Season 1 Legenda Sang Dewa Jahat

Season 1 Legenda Sang Dewa Jahat
Akhirnya go public


__ADS_3

Takk...takkk...takk


Hei Long menidurkan tubuh tuannya, feng yin. Di kasur dengan perlahan lalu menyelimuti tubuh feng yin agar tertidur pulas dan darah dari mulut feng yin berhenti.


Xiao fei langsung mendekat ke arah kakaknya "Bagaimana kak? apa berhasil?" panik Xiao fei melihat kakaknya itu


" Berhasil, hanya saja tubuh tuan sangatlah lemah. Walaupun tuan memiliki tubuh raja obat, luka lukanya tak bisa sembuh dengan cepat!" Hei Long mengatakan dengan sejujurnya.


" Yang penting, kak yin bisa sembuh itu sudah bagus! Aku akan menjaga, kalian istirahatlah!" Xiao fei melihat wajah feng yin bibirnya sudah kembali menjadi merah muda lagi dan membuat lega dirinya.


Hei Long seketika langsung mendekat tubuh adik angkatnya " Tapi, a fei kamu jug-.."


breakkk


" A Feiiii" teriak Hei Long melihat adiknya jatuh pingsan dan tergulai lemas di lantai.


Hei Long langsung mengecek detak nadi di pergelangan tangan Xiao fei dan bersyukur hanya kelelahan.+


" Aku akan segera menyiapkan kamar nona fei" sontak Bai yi dengan segera pergi.


wushh


" Tidak perlu, biarkan dia sekamar dengan tuan, kalau di terpisah juga akan mencari keberadaan tuan dimana, biarkan saja disini! a fei hanya terlalu lelah saja" hei Long dengan mengangkat tubuh adiknya dan meletakan tubuhnya di kasur miliknya sendiri lalu menyelimuti tubuh adik kecilnya.


Mereka hanya disana hanya mendengarkan tanpa membantah, mereka tahu pria itu lebih mengenal tuannya karena adalah tangan kanan tuannya.


Mereka meninggalkan mereka ber 2 istirahat dengan damai dan ini sudah malam, waktunya untuk istirahat, juga mereka bisa istirahat


... ----------------...


Kediaman Kaisar Langit.


Terlihat wanita paruh baya yang sedang bersedih di tengah taman sendirian, tak ada seorangpun disana. Nyatanya Kaisar langit dan kedua anaknya melihat sang Ibunda tengah bersedih.


" Ibunda terlihat sangatlah sedih" lirih xiang feng yang bersembunyi balik tiang


" Umm kau benar " timpali sang kakak Feng Liu yang menyetujui.


" Ayo kesana" kata Kaisar langit berjalan mendekat arah permaisuri langit.


Mendengar langkah kaki seseorang yang mendekat, ning feng langsung menghapus air mata ber usaha seperti tidak terjadi apa-apa.


2 anak itu langsung hormat kepada ibunya dan ning feng berdiri melihat suami dan anak anaknya datang menghampiri.


" Ning'er aku tahu kamu sedih, bagaimana kita menjenguk Yin'er besok?" bujuk lin feng agar tak menjadi sedih lagi.


Ning feng langsung melototkan matanya "Benarkan? kau harus berjanji!" ning feng menjulurkan jari kelingkingnya

__ADS_1


" Janji!" mengikat jari kelingkung bersama


Langsung ning feng bahagia, ia harus menyiapkan segala sesuatu untuk menemui anak bungsunya dan harus menyiapkan mental sebagai penjelasan apa yang terjadi selama ini.


...----------------...


Kediaman Feng Yin


Malam berlalu dengan damai dan tak terasa mentari sudah muncul dengan suara kicauan burung yang merdu di telinga.


Cahaya masuk dalam ruangan tepat di mata indah gadis cantik, yang membuatnya menggerakkan matanya dan membukanya dengan menghalangi cahaya mentari pagi terkena di matanya.


Xiao fei membangunkan dirinya dan melihat feng yin yang belum tersadar, masih memejamkan matanya. Xiao fei mendekat ke arah feng yin, menyentuh pergelangan tangan dan memeriksa denyut nadi feng yin dengan seksama.


" Sudah sangat stabil, seharusnya sebentar lagi akan bangun " gumam Xiao fei merasakan denyut nadi yang sudah stabil dan lewat dalam masa kritis.


kreakk


Suara pintu terbuka, terlihat seorang wanita muda membawa sesuatu di tanganya, itu bukan bukan pelayan melainkan, Bai Yi istri dari Bai Hu.


" Nona, anda sudah bangun? Bagaimana perasaanmu apa merasa ada yang tak nyaman?" Bai Yi yang meletakan barang di meja.


" aku baik-baik saja, oh iya biasanya kak yin apa yang dilakukan saat pagi hari?" Xiao fei mendekat ke arah Bai yi dan langsung duduk di kursi dekatnya.


