
Keesokan harinya....
Mentari mulai muncul dan beberapa pelayanan berlalu lalang sepanjang kediaman dan terlihat dalam kamar utama pria masih tertidur pulas dengan wajah tampannya.
Tokk...tokkk...tokkk
" Tuann" lirih pelan dari luarr kamar.
Seketika mendengar suara ketukan pintu dan suara panggilan seorang perempuan langsung terpaksa terbangun dari tidurnya.
Feng Yin langsung duduk di ranjang dan mengibaskan tangannya membuat pintu kamarnya terbuka lebar, terlihat beberapa pelayan datang dengan membawa sesuatu ditangan mereka.
" Masuklah" perintah feng yin dengan tegas tanpa melihat ke arah mereka .
Para pelayan tertegun melihat perawakan tuan muda yang diberitahukan Bai hu kepada mereka jangan menyinggung ia atau mati adalah jalan keluarnya.
Flashback on
Bai hu melihat para pelayan yang sudah lolos dari 1.000 menjadi 15 orang saja yang di ambil, ada yang perempuan dan laki laki.
Kenapa begitu susah masuk kediaman milik feng yin?
Tentu saja karena fengyin memiliki identitas khusus yang dimana jika di luar harus memakai topeng jika di rumah tidak memakainya dan harus menjamin privasi dari tuannya atau mati.
" Dari kaliannnn 15 yang lolos ini, saya sudah bilang dari awal, jika sudah bekerja disini tidak akan bisa keluar dan jika kalian diam diam keluar maka solusinya hanya MATI!!!" Ucap Bai hu dengan melihat calon pelayan disana.
Mereka semuanya menelan ludah dengan kasar mendengar kata itu lagi dan langsung di angguki para pelayan yang paham tentang itu.
Sedangkan Chang yin hanya melihat dan mendata setiap mendaftar lalu melihat kepribadian para pelayan agar tak salah memilih dan ujian utamanya ada di Bai hu.
Jadi, pelayan kediaman ini tidak hanya bisa membantu bersih bersih tapi, harus bisa ilmu bela diri agar jika terjadi sesuatu, merekalah yang akan menghadang, dan gaji mereka tentu tak sedikit, lebih besar gaji pelayan dan lebih besar gaji pembunuh.
" Jika kalian memang serius, aku akan membuat segel di tubuh kalian agar kalian tidak berkhinat, apa kalian masih bersedia???" teriak Bai hu yang menggelegar dan menggema dikhusus ruang pelayan.
" Kami bersedia" tegas mereka semuanya.
Bai hu langsung menggerakkan tangannya lalu bentuk simbol yang rumit lalu melemparkan ke semua pelayan dan muncul di dahi mereka dengan tipe warna yang berbeda tergantung juga tingkat kultiviasi mereka.
- Kuning ---> Tingkat 1
- Ungu ---> Tingkat 2
- Hitam ---> Tingkat 3
- Merah ---> Tingkat 4
- Biru ---> Tingkat 5
Tingkat semakin ke atas maka jabatan mereka juga semakin tinggi dan memiliki hak atau kewajiban khusus.
__ADS_1
Wushhh
Dan disitu bukan hanya melakukan pelayan saja juga ada tempat khusus seperti; pelayan biasa, kepala pelayan, penjaga, koki, pengelola kebutuhan, pencantat pengeluaran.
" Khusus para pelayan gadis, kalian jangan berani mengoda tuan muda, atau kalian akan mati. besok kalian siapkan keperluan tuan muda, nanti aku berikan listnya, dan jika tuan muda belum mengijinkan kalian masuk jangan masuk, apa kalian paham?" ucap Bai hu yang menatap tajam ke arah mereka.
Mereka hanya bisa menelan air liur dengan kasar " Baik" teriak mereka serentak
" Ah iya, perkenalkan dia murid tuan muda, Chang yin" Chang yin langsung menunduk hormat pada mereka semuanya dan dibalas balik.
" Dan aku bawahan tuan muda, Bai hu. Dan bukan hanya aku saja, jika saatnya kalian akan bertemu dengan mereka sang pengawal dan bawahan tuan muda"
" Kalian pergi kekamar kalian, Chang yin antar mereka " ucap Bai hu dengan melihat arah Chang yin dan langsung diantar chang yin ke kamar pelayan yang telah di sediakan.
Sampai di kamar pelayan...
" Eh menurut kalian tuan muda apakah dia tampan?? atau seperti bapak bapak??" ucap salah satu dari mereka
" Harusnya tampan dan kuat kalau dilihat raut wajah tuan Bai hu" balasnya
"Sudah sudah besok kerja lebih baik tidur!!!"
Flashback end.
" Kenapa diam seperti patung? masuklah!" ucap feng yin melihat pelayan bengong disana.
brukkk
Para pelayan menaruh pakaian dan asesoris perlengkapannya di meja " tolong siapkan air hangat untukku" perintah feng yin mulai berdiri dengan tegak.
Perawakan fengyin yang tinggi, rahang tegas, postur tubuh gagah dan bulu mata lentik tak lupa bibir ping alami membuat kesannya sangat menawan dimata wanita apalagi sekarang feng yin tak memakai topeng.
" Baik tuan"
Feng Yin berjalan ke arah meja dan tak lama Bai hu datang bersama dengan muridnya, Chang yin. yang membawa seteko teh.
takk
crukkk
Chang yin menuangkan tehnya dengan perlahan dan memberikan teh " Silahkan guru" ucap Chang yin memberikan teh pagi.
" Terimakasih Yin'er " ucap feng yin dan langsung meminum teh pagi sangat nikmat.
" Sama sama guru" balas Chang yi tersenyum bahagia diwajahnya.
" Chang yi, kau keluar dulu" ucap Bai hu dan di angguki oleh Chang yi lalu langsung pergi keluar kamarnya.
Feng masih di postur yang sama yaitu menikamati teh pagi hari sedangkan Bai hu terdiam tanpa bicara sesuatu.
__ADS_1
" Bicaralah" tegur feng yin
" Tuan, aku sudah melakukan sesuai perintahmu... dan para pelayan disini paham tentang ilmu bela diri, dan dilihat, sifat mereka juga baik" ucap Bai hu melaporkan yang telah dia kerjakan kemarin sore.
" Bagus!!!" jawab feng yin dengan mengajungkan jempol.
Bai hu hanya tersenyum lebar terus terdiam kembali " Jika ada hal lain katakan padaku, kenapa masih begitu segan??" ucap feng yin menatap Bai hu melihat wajahnya menandakan sebuah kerisauan.
" Bagaimana dengan Chang yin? Apa tuan berencana memberitahukan identitas tuan yang sebenarnya?" tanya Bai hu Terlihat sangat tak enak.
" Tentu, bawa dia keruangan pertemuan, aula utama" perintah feng yin berdiri lalu membelakangi Bai hu.
Akhirnya pelayan datang, karena pintu kamar tak ditutup mereka langsung masuk dengan membawa air beserta sabun yang dibutuhkan. Feng Yin tak berpengaruh kedatangan pelayan, jika pelayan berani membocorkan maka hanya kematian pilihan mereka.
" Tapi bagaimana dia berkhinat?" tanya Bai hu dengan tuannya yang masih membelakanginya.
" Itu mudah" celetuk feng yin
" Mudah??" tanya balik Bai hu yang bingung apa artinya.
" Mudah, tinggal bunuh saja!" jawab feng yin lalu menoleh kepada Bai hu dengan senyuman yang mengerikan.
Bai Hu kaget dengan jawaban yang dilontarkan dan membuat keheningan sesaat dalam ruangan itu.
" Bahkan tega membunuh muridnya sendiri" bisik pelayan
" Jangan bicara sembarangan...siapa yang tahan dengan pengkhianatan" balas bisik pelayan lainnya
" ah benar juga"
Feng Yin mendengar itu hanya diam dengan muka cuek dinginnya dan sedangkan Bai hu mendengar itu tak tinggal diam, langsung menantap tajam arah mereka dengan domainnya langsung membuat diam.
" Tuan muda, apa perlu kami membantu anda mandi?" tanya pelayan dengan membungkuk hormat.
" Tidak perlu, aku bisa sendiri! kalian pergilah." ucap feng yin tegas langsung menuju kamar mandinya.
"Baik, tuan muda" ucap pelayan langsung pergi menjauh.
" Kalau begitu hamba juga pamit tuan" ucap Bai hu membungkuk hormat keluar ruangan dan saat keluar Chang yin terlihat sedang di cembatan teratai emas.
( Jembatan teratai emas \= Julukan kolam ikan emas dan teratai disana juga ditengah tengah ada Jembatan cantik)
" Chang Yi" lirih Bai hu dan dengan sigap Chang yi menoleh ke sumber area disana.
" Paman Bai" celetuk Chang yi langsung mendatangi arah Bai hu dengan senangnya.
" Kau bersiaplah, aku tunggu disini, nanti tuan ingin memberitahukan kamu sesuatu" ucap Bai hu dengan menatap Chang yin, lalu di angguki dengan semangat dengan gerakan kilat langsung pergi sebelum mengatakan hal selanjutnya.
Bersambung....
__ADS_1