Screamnight

Screamnight
#screamnight part


__ADS_3

“Siapa yang kamu


bawa kemari, Alena?? Kenapa durawapati yang harusnya tidak bisa jauh dari


pemakaman durawa bisa berada di kota besar seperti ini??” Begitu melihat Sadewa


yang datang bersama dengan Alena,. Manda langsung menghujani Alena dan Sadewa


dengan beberapa pertanyaan.


            “Kenapa durawapati ada di sini?”


Gala juga sama terkejutnya dengan Manda.


            “Percayalah, tadinya aku juga sama


terkejutnya dengan kalian. Tapi… “ Alena melirik ke arah Sadewa yang berdiri di


sampingnya. “Seperti yang kalian lihat, Sadewa memang ada di sini.”


            Satu dari beberapa hal aneh yang


aku rasakan adalah pria ini. Sadewa-durawapati yang merupakan penjaga makam


durawa, harusnya adalah pria asing yang tidak begitu aku kenal. Perkenalan kami


harusnya cukup singkat mengingat aku dan timku memintanya untuk memandu kami


saat masuk ke dalam pemakaman durawa. Aku tidak akan merasa heran jika Manda


dan Gala mungkin cukup akrab dengan Sadewa karena dari cerita Manda, Sadewa


sering datang menjengukku di rumah sakit dan berusaha dengan keras untuk


menyelamatkanku dengan caranya sendiri. Tapi yang membuatku heran, lidahku ini


terasa sudah tidak asing memanggil nama durawapati ini seolah kami benar-benar


sudah merasa sebagai teman dekat.


            “Aku ada di sini karena aku sudah pensiun sebagai


durawapati.”


            “APA??PENSIUN???” Alena bersama


dengan Gala dan Manda berteriak bersama-sama mendengar ucapan singkat dari Sadewa.


            “Ya, begitulah.”


            “Kalau kamu pensiun, siapa yang


menjaga pemakaman durawa??” tanya Manda penasaran.


            “Ah posisi itu sudah kembali kepada


Kakakku. Setengah tahun yang lalu, dia kembali ke rumah dengan membawa istrinya


dan meminta tanggung jawab yang pernah ditinggalkannya.”


            “Kalau begitu sekarang, kamu bukan


durawapati tampan lagi??” tanya Manda lagi.


            Sadewa tersenyum kecil dengan wajah


polosnya. “Sayangnya, ya. Aku bukan durawapati tampan lagi.”


            Mendengar ucapan dari Manda yang


menyebut Sadewa dengan sebutan durawapati tampan, ingatan Alena memutar kilas


balik ingatannya yang hilang meski itu hanya sebuah pecahan kecil dari semua


ingatannya yang hilang.


            “Aku


harus melakukan hal itu?”


             “Ya sepertinya begitu. Bantu aku kali ini,


Sadewa. Aku mohon padamu.”


             “Dasar hantu wanita!! Kenapa mereka semua bisa


jatuh hati padaku seperti ini dan selalu menyusahkanku??”


            “Salahkan


wajahmu yang tampan itu, Sadewa. Kau terlalu tampan hingga pesonamu tidak hanya


menarik manusia tapi juga para hantu.”


            Ingatan yang datang secara tiba-tiba itu membuat


kepala Alena merasa sedikit berdenyut.

__ADS_1


            “Alena! Kamu kenapa??” Gala yang


berdiri melihat Alena, menyadari lebih dulu keanehan pada Alena.


            “Hanya sedikit sakit kepala.”


            “Kamu yakin, Alena???” Manda


langsung mengubah raut wajahnya. “Apa kita perlu ke rumah sakit sekarang


juga??”


            “Ini cuma kelelahan saja, Manda!


Berhenti khawatir berlebihan begitu. Aku baik-baik saja.” Alena berbohong pada


Manda.


            “Tapi kamu sering sekali sakit


kepala akhir-akhir ini! Harusnya kamu memeriksakannya ke dokter.” Manda masih


berusaha untuk membuat Alena pergi ke rumah sakit.


            “Nanti setelah tugas kita di kota


ini selesai, aku akan pergi ke rumah sakit.”


            “Janji??”  Manda masih ingin Alena pergi ke rumah sakit.


            “Ya, janji.”


            Setelah Alena membuat janji, Manda


yang sudah merasa lega kemudian mempersilakan Sadewa masuk ke vila yang disewa


Alena bersama dengan timnya. Dan hal ini membuat Gala sedikit cemburu,


mengingat Manda dan Gala akhirnya telah resmi berkencan. Sayangnya … sifat


kecil Manda yang sedikit menyebalkan buat Gala masih tidak bisa dihilangkan.


            “Kamu cemberut?? Kamu cemburu dengan


Sadewa?” Alena berbisik pada Gala setelah menyikut perutnya.


            “Apa kelihatan jelas?”


            “Sedikit.”