" Tuan muda, biasanya berjemur di taman sambil meminum teh dan kegiatan itu sering di lakukan setiap pagi" Bai Yi yang mengingat keseharian tuannya itu.


" Ahhhh...agrhhh" Suara runtihan


Xiao fei sontak langsung melihat kebelakang dengan cepat, melihat Feng yin berusaha bangun. Xiao fei langsung berjalan mendekat ke arah feng yin dengan cepat dan membantunya.


" Kak Yin, kau belum sembuh banyak istirahatlah" Xiao fei yang membantu feng yin duduk.


Feng Yin hanya melihat pagi sudah datang dan masih belum terlambat " Aku ingin ke taman" feng yin yang berusaha turun dengan nekat.


Dan Xiao fei mendengar itu pasti feng yin ingin menikamati pagi hari dengan minum teh. "Baiklah aku akan mengantarmu dan menemanimu" Xiao fei membantu feng berdiri.


Bai Yi pergi karena ia juga harus menyiapkan kegiatan tuan di pagi hari, teh pagi. Rutinitas yang tak pernah berubah.


Skip sampe taman.


Sepanjang jalan para pelayan melihat kasih sayang nona fei yang begitu tulus, mereka disana sangatlah setuju jika nona fei jadi pendamping hidup tuan muda, nona fei juga sangat baik.


Mereka kini sampai di pavilium yang dibangun khusus dengan pohon berbunga yang indah berwarna merah muda yang indah.


Disana tidak tidak meja dan kursi hanya tempat teduh biasanya dan entah kenapa feng yin nyaman disana.


Tak lama Bai yi datang memberikan teh pagi yang sering diminum oleh tuannya, dan Bai yi langsung pergi setelah memberikannya, ia tak ingin menganggu mereka berdua disana.

__ADS_1


Sreakkk


clurrr


Xiao fei menuangkan teh di gelas kecil dan memberikan kepada feng yin dan langsung di minumannya dengan sangat antusias.


Gluk


" Apa kau tak lelah Fei'er?" Feng yin meletakan gelas di nampan dekatnya.


Xiao fei menggelengkan dengan pelan dan langsung tersenyum manis " Keinginan ku bisa bersamamu, jadi membuatku tak lelah!" Xiao fei menatap feng yin dengan wajah lembutnya.


Feng Yin tersenyum manis " Xiao fei, maukah kau menikah denganku" Feng Yin yang meminang Xiao fei dengan wajah versi kehangatan yang jarang muncul depan publik.


Deg


'Maukah kau menikah denganku' kata kata itu menggema di dalam pikiran Xiao fei, membulatkan matanya dan menutup mulutnya yang tak menyangka akan di Lamar di tempat taman milik feng yin, yang cukup indah.


Seketika rasanya waktu seakan akan berhenti, detak jantung Xiao fei semakin berdetak dengan kencang.


" Kak Yin, kenapa rasanya kurang romantis?"


Suasana balik jadi buruk, dan wajah feng yin yang tadinya tersenyum bahagia kini menjadi tak begitu baik...


Feng Yin menyentuh jidatnya dan sambil menggelengkan kepala juga menghela nafas yang berat.


" Fei'er kau tahu sendiri aku tak seromantis itu!...Baiklah jika kau tak ingin, lebih baik aku cari yang lain" goda Feng Yin dengan senyuman manisnya.


Xiao fei yang tadinya hanya berpura-pura agar terlihat menolak, langsung melototkan matanya mendengar apa yang di katakan oleh orang yang di cintainya.


" Kau berani!!! jika kau berani cari gadis lain, maka aku kan membunuhnya tepat di hadapanmu" kesal Xiao fei yang mengacam feng yin dan menujuk nujuk disana.


Feng Yin melihat ekspresi itu langsung tertawa "Jadi...Apa keputusanmu Fei'er" nada yang begitu panjang.


" Dengan berat hati, aku menerimanya..." kesan yang gensi tapi sebenarnya nggak cuman lagi akting jual mahal.


Feng Yin melihat itu juga sangatlah gemas melihat tingkah seolah oleh tak mau, sebenarnya sangat mau. Apa lagi muka dengan ekspresi lucu tak tahan ingin mencubitnya.


" Awwww....Aku sangat iriiiii" seruan pelayan ternyata sedang mengitip disana, ada yang gigit jari, sampai ada yang menyobek bajunya melihat ke romantisan 2 sejoli itu yang tak bisa menahannya, bagaimana tidak mereka semuanya jomblo.


" Akhirnya mereka bersama" seruan mereka 4 monster


" Akhirnya go public " Hei Long dengan melihat ke lucuan mereka berdua. Dan sontak mendengar itu langsung melihat arah hei Long.


" Apa maksudmu?" seru kompak meraka bertanya tanya.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2