
" ohhh!!! bukankah aku jadi orang terhormat" ucap Bai zhi dengan polosnya.
" Terhormat apanya Bai zhi" ucap Xiao fei
"Tentu saja terhormat...... Karena aku yang pertama menghabisi mereka bertiga" ucap Bai zhi lalu menyerang ke arah mereka bertiga dengan cepat.
" Dimana dia" gumam lou fan dengan kebingungan.
Dan tiba-tiba Bai zhi sudah di dekat mereka " ehh bagaimana bisa dia cepat sekali" gumam lou fan yang menangkis serangan dengan pedang miliknya.
trang
tangg
tranggg
Terlihat Bai zhi menyerang secara bertubi tubi tanpa memberikan celah dan akibatnya hal itu membuat dipukul mundur dengan memuntahkan darah segar.
uhukkk
" Kau berani menyerang tuan" ucap perampok lainnya.
" Siapa kauu" tanya Bai zhi
" Lei yi" ucapnya salah satu dari mereka bertiga.
" Lei yi, dengan kekuatanmu berani bicara denganku" ucap Bai zhi.
" memangnya kau siapa hah" teriak Lei yi dan langsung menyerang dengan pedangnya tanpa menghiraukan eksekusi di depannya
" Hiakkkkk" teriak Lei yi.
...----------------...
trangg
bommm
Bai zhi menggunakan pedangnya dengan menggunakan jurus pertahanan dan akibatnya Lei yi terpental akibat dari kekuatannya berbalik arah.
" Lei yiiiii" teriak lou fan yang berlari ke arah Lei yi yang terlempar.
"uhukkkk...."
" Kau tidak apa-apa Lei yi" ucap lou fan
Dan saat Bai zhi ingin maju di hadang 1 orang lagi. seperti melindungi dua orang itu yang sedang terluka akibat dari serangan Bai zhi tadi.
" Siapa lagi kau ini" tanya Bai zhi penuh dengan penekanan.
" Bai xilu" ucapnya mengeluarkan tombak miliknya yang panjang.
Feng Yin melihat hal itu sudah tidak tahan hanya lagi dan langsung berdiri " Bai zhi, berhenti sampai disitu" ucap feng yin yang menuju ke arah Bai zhi yang di ikuti oleh Xiao fei di belakangnya.
Mendengar hal itu Bai zhi langsung menurunkan pedangnya lalu memasukkannya di sarung pedangnya dan mundur perlahan.
Feng Yin lalu mengarahkan tangannya ke arah mereka dan keluar aura Spiritual di sekitar mereka bertiga.
" Jangan sakiti mereka" teriak Bai xilu dengan memegang erat tombak miliknya sebagai pertahanan.
__ADS_1
Feng Yin menghiraukan ucapan anak muda itu dan langsung mengeluarkan kekuatan Spiritualnya yang berwarna putih. Dan kekuatan itu dapat menyembuhkan orang yang terluka dengan mudah.
Bai xilu lalu menghela nafas lega tadinya dia takut jika pemuda itu akan menyerang mereka apalagi ia tak dapat melihat di tingkat apa mereka berada sekarang.
Dan para masyarakat disana yang sendari tadi memperhatikan pertarungan secara mereka kini mulai berisik.
" Pemuda itu kenapa harus menyembuhkan mereka?" ucap penjual manisan
" Aku juga tak mengerti jalan pikir mereka?" sahut pembeli.
Xiao fei hanya tersenyum dan Bai ber jalan ke arah Xiao fei dan berdiri sejajar dengannya hanya memperhatikan feng yin dari belakang.
"uhukkk"
mereka berdua mulai berdiri dengan bantuan tangan Bai xilu yang mengangkat tubuh mereka agar lebih stabil untuk berdiri.
" Kenapa kau menolong kami? harusnya kau bunuh saja kami, bukannya itu lebih baik." ucap lou fan.
Feng Yin hanya diam tidak berkata apapun dan melihat ke arah Xiao fei menandakan Xiao feilah yang harus menjawabnya.
" Kultivator menggunakan kekuatannya itu bukan menindas kecuali seseorang melakukan kesalahan yang di anggap fatal untuknya" ucap Xiao fei dengan tenang.
"Bukankah kami melakukan kesalahan?" ucapnya
" Kau tidak melakukan kesalahan jadi feng Yin hanya mengobati lukamu dan ini untuk kalian" jawab Xiao fei sembari memberikan 1 kotak pil penyembuhan.
" Lalu tadi tuan itu juga menyerang saya duluan" ucap lou fan yang masam.
" hahaha kau memang pantas " ucap Bai zhi yang meremehkan.
" Bai zhi... tenanglah sedikit, sejak tadi feng yin memperhatikan dirimu loh" bisik Xiao fei