
Feng Yin langsung berdiri dan menggunakan kekuatannya membuat tubuh muridnya mengambang di udara.
Feng Yin langsung menggunakan kekuatan penghapusan energi hitam dan setelahnya membentuk ulang tulangnya hingga sampai di tingkat tulang dewa dan membuka semua merdiannya terbuka.
Tahap terakhir menggunakan darahnya sendiri membantu muridnya, karena darahnya memiliki kekuatan kehidupan yang melimpah dan dengan begitu juga terikat dengannya selamanya, feng yin terpaksa menggunakannya.
boommm
Feng Yin langsung mundur dan tubuh muridnya bersinar ke emasan, lalu perlahan turun kebawah dengan stabil.
"Uhukkk"
"Kau baru saja baikan! dan energi kehidupan yang kau berikan terlalu besar!" seru Xiao fei yang panik melihat darah di mulut feng yin.
"Aku tak apa apa"
Yuwen langsung membuka matanya perlahan dan melihat kedepan, terlihat gurunya lebih lemah dari tadi pagi dan mengeluarkan darah di mulutnya.
Aku harusnya sudah mati!!! tapi tubuhku merasa lebih ringan dari sebelumnya, apa jangan jangan ini semua karena guru?, seruan batin yuwen memandangi tangannya.
"Yi'er apa kau sudah lebih baik?" Feng yin bersuara.
uhukkkk....
Feng Yin memuntahkan darah segar dimulutnya dengan cepat Xiao fei memapah Feng yin untuk duduk dan memberikan pil buatannya.
glukk
Yuwen langsung lari melihat gurunya tambah parah dan terlihat begitu lemas dengan keadaan gurunya.
"Gurruu....maafkan wen'er merepotkanmu lagi!!" yuwen yang menangis melihat keadaan yang di obat oleh Xiao fei.
"Wen'er? sejak kapan kau memiliki nama itu?" lirih feng yin terdengar sangat lemah tapi sangat jelas.
__ADS_1
"Aku sekarang memiliki orangtua guru, mereka adalah bawahan suami istri itu dengan suka rela menggakatku menjadi anak mereka, sekarang namaku Bai Yuwen" yuwen menghapus air matanya mengatakan penuh bahagia tapi sisi lain sedih.
Feng Yin tersenyum mendengarnya setidaknya masa remajanya ada sosok akan mendidik sifatnya dan tidak kesepian seperti dirinya.
"Wen'er jangan cemas guru baik baik saja. Tapi, guru menggunakan darahku menyelamatkanmu, namun kamu akan selalu terikat denganku, pasti Wen'er tak menyukainya kan maaf guru terpaksa, guru tak ingin kamu mati!!!"
yuwen langsung menangis dengan derasnya, melihat kasih sayang gurunya padanya begitu besar sampai mengorbankan begitu banyak hal pada dirinya.
"Mana mungkin! selama bersama guru, Wen'er selalu senang dan tak marah, Wen'er juga ingin menjadi perisai pelindung dan ikut setiap bertarung dengan guru" bahagia yuwen tapi sambil menangis.
"Anak baik, cepatlah tumbuh" sahut Xiao fei yang merasakan perasaan kasih sayang mereka berdua.
yuwen langsung menganggukan apa yang di bilang oleh Xiao fei dan wajah feng yin lebih baik dari sebelumnya.
"Aku perlu bunga hati" Xiao fei pelan.
"Bunga hati?" yuwen mendengarnya
"Apa kau punya nak?" Xiao fei asal tanya masih menyalurkan kekuatan ke feng yin.
Xiao fei kaget melihatnya, bunga itu benar benar bunga hati. Dan bunga itu berusia 10.000 tahun dapat memulihkan kekuatannya dan juga memperkuat fisik juga penambahan energi murni hingga 50x lipat.
"Nakk ini bunga hati berusia 10.000 tahun!!!" Xiao fei yang tak percaya.
"10.000 tahun?!" kaget semua orang disana.
"Apa tak cukup kak?"
"Sangat cukup!" Xiao fai mengambil herbalnya dan menaruh dekat hidung feng yin supaya melebur.
5 menit kemudian...
Feng Yin menyerap khasiatnya membuat kekuatannya kembali dan cedera yang ia alami menghilang tidak itu saja, kekuatannya kini ada di ranah dewa kuno puncak.
__ADS_1
"Wen'er kau dapat darimana?" Feng yin berusaha bangun.
"Saat aku berlatih dengan binatang roh di tengah hutan aku hampir terjatuh ke Jurang tanpa dasar, saat itu juga aku melihat bunga itu bersinar, aku merasa itu berguna. tak menyangka akan berguna untuk guru, jadi tak sia sia aku membawanya, hehehe" dengan wajah becanda yuwen padahal itu hidup dan matinya disana.
Feng Yin menghela nafas panjang dan melihat ke arah muridnya yang terlihat masih lugu tapi sangat bijaksana menurutnya.
"Baiklah, Wen'er lebih baik kamu istirahat saja" feng yin memandang melihat gurunya.
"Tidak! aku ingin selalu disamping guru!" langsung menggandeng tangan gurunya dan xiao fei melihat itu tertawa.
"Fei'er kenapa kau tertawa?!"
"Kak Yin, sangatlah jarang melihat wajahmu tak berdaya dihadapan anak kecil terlebih lagi, terlebih lagi dihadapan muridmu sendiri. pertama kalinya aku melihat tersenyum kepada anak kecil, sangat manis" jujur Xiao fei yang masih tertawa.
"Benarkan, jadi aku yang pertama?!" yuwen melihat arah Xiao fei dengan penasaran. Dan di angguki oleh Xiao fei dengan lembut.
" Wahhh"
"Sudahlah hentikan Fei'er" feng yin merasa jadi aneh kini tersenyum.
Semua orang disana hanya tersenyum melihat kebahagiaan feng yin dan terutama keluarga kadang feng yin, melihat pertama kalinya feng yin tersenyum membuat mereka semuanya bahagia.
"Jadii, tamu yang tak di undang! kalian untuk apa datang kemari?! Aku sudah terbiasa hidup tanpa cahaya, sekarang tiba-tiba ada cahaya datang sungguh aku tak terbiasa!" feng yin memberikan pertanyaan yang sangat menyayat.
"Yin'er apa yang kamu bilang?!" ning feng mendekat berusaha meraih tangan anaknya namun langsung di hempaskan oleh feng yin dengan kasar.
"Feng yinnn!!! aku tahu kau marah, tapi jangan perlakuan ibu seperti ini!" teriak xiang feng menangkap ibunya hampir terjatuh.
Feng Yin mendengar itu tersenyum masam "Bagaimana? hmmm! jadi aku harus memperlakukan, seperti apa?! yang tak berusaha mencari keberadaanku!" teriak feng yin dengan terukir wajah kecewa kedatangan mereka yang di bilang telat.
"Nakk maafkan ibu, maaff,maaf, maaf,maaf" yang terulang ulang dari mulutnya dengan berlinang air mata.
"Maaf? Hanya kata maaf itu tak berarti lagi! pergi!!!" feng yin langsung menggunakan kekuatannya mengusir mereka pergi
__ADS_1
"Yin'errrrrr"teriak ning feng
bersambung....