Season 1 Legenda Sang Dewa Jahat

Season 1 Legenda Sang Dewa Jahat
Suara Hati Xiao Fei


__ADS_3

Feng Yin berada di alam elemen, dimana semua elemen berkumpul menjadi 1, dan elemen itu menjadikan sebuah alam yang mengerikan.


Darah mulai mengalir, kulit seakan akan terbuka namun juga tertutup kembali, semua itu berulang ulang kali, rasanya seakan disobek sobek dan pulih kembali.


Feng Yin menahan dengan sekuat tenaga, urat otot yang terlihat jelas di leher membuktikan bahwa rasa sakitnya sangat teramat.


Tiba-tiba elemen kekuatan feng yin keluar dari tubuhnya, elemen itu langsung mengelilingi tubuh feng yin dan tiba-tiba


bomm


Elemen api menyemburkan api itu ke tubuh feng yin dengan begitu panas, dan berganti dengan elemen lainnya.


Feng Yin menahan serangan itu selama berjam jam yaitu dari itu dapat menyeimbangkan tubuh dan kekuatan feng yin. Tak sedikit goresan feng yin ditubuhnya, darah mengalir di baju, tangan semuanya penuh darah.


" Ahhhh...agrhhh" erangan dari mulut feng yin merasakan menjalani tahap ke 2.


Kini tahap kedua sudah selesai dan harus menyelesaikan tahap terakhir agar bisa menerima petir.


Booomm


Sebuah sengatan semua elemen menjadi 1, menyerang feng yin dengan secara bersamaan, hingga membuat terbang ke udara dan terjatuh ke tanah dengan kerasnya.


Darah merah keluar dari mulutnya, mata yang merah, feng yin berusaha berdiri dengan sekuat tenaga, walaupun setiap kali ingin berdiri selalu diserang.


"Uhukkkk...Aku pasti bisa....Bagaimana aku bisa mengemban tanggungjawab semesta jika tak bisa menangung kesakitan ini" lirih feng yin menyemangati dirinya sendiri.


2 jam kemudian....


Booommmm


Ledakan yang menunjang seluruh alam itu, tubuh feng yin terbang di udara dengan lemah dan tak bertenaga, darah terus menetes di setiap tanah, tiba-tiba bunga bermunculan dengan indahnya, tubuh feng yin di kelilingi cahaya ke emesan yang agung.


glurrr


Awan yang mengehitam, kilatan petir yang menggelegar membangunkan feng yin dari balik topeng putihnya.


" Gunturr...sudah waktunya" lirih feng yin melihat kilatan yang berwarna emas dan suara kilatan yang keras membuat orang disana ketakutan.

__ADS_1


Feng Yin kau pasti bisa, Tugasmu melindungi alam semesta jadi kau harus kuat secepat mungkin, batin feng yin menyemangati dirinya, lalu berusaha berdiri tegak.


Feng Yin berusaha berdiri tegak dengan menahan rasa sakit semua itu, dan ternyata guntur itu tak menunggu feng yin berdiri dengan tegak.


jdearrr


booom


breakkk


Feng Yin terlempar begitu saja, dan memuntahkan sejumlah darah yang banyak dari mulutnya, Fengyin hanya bisa menahan dan mengenggam erat tangannya lalu berdiri kembali.


Hantaman demi hantaman diterima oleh feng yin, tusukan demi tusukan, darah demi darah yang mengalir dari tubuhnya. Feng Yin berusaha menahan semuanya tapi saat petir terakhir.


Jdearrrr


Feng Yin kembali terlempar begitu ganas, darahnya berjatuhan di semua elemen bunga bunga yang tumbuh menjadi merah merona. Feng Yin merasa tubuhnya tidak bisa bergerak lagi.


" Itu adalah sidang terakhirku...uhukkkk "


...----------------...


Alam Dewa, Kediaman Xiao


Terlihat wanita cantik menyulam sebuah baju berwarna putih dengan anggunnya tersenyum bahagia.


Jlebb


Darah mulai keluar dari jarinya yang tak sengaja tertusuk oleh jarum, lalu langsung mengemut di mulutnya, dia adalah Xiao fei.


Xiao fei merasakan ada yang salah, perasaannya sedang tidak bagus, dalam fikirannya terbayang bayang wajah feng yin.


Jdearr


Suara yang mmenggelegar membuat Xiao fei langsung keluar dengan begitu saja, terlihat semua orang di Kediaman itu juga keluar, dari arah barat kilatan petir yang menyambar.


Kenapa hatiku tidak bisa tenang, apa yang terjadi? apa sesuatu terjadi pada kakak Bai....atau Feng Yin, batin Xiao fei melihat arah petir menggelegar itu.

__ADS_1


Xiao fei ingin mencari tahu tapi saat ingin pergi terbang langsung di cegah kakaknya, Xiao feng dengan ekspresi. Jangan pergi.


( Halah pokoknya gitulah)


" A fei jangan pergi, itu berbahaya..." Suara Xiao feng melihat awan hitam itu dengan cemas.


" Tapiii...Hatiku merasa kacau kak, aku merasa seseorang dekat denganku sedang terluka" lirih sedih Xiao fei melihat kakaknya.


wushh


Muncul 2 orang terlihat paruh baya, mereka orangtua Xiao feng dan xiao fei, mereka ada ditempat kehidupan yang tenang menjauh dari pertarungan dan menjalani hidup yang damai.


Mereka Bai Yao Dewi ES dan Xiao Huang dewa Phoenix api, mereka kini hanya tersenyum melihat anaknya dan langsung melihat arah kekacauan di arah barat.


" Fei'er kamu kenapa begitu cemas" Tanya Xiao Huang mendekat ke arah putri kecilnya.


" Apa kau merasa mencemaskan seseorang disana?" tanya lagi Bai Yao dengan lembut arah putri kecilnya.


Xiao fei langsung menganggukan kepala dengan cepat " Aku takut, orang yang terdekatku ada disana ibu, ayah" jawab Xiao fei dengan ekspresi sedih.


" Maka kau pergilah, Xiao feng temani adikmu dan jaga di baik baik" perintah ibu dengan cepatnya Xiao fei pergi dan disusul oleh Xiao feng setelah hormat kepada orangtua baru menyusulnya daru belakang.


Xiao Huang menatap tak paham yang dipikirkan oleh istrinya, bagaimana bisa mengijinkan anak anak pergi ke sana, jelas jelas disana berbahaya.


" Bagaimana jika terjadi sesuatu pada mereka Yao'er?" gelisah Xiao Huang melihat kepergian anak anaknya.


" Lihatlah anak gadis kita itu, kalau tak aku mengijinkan pergi aku rasa dia tetap akan pergi, jadi kita menyusul saja dan melihat apa yang sedang terjadi" jawab Bai Yao menatap wajah suaminya langsung pergi begitu saja.


Xiao Huang menghela nafas panjang "Haihh" wajah Xiao Huang yang pasrah dan ikut menyusul istrinya.


Bersambung....


Walaupun novel ini gk menarik buat kalian, setidaknya kasih likelah kalau ada yang baca....


Kalau ada 😭


Oke canda² maksih udah baca novelnya....

__ADS_1


__ADS_2