
Semenjak kejadian di mana Alena dikejar-kejar oleh Pocong 3 dan Pocong 4, Sadewa memberitahu Alena beberapa trik ketika Alena bertemu dengan hantu-hantu usil yang berniat membuat Alena ketakutan ketika Sadewa sedang tidak berkunjung ke pemakaman Durawa.
Trik 1: Jika bertemu dengan Pocong, tanyakan apa yang diinginkannya ketika menakutimu. Dan jika jawabannya adalah melepas tali pocong yang mengikatnya, maka turuti permintaannya. Dan sebelum melakukannya, tanyakan ini pada pocong itu: “Kau yakin ingin melepas tali pocongmu di hadapanku?? Aku ini perempuan, dan begitu melepas tali pocong yang mengikatmu, kau akan telanjang bulat? Bagaimana? Kau masih ingin melakukannya?”
Alena awalnya meragukan trik yang diberikan oleh Sadewa padanya itu. Tapi nyatanya ... trik itu benar-benar berhasil. Ketika Alena bertemu dengan Pocong 3 dan Pocong 4 yang memasang wajah menakutkannya, Alena memberanikan dirinya dengan sekuat tenaganya dan mengajukan pertanyaan itu kepada dua pocong itu. Dan ketika mendengar pertanyaan Alena itu, Pocong 3 dan Pocong 4 itu, langsung melompat-lompat menjauh membelakangi Alena untuk menjauh.
“Dasar kau wanita mesum!!”
Meski Alena harus mendengar kalimat itu dari Pocong 3 dan Pocong 4 yang melompat-lompat lari darinya, tapi cara itu benar-benar berhasil dan manjur sekali. Berkat pertanyaan itu, Pocong 3 dan Pocong 4 benar-benar berhenti mengganggu dan menakuti Alena.
Trik 2: Ketika kau bertemu dengan Sundel Bolong atau Kuntilanak, keluarkan gunting dan ancam mereka dengan memotong baju mereka atau rambut mereka. Pakaian panjang berwarna putih yang kotor itu adalah satu-satunya pakaian yang mereka miliki. Dan jika kau memotongnya dan membuat pakaian itu terlihat seksi, maka harga diri dari Sundel Bolong dan Kuntilanak sebagai hantu wanita yang menakutkan akan hilang. Yang ada ... mereka akan terlihat seksi dan bukan lagi menakutkan. Dan jika hal itu tidak berhasil, lakukan ini: potong rambut panjang mereka yang kusut itu hingga pendek! Selain pakaian putih yang panjang dan kotor karena tanah, rambut panjang adalah ciri khas dari Sundel Bolong dan Kuntilanak. Rambut panjang yang kusut itu seperti mahkota yang membuat mereka terlihat menakutkan dan jika kau memotongnya, kau akan membuar harga diri Sundel Bolong dan Kuntilanak hilang.
“Gunting?” Alena bertanya kepada Sadewa karena tiba-tiba membawakan gunting untuknya. “Untuk apa kau memberikan gunting untukku?”
“Ini ... adalah senjata yang bagus ketika bertemu dengan Sundel Bolong atau Kuntilanak.”
Alena tadinya juga tidak percaya dengan cara itu. Tapi trik yang diberikan Sadewa benar-benar manjur. Dengan mengacungkan gunting dan memberikan ancaman untuk memotong pakaian dan rambut, Sundel Bolong dan Kuntilanak yang tadinya berniat untuk menakuti Alena, langsung melayang pergi menjauh dengan wajah kesal.
Trik 3: Jika kau bertemu dengan hantu kepala buntung, lakukan ini untuk menyelamatkan dirimu: Minta hantu kepada buntung untuk mengikuti gerakanmu. Buat dia membuang apa yang digenggam oleh tangannya dan ketika hantu kepala buntung itu membuang kepalanya sendiri yang berada di genggam. Ketika hal itu berhasil dilakukan, tendang kepala itu menjauh dari tubuhnya dan kau punya waktu untuk melarikan diri darinya.
Tidak seperti dua trik sebelumnya, trik ketiga ini cukup sulit bagi Alena. Karena baik Alena maupun Sadewa, keduanya harus pintar memikirkan cara agar hantu kepala buntung tertipu berulang kali. Dan hingga saat ini, Sadewa selalu berhasil mengelabui hantu kepala buntung hingga akhirnya hantu itu tunduk pada perintahnya.
“Bagaimana caranya kau membuat hantu kepala buntung tunduk padamu?” Alena bertanya pada Sadewa.
“Aku berulang kali berhasil mengelabui hantu kepala buntung. Tapi suatu kali ... aku yang sedang ingin membalas mengerjai hantu kepala buntung, justru membawa lari kepalanya selama berhari-hari. Aku meminta Kunti 1 untuk menggantung kepala milik hantu kepala buntung di atas pohon yang tinggi dan membuatnya kesulitan untuk memanjat pohon untuk mengambil kepalanya selama beberapa hari.”
Alena tertawa mendengar ucapan dari Sadewa. Alena benar-benar tidak menyangka Sadewa yang masih terlihat muda sebagai durawapati itu ternyata adalah tipe orang yang sedikit usil. Alena juga tidak menyangka Sadewa menemukan cara-cara yang aneh untuk melawan hantu. “Kau bena-benar unik, Sadewa. Caramu ini ... sungguh tidak terduga.”
__ADS_1
“Terima kasih.”
Trik 4: Jika kau bertemu dengan hantu genderuwo, panggil saja Kuntilanak. Beberapa hantu kuntilanak itu suka cari perhatian.
“Hahahahah .... “ Alena tertawa mendengar penjelasan karena mengingat bagaimana beberapa hantu kuntilanak berusaha untuk mencari perhatian dari Sadewa dengan merapikan rambut kusut mereka yang sebenarnya tidak berubah bahkan setelah dirapikan.
Trik 5: Jika kau bertemu dengan tuyul, akan lebih baik kau tidak mengajak mereka bermain. Meski beberapa di antara mereka terlihat seperti anak yang menggemaskan, tapi ketika asyik bermain mereka tidak akan pernah lelah. Jika tidak bisa melarikan diri dari tuyul, lebih baik panggil sundel bolong saja. Tuyul akan kesal ketika sundel bolong datang, karena sundel bolong akan membuat tuyul tidak bisa bermain dengan menggendongnya.
“Apakah benar begitu?” Alena bertanya kepada Sadewa.
“Ya. Apa kau tidak tahu asal mula hantu sundel bolong?” Sadewa berbalik bertanya kepada Alena.
“Sedikit banyak, aku tahu. Ada beberapa versi, hanya saja mana yang benar aku tidak tahu. Aku hanya tahu Sundel bolong mati karena melahirkan dari punggung.” Alena memberikan jawabannya.
“Meski banyak versi beredar tentang bagaimana asal mula hantu dari sundel bolong, tapi hanya ada satu yang pasti. Seperti yang kamu katakan Sundel Bolong adalah hantu yang kehilangan anaknya lewat punggungnya. Karena itu ... mereka akan sangat senang dengan tuyul. Baik tuyul itu memang benar anak mereka yang telah mati atau bukan, sundel bolong akan tetap senang melihat tuyul.”
Trik 6: Jika kau bertemu dengan hantu suster ngesot, akan lebih baik jika kau memanjat pohon atau memanjat tempat yang tinggi dan sempit seperti pohon.
“Apa di sini ada hantu suster ngesot juga?” Alena bertanya dengan wajah heran karena selama beberapa hari tinggal di pemakaman Durawa, dirinya belum pernah bertemu dengan hantu suster ngesot.
“Tidak ada.”
“Lalu kenapa kau memberikan trik itu padaku?” Alena bertanya dengan wajah bingung.
“Hanya untuk berjaga-jaga saja. Mungkin lain kali jika kau bertemu dengan hantu, kau akan bertemu dengan hantu suster ngesot.”
“Apa kau pernah bertemu dengan banyak hantu?” Alena bertanya dengan penasaran.
__ADS_1
“Kenapa kau bertanya?” Sadewa berbalik bertanya.
“Aku penasaran saja.”
“Kami sekeluarga punya bakat melihat hantu semua kecuali ibuku.” Sadewa menjawab.
“Ibumu?? Kenapa Ibumu tidak bisa melihat mereka?” Alena bertanya lagi.
“Karena Ibuku adalah menantu dan bukan keturunan dari keluarga durawapati. Jadi ... Ibuku tidak pernah bisa melihat makhluk-makhluk seperti hantu. Tapi semua anaknya bisa. Aku dan dua kakakku, semua bisa melihat hantu. Bahkan di luar pemakaman Durawa pun kami bisa melihat mereka.”
Alena menatap kedua mata Sadewa yang berwarna hitam pekat seolah warna hitam itu bisa menelannya kapan saja. Aku iri dengan mata itu. Jika aku memiliki mata itu, mungkinkah aku bisa bertemu dengan ibuku?
__ADS_1