
" Tungguuu!!!" suara wanita mengelegar di seluruh area disana.
Xiao fei dan feng yin menengok ke arah sumber suara itu dan semua orang disana melihat area disana.
" Yin'er, akhirnya aku bisa bertemu denganmu" lirih seorang wanita yang tak lain ning feng sedang meneteskan air matanya.
" Kau berani memangil namaku seperti itu, kalian tak pantas!" feng yin yang berekspresi tak menerima kehadiran orang itu, dengan perkataan sepedas cabe cablai.
Deghhh
" Nak kamu anakku..." raut wajah sedih kerinduan ning feng melihat feng yin merindukan seseorang yang lama telah hilang.
Feng Yin hanya tersenyum sedikit dan tertawa dengan tanpa ada rasa kebahagiaan, sedangkan Xiao fei memandangi wajah feng yin,merasakan rasa sakit dalam hatinya saat ini.
" Anakk? Sungguh lucu...Apa kau pernah mencariku? tidak kan! aku bukan anak kalian, aku hanya memiliki seorang ayah bernama Su feng" feng yin dengan ekspresi tak lain lagi benci, kesal dan kecewa arah mereka.
Uhukkk
Feng Yin memuntahkan darah segar dari mulutnya dan terjongkok lemas, karena melakukan hal tadi menyebabkan kerusakan tubuhnya dan tidak boleh terlalu emosional.
" Kak Yin...Kauu kenapa?" cemas Xiao fei ikut terjongkok dengan sama feng yin dan Xiao fei langsung menyentuh nadi tangannya, kekuatannya sedang kacau dan ditambah terlalu emosional membuatnya tambah parah.
Wushh
Tiba-tiba 4 monster dewa langsung datang begitu saja dan mengangetkan semua orang disana, siapa tak tahu kehebatan mereka, dulu mereka bekerja untuk dewa leluhur saja.
__ADS_1
Mereka bingung melihat keberadaan 4 Monster dewa itu datang disana " Kalian siapa?" tanya Xiao fei tanpa rasa takut.
Mereka ber 4 menengok ke arah tuannya tergeletak lemas dan melihat seorang gadis didekatnya menemaninya. 4 monster dewa itu saling berpandangan.
" Gadis itu sepertinya pernah melihat" gumam Jinzhi melihat gadis itu.
" Rasanya pernah melihat " timpali Bai Yi
" Dia nyonya Muda, Xiao fei" jawab Bai hu mengingatnya.
Mereka ber 4 langsung tunduk hormat pada Xiao fei yang membuat dirinya kebingungan melihat mereka itu.
Nyonya muda? apa maksud?, batin Xiao fei melihat mereka ber 4 itu.
Xiao fei menghentikan kebingungannya, sekarang harus memfokuskan pada kekasihnya saat ini, Xiao fei langsung mengeluarkan sebuah pil dan langsung memberikan kepada feng yin supaya di telan.
Pil itu berguna melindungi organ dalamnya agar tak semakin parah, dan terus memandangi feng yin terlihat lemas tak bertenaga.
" A fei ayo pergi, kalian jangan menyakiti mereka!" suara lemah feng yin dan langsung menutup mata membuat tambah panik Xiao fei.
"Ayo pergi!" perintah Xiao fei dan langsung menghilang.
A fei, kau sudah dewasa. kakak percaya kau memilih orang yang tepat, batin Xiao feng melihat kepergian adiknya.
...----------------...
__ADS_1
Kediaman Feng Yin
Wushhh
" Kita dimana?" tanya Xiao fei melihat pemadangan dalam perkarangan rumah yang besar.
Bommm
Terlihat pria dari luar menghantamkan diri dan menghancurkan ilusi yang dibuat Mei Li dengan susah payah dan membuat mereka yang terkurung disana tersadar.
Bai hu melihat itu langsung mengikat mereka dengan ikatan miliknya tak mungkin mereka bisa lepas dari tingkatan kultiviasi mereka itu.
Dan pria yang menghancurkan itu adalah....Bai Zhi atau Hei Long entah bagaimana dia bisa menemukan keberadaan Feng yin.
"Wen'er bawa mereka semua di penjara dingin" perintah sang ayah dan tanpa sengaja yuwen melihat guru tak sadar di dekapan seorang wanita.
" Ayahhh...Guru kenapa, apa yang terjadi?" tanya yuwen yang cemas melihat gurunya berdarah seperti itu.
" Gurumu sedang terluka...jadi jangan menganggunya dulu yaa" jawab Bai hu dengan lembut dan yuwen langsung pergi membawa tahanan itu ke penjara paling menyeramkan disana.
Setelah asep itu hilang Xiao fei melihat perawakan seperti Bai zhi tapi agak beda sekarang.
" A fei" teriak senang melihat Xiao fei namun tak lama kemudian menjadi suram melihat tuannya tergeletak dengan lemas.
" Tuan? A fei apa yang terjadi??" tanya Hei Long melihat ke arah Xiao fei.
__ADS_1
" Sudah jangan banyak bicara, ayo cepat masuk" perintah Xiao fei melihat nafas fengyin tak beraturan.
Bersambung....