Season 1 Legenda Sang Dewa Jahat

Season 1 Legenda Sang Dewa Jahat
Kau adalah sahabatku


__ADS_3

Tokk


Tokk


Xiao fei, aku masukloh" ucap Bai zhi


Xiao fei mendengar hal itu langsung berpura-pura untuk tidur kembali dan menutup tangan yang berpegang itu.


kreakkk


" Tuan??" ucap Bai zhi dengan ekspresi yang kaget.


" Tuan ... tuann... bangun ini sudah pagi" ucap Bai zhi dengan pelan.


Feng Yin mulai terbangun dan membuka matanya dengan pelan melihat ke arah Xiao fei yang masih belum siuman.


" Ohh kamu Bai zhi" ucap feng yin yang melepaskan genggeman tangan Xiao fei yang erat dan langsung berdiri berjalan keluar.


Bai zhi langsung mengikuti feng yin dan menutup kamar Xiao fei " Tuan anda kenapa ada dikamarnya? ap yang terjadi?" ucap Bai zhi


" Aku menemukan dia pingsan di atap genteng penginapan ini tadi malam" ucap feng yin


" Atap genteng? arakk?" ucap Bai zhi yang kebingungan


" Dia terlihat sedih hingga matanya merah, dan kita tahu bahwa Xiao fei jarang minum arak" ucap feng yin


" arak memang bisa menghilangkan pikiran tapi sekejap saja" ucapnya.


Perbincangan mereka berakhir, Bai zhi memesan makanan dan sedangkan feng yin meminta sup penghalang mabuk dan mereka kembali ke atas tepatnya ke kamar Xiao fei.


" Mereka sudah keluar kan??" ucap Xiao fei.

__ADS_1


...----------------...


10 menit kemudian...


kreakk


" Xiao Fei kamu sudah bangun?" ucap Bai zhi yang membawa sarapan pagi dan disusul dibelakangnya feng yin yang membawa sesuatu


feng yin menyerahkan mangkuk itu dahulu dan Xiao fei ingin bangun dengan sigap feng yin membantu Xiao fei duduk.


" Apa ini fengyin" ucap Xiao fei yang melihat sup bening tapi beragama obat.


" Itu sup pereda mabuk, cepatlah minum agar kau cepat lekas membaik" ucap feng yin dengan berjalan ditempat duduk.


Bai zhi menuangkan teh di gelas kecil dan lalu memberikan kepada feng yin dan feng yin langsung meminim perlahan dengan gaya yang anggun seperti seorang bangsawan penuh dengan tata krama.


" Xiao fei, tadi malam kenapa bisa minum arak sebanyak itu? dan bahkan kau tertidur dengan menangis" ucap feng yin


Sontak membuat hal itu kaget untuk Bai zhi karena sangat jarang melihat Xiao fei menangis dan Xiao fei belum menjawab ia hanya masih minum sup itu dengan ekspresi sedih diwajahnya.


Xiao fei tak berkata apapun hanya mengikuti perkataan feng yin mulai duduk dan menyantap sarapan pagi bersama dan disana tak ada yang bicara sepi aja


breakk


(Suara sumpit)


" Aku masih mempunyai orangtua ternyata, jadi itulah membuatku gembira dan juga sedih Bai zhi, feng yin" ucap Xiao fei dengan langsung menitikan air matanya kembali.


Feng Yin langsung menghapus air mata di pipinya dam mengusap rambutnya dengan lembut " Xiaofei ingat hal ini jadilah kuat dan bisa bertemu dengan orangtuamu kenbali" ucap feng yin dengan lembut.


" Tenang saja sekarang kau tak sendiri" ucap Bai zhi yang menepuk bahu Xiao fei lalu di tepis dengan kasarnya.

__ADS_1


" Akhirnya Xiao Feiku kembali" celetuk Bai zhi Dan berhasil terlempar ke kasur Xiao fei karena tendang Xiao fei yang keras


" Siapa Xiao feimu.... Dasar naga jelek" ucap Xiao dengan puas menendang Bai zhi menjauh darinya.


Melihat itu membuat feng yin tersenyum dalam hatinya dia tertawa karena adegan kecil itu. Tanpa sepengetauan fengyin, Xiao memperhatikan bahwa fengyin tersenyum membuat hatinya bahagia akhirnya melihat senyum manis dirinya kembali.


" Sudahilah pertengkaran kalian atau penginapan ini hancur ditangan kalian" ucap feng kembali menyeruput tehnya kembali.


Mendengar hal itu mereka menyudahi permainan antara kucing dan tikus yang tak pernah akur walaupun sudah bersahabat.


" Xiao fei, Bai zhi kita tinggal 5 hari lagi baru kita mulai perjalanan berikutnya" ucap feng yin sambil berdiri.


" Kenapa harus 5 hari lagi feng yin" ucap Xiao fei yang langsung berdiri.


Feng Yin yang sedang keluar ingin membuka pintu " Karena kau perlu menyebatabilkan emosi dan jangan berpikir bahwa memperlambat kepergian tentu saja tidak. Kau adalah sahabatku jadi itu hal harus di lakukan "ucap feng yin langsung berjalan pergi lalu di ikuti Bai zhi.


Sahabat? terdengar perkataan yang manis tapi tidak untukku, aku mencintaimu apa kau tahu feng yin, batin Xiao fei yang nampak sedih namun juga semangat.


5 Hari kemudian....


Xiao kini sudah dibawah sambil menunggu sahabatnya yang turun mungkin saja ia bangun terlalu pagi.


Dan tak lama Feng yin menuruni tangga dan disusul oleh bai zhi yang menyita perhatian para wanita, Xiao fei melihat itu ber denyut kesal.


" Lihat itu, wanita wanita itu sungguh ingin congkel matanya agar gk bisa melihat feng yin lagi" gumam Xiao fei dengan kesal


Xiao fei melihat feng yin mendekat mulai merubah raut muka yang kesal menjadi hal biasa biasa saja terlihat tidak ada hal yang terjadi.


" Xiao fei kau sudah disini apa sudah lama?" ucap Bai zhi lalu menuju ke kasir membayar tagihan kamar dan makanannya.


Xiao fei dan feng yin mereka menunggu Bai zhi membereskan pembayaran penginapan mereka dan Xiao fei berusaha mengobrol dengan feng yin walaupun dijawab dengan sangat menyebalkan, tapi dia orang yang ia cintai.

__ADS_1


" Sudah selesai?" ucap feng yin


" Sudah tuan, mari kita berangkat" ucap Bai zhi.


__ADS_2