Season 1 Legenda Sang Dewa Jahat

Season 1 Legenda Sang Dewa Jahat
Feng yin bertemu Xiao fei


__ADS_3

Istana langit


Terlihat di sebuah wanita sedang merawat bunga mawar dengan memotong motong yang tak di perlukan.


slass


Tak sengaja duri mawar itu menusuk tangan indahnya dan terdengar suara samar samar di dengarnya.


"Ibu...."


Ning Feng meneteskan air mata dan mencari keberadaan suara itu tapi tak menemukan dimana itu.


Tak lama dari belakang ning feng. Ling feng,Feng Liu dan xiang feng. Melihat ning feng menangis langsung cepat menghampirinya.


" Ning'er ada apa? kenapa kau menangis?" tanya Ling feng mendekat dengan cemas.


" Ibunda, ada apa??" tanya 2 saudara dengan bersamaan


Ning feng menangis tapi dengan tersenyum "Tadi aku mendengar suara anak kita, diaa memangil ku ibuu, tapi aku merasa dia sedang tidak baik" jawab ning feng dengan ekspresi wajah sedih senang dengan waktu bersamaan.


"Tapi baga-.." ucap Ling feng terpotong mendengar suara ledakan.


doorr


bomm


Wishh


Pedang yang telah mereka simpan tiba-tiba keluar dan terbang sendiri terbang begitu cepat, semua orang disana kaget.


Dan bersamaan mendengar suara guntur menggelegar di arah barat " Ikuti pedang itu" ucap Ling feng tahu pedang itu terhubung dengan tubuh anaknya, Feng Yin.


...----------------...


Alam Elemen


Wushh

__ADS_1


Pedang tak tahu dari keluar begitu saja, dan pedang itu mendekat ke arah feng yin terasa sangat familiar tapi tak memiliki niat membunuh.


1 pedang itu mengitari tubuh feng yin dan membuat dirinya terbangun " darimana asal pedang ini?" lirih feng yin pandangan kabur dan mulai memperjelas pandangannya.


Feng Yin memperbaiki topengnya dan tak lama suara menggelegar masih terdengar dengan keras " Mari, aku masih hidup. Bahkan surga sekalipun tak bisa merenggut nyawaku" teriak feng yin dengan sambil berdiri.


Jdearrr....jdearrr


Feng Yin mulai menggerakkan tangannya dan tercipta banyak pedang mengelilingi tubuh feng yin.


booommmm


Terlihat dari arah lumayan deket Xiao fei sampai dan juga Kaisar langit juga sudah sampai, Xiao mengepal tangannya dengan keras sedangkan ning feng melihat itu langsung menangis yang segede gedenya.


Feng Yin, kau harus baik baik saja.batin memegang tangannya melihat pemadangan diluar nalar.


Xiao feng melihat ekspresi adiknya cemas itu memberikan jawaban dalam beberapa hari ini "Apa dia pria yang di tunggu tunggu A fei selama ini? Tapi keadaan naik ranah tidak seperti dewa lainnya" gumam Xiao feng melihat arah feng yin.


wushhhh


Luka luka yang di derita oleh feng yin menghilang dengan cepat dan pakaiannya berganti dengan warna putih dan tiba tiba energi emas menyelimuti tubuhnya


Booom


" Aku berhasil...Aku memasuki ranah dewa kuno awal" lirih feng yin dan langsung melihat ada orang melihat kenaikan feng yin dan untungnya topengnya masih melekat pada dirinya.


wushh


" A fei" teriak Xiao feng melihat Xiao fei terbang mendekat ke arah feng yin dengan begitu cepat.


brukkk


Xiao fei langsung memeluk feng yin Tanpa aba aba dari feng yin " Feng Yin, syukurlah tidak terjadi hal buruk padamu" lirih Xiao fei memeluk erat tubuh feng yin.


Feng Yin langsung tersenyum dan mengelus elus rambut Xiao fei lalu melepaskan pelukan Xiao fei dari tubuhnya.


" Aku baik baik saja" ucap Feng yin dengan tersenyum, menghapus air mata Xiao fei lalu mencium keningnya dengan lembut.

__ADS_1


Xiao fei dengan ekspresi melotot mendakan kekagetan dari tindakan feng yin itu " Feng Yin, kenapa kau menciumku?" ucap pelan Xiao fei dengan wajah memerah.


Feng Yin langsung menyentuh wajah Xiao fei dengan lembut " Bukankah kau mencintaiku, Xiao fei? Apa aku salah? sudahlah, jika aku salah, aku akan pergi" ucap feng yin yang ingin mengerjai Xiao fei dengan menggunakan wajah dinginnya ini.


Saat feng yin ingin pergi tangannya ditahan oleh Xiao fei " Kau sudah tahu?" tanya Xiao fei dan di angguki oleh feng yin dengan pelan dengan senyuman khasnya.


" Feng Yin dasar bajingan, jelas jelas kau tahu, kenapa begitu acuh padaku!" kesal Xiao fei dengan menepuk nepuk dada bidang feng yin itu dengan kesalnya.


Feng Yin tersenyum kemenangan karena Xiao fei masuk jebakan " Kau panggil aku apa?" tanya fengyin dengan ekspresi yang ....


( Aihb author gk tahan lagi 😭😭)


" Kak Yin" dengan suara yang menggemaskan di wajah cantiknya.


" Lihatlah A fei sudah besar" celetuk feng yin melihat gemas sendiri melihatnya.


Dan meraka disana melihat ke romantisan menjadi obat nyamuk tak di penulisan oleh mereka berdua


(Karunya)


Feng Yin langsung memegang pundak Xiao fei dengan lembut dan melihat baik baik wajah Xiao fei yang akan menjadi istrinya satu satunya masa depan.


" A fei, Kamu pulanglah aku harus kembali ke kediamanku, takutnya ada yang terjadi sesuatu disana." ucap feng yin dengan lembut.


Xiao fei langsung memegang erat tanga feng yin dan langsung menggelengkan kepalanya dengan pelan " Aku ingin ikut denganmu, tak ingin berpisah denganmu lagi!" ucap Xiao fei dengan penuh percaya diri.


Feng Yin mendengar itu langsung tersenyum lebar " Baiklah, ayo kita pergi" ucap feng yin lalu mengandeng Xiao fei pergi.


" Tungguuu" suara wanita mengelegar di seluruh area disana.


Bersambung....


Ahemmm kalau crezy up bakal ada yang baca gk yah???


Minimal kasih like gitu...🤌☺


Kalau mau komen yahh bestiee ❤🌻

__ADS_1


__ADS_2