            “Kenapa kamu bisa melihatnya, tapi


            “Soal itu, kamu tahu sendiri Manda


itu sedikit tidak perhatian masalah seperti ini. Manda suka dengan kamu, tapi


ketika melihat pria tampan, kebiasaan kecilnya itu masih tidak bisa diubah.


Mohon maklumi sedikit.”


            “Aku sedang berusaha.”


            Alena berusaha membuat Gala


bersabar, sementara dirinya melihat ke arah Sadewa dengan tatapan menyelidik. Ingatan


tadi itu, kapan terjadinya? Sejak kapan aku bisa seakrab itu dengan Sadewa? Dan


lagi kenapa aku menyebut hantu menyukai Sadewa? Jika ingatan itu memang pernah


terjadi, kenapa aku bisa lupa??


*


            “Kenapa tidak ikut dengan kami?”


Manda dengan tiba-tiba mengajak Sadewa untuk melakukan perjalanan malam yang


akan digunakan untuk rekaman akun screamnight. “Waktu itu rekaman di pemakaman


durawa, banyak penggemar dan pengikut kami yang menyukai wajahmu, Sadewa.”


            Manda bicara dengan entengnya


sembari menatap Alena dan Gala dengan senyum polosnya.


            “Kamu ini! Kenapa mengajak orang


dengan mudahnya seperti itu??” Gala sedikit menasehati kebiasaan Manda yang


‘sedikit’ kurang peka. “Jika kamu ingin mengajak Sadewa sejak awal, harusnya


sejak tadi kamu bilang dengan Sadewa. Agar Sadewa bisa bersiap-siap.”


            Manda menatap ke arah Gala sebelum


akhirnya menatap Sadewa dengan tatapan polosnya. “Kenapa Sadewa?? Apa karena

__ADS_1


sekarang bukan durawapati lagi, kamu tidak ingin datang ke tempat-tempat angker


seperti dulu??”


            Sadewa tersenyum kecil seolah


pertanyaan Manda adalah tantangan secara tidak langsung pada Sadewa. “Ehm,


kenapa tidak??? Hanya karena aku bukan durawapati lagi, bukan berarti aku


kehilangan semua yang aku pelajari sebagai durawapati. Aku akan ikut. Sebuah


kehormatan untukku, aku terkenal seperti screamnight mengundangku untuk jelajah


malam.”


            Manda tersenyum ke arah Gala dengan


raut kemenangan di wajahnya. “Lihat!! Sadewa tidak keberatan!! Kamu saja yang


terlalu khawatir dengan banyak hal, Gala!!”


            Setelah sedikit perdebatan antara


Gala dan Manda, akhirnya screamnight secara resmi mengundang mantan durawapati


dari pemakaman durawa sebagai bintang tamu kali ini dan ikut melakukan jelajah


malam bersama dengan screamnight. Lokasi tujuan dari screamnight kali ini


adalah hutan di ujung pulau J yang terkenal dengan keangkerannya dan dirumorkan


sebagai tempat tinggal bagi bangsa gaib dalam jumlah yang cukup besar. Alena


bersama dengan dua rekannya dan Sadewa, memarkir mobilnya di pinggir jalanan


dan masuk ke dalam hutan dengan berjalan kaki.


            Seperti biasanya, Alena akan membuka


pembukaan screamnight dengan salam pembukanya dan memberikan sedikit penjelasan


dari lokasi kali ini kepada penonton nantinya. Dan setelah itu Alena akan


berbincang kepada Manda dan juga mengajukan beberapa pertanyaan kepada Sadewa


sebagai bintang tamu kali ini.


            Di tengah jelajah malam, Alena yang


memimpin jalan tiba-tiba menghentikan ucapannya ketika telinganya menangkap


suara lain di antara mereka.


            “Wahhh … ada manusia tampan datang


kemari. Apa kalian melihatnya??”


            “Aku juga melihatnya. Dia


benar-benar sangat tampan bak pangeran berkuda putih.”


            “Kuno sekali gambaranmu itu!! Dia


mirip dengan oppa-oppa Korea.”


            Alena menghentikan langkah kakinya


karena di saat yang sama, sesuatu muncul di dalam benaknya.


            “Ya.


Penggemarmu di dunia hantu pasti akan sedih dan patah hati masal jika tahu kau


sudah menikah dan punya anak.”


“Patah hatiku,


durawapati! Rasanya dunia tidak akan pernah mengizinkan kita bersama,


durawapati.”


             “Lihatlah, Sadewa!! Kau telah mematahkan hati


Kunti 2. Jika tidak bisa bersama,  harusnya jangan


beri  mereka harapan!!”


            Alena memijat keningnya sembari menatap Sadewa. Lagi-lagi


begini! Ingatan apa ini?? Jika ingatan ini adalah milikku? Kenapa aku tidak


bisa mengingatnya??


            Di tengah Alena yang diam membeku


dengan Manda dan Gala yang bingung melihat reaksi Alena, Sadewa tiba-tiba

__ADS_1


berteriak memecah keheningan malam. “Lari sekarang juga!!!”


__ADS_2