
" Hebatnya Bai zhi, mungkin sekarang aku bukan lagi tandingannya" ucap Xiao fei
feng Yin langsung menoleh ke arah Xiao fei dengan tatapan ramah " Tenang saja kau bisa mengejarnya nanti" ucap feng yin yang sambil mengusap rambut Xiao fei.
Feng yin lakukan itu... aku sungguh tidak tahan lagi...., jeritan batin Xiao fei
" Sudahlah Bai zhi, kita kembali ke atas dan beri uang ke resepsonis untuk biaya barang yang kau rusakan disini" ucap feng yin
bruakkk
" Kalian sangat beruntung, hanya kalian yang lolos dari tanganku biasanya hanya ada kematian saja" ucap Bai zhi
" Xiao fei ikutilah kita makan di atas aku sudah pesan makanan buatmu" ucap feng yin yang sambil menaiki tangga.
tanpa berkata Xiao fei dan Bai zhi langsung mengikuti feng yin dari belakang dan banyak melihat tatapan takjub sekaligus ngeri secara bersamaan.
" Kita pergiii" ucap li ying yang mencoba berdiri.
" Aku merasa mereka bertiga bukanlah kultivator sembarangan, apalagi pria yang dibakang pria itu.... sangat mengerikan" ucap pengunjung
" Tapi mereka tidak jahattt, dia hanya membela sahabatnya saja apalagi dia seorang gadis... mana mungkin seorang sahabatnya yang sedang dihina dan lecehkan dibiarkan begitu saja" balas pengunjung
...----------------...
" Xiao fei, kenapa kau bisa disini?" tanya fengyin yang sambil minum tehnya.
__ADS_1
apa aku harus jujur jika tidak jujur takut ditangkap basah oleh mereka berdua, batin Xiao fei.
" Sebanarny-...." ucap Xiao fei yang dipotong oleh kedatangan makanan yang ia pesan.
" Ini makanannya" ucap pelayan
" Xiao fei, makanlah dulu pasti kau lapar setelah marah marah" ucap Bai zhi
"Ouh.. Ehhh ada angin apa perhatian denganku haha?" ucap Xiao fei yang meraih semakuk nasi depan dan mulai menyantapnya.
" Ck, baru aja ketemu mulai menyebalkan lagi kau Xiao fei" ucap Bai zhi yang kesal
Dan tak terasa percakapan Bai zhi Dan Xiao fei sangatlah banyak bicara namun berbeda dengan feng yin dia tak pandai banyak bicara. Dan hanya memperhatikan percakapan mereka namun dengan menutup mata tapi tidak tidur.
" Feng Yin " lirih Xiao fei.
" Kenapa kau diam terus apa yang menganggumu?" tanya Xiao fei dengan sopan.
" Tidak ada, oh iya aku membeli ini aku berikan kepadamu" ucap feng yin yang sambil memberikan tusuk rambut Phoenix yang ia beli tadi.
"Feng Yin, maukah kau memakaikan di rambutku?" ucap Xiao fei.
"Baiklah"
Kini Feng yin langsung berdiri ke arah Xiao fei dan memasangkan tusuk rambut itu dirambut indah Xiao fei dan membuat hatinya tak karuan.
__ADS_1
" Feng Yin terimakasih aku sangat suka" ucap Xiao fei dengan tulus.
" Iya sama-sama "
Apa ini??? hanya perasaanku saja dan bagaimana tatapan Xiao fei terhadap tuan terlihat sangat tulus!!!
Dan kadang saat berhadapan dengan feng yin muka Xiao fei tiba-tiba memerah seperti tomat kecil, aku merasa Xiao fei menyukai tuanku. tapi jika Xiao fei menyukai feng yin harus terima konsekuensinya yaitu harus mencarikan es kutup Utara ini terlebihdahulu, batin Bai zhi
20 menit kemudian.....
"Xiao fei, apa yang kamu lakukan di benua ini disini sangat berbahaya" ucap Bai zhi.
" Bai zhi benar Xiao fei" sahut feng yin
" Sebenarnya aku disini, mencari kalian hehe" ucap Xiao fei dengan kikuk.
" Mencari kami?" kompak Bai zhi Dan feng yin yang lumayan kaget.
" Kan aku pernah bilang aku akan bertemu kalian lagi, dan juga aku diberitahukan paman xu soal kalian keluar hutan jadi aku langsung kesini hehe" ucap Xiao fei yang membuat mereka kaget.
" Xiao fei jadi ingin mengikuti kita?" tanya Bai zhi
" Tapi, Xiao fei ini sangatlah berbahaya. Bagaimana jika aku tak bisa melindungimu?"sahut feng yin dengan cemas.
" Tenanglah Bai zhi, feng yin. aku juga sudah banyak latihan aku bisa jaga diri sendiri, kalian tenang saja." jawab Xiao fei
__ADS_1
Bersambung.....