaib atau yang kalian sebut dengan kasat mata. Meski ke tempat paling


mengerikan sekalipun, aku sama sekali tidak merasa takut bahkan ketika bulu


kuduk kalian berdiri semua, aku merasa baik-baik saja dan tidak takut sama


sekali.”


            Klik. Manda menghentikan video Alena yang sedang berjalan di kuburan Desa Trunya yang


terkenal dengan keangkerannya. “Kau benar-benar beruntung, Alena. Jika bisa ...


aku ingin punya kemampuanmu itu. Dengan begitu sebagai host khusus horor, aku


tidak akan merasa takut. Saat datang ke tempat ini, aku benar-benar merasa


takut. Rasanya seperti ada banyak mata yang sedang mengawasi dari kejauhan,


yang selalu mengikuti setiap langkah kita dan menunggu kesempatan yang tepat


untuk menangkap kesalahan kita sebagai alasan. Perasaan itu bercampur dengan


hawa dingin yang menusuk dan tidak lama kemudian bulu kuduk berdiri bersamaan


dengan datangnya rasa takut. Kau benar-benar beruntung, Alena.”


            Alena tersenyum tipis mendengar ucapan Manda yang tidak tahu harus dianggap apa oleh


Alena. Bagi orang lain yang mendengarnya, ucapan Manda itu adalah bentuk pujian


untuk Alena. Tapi bagi Alena ... ucapan itu tidak sepenuhnya bisa disebut


sebagai pujian karena Alena sendiri berharap bisa melihat makhluk-makhluk tak


kasat mata itu. Ya, awal Alena membuat akun screamnight dan alasan menjadi


youtuber spesialis horor adalah Alena ingin bisa melihat makhluk-makhluk tak


kasat mata itu dan menemukan arwah seseorang di antara makhluk-makhluk tak

__ADS_1


kasat mata itu.


__ADS_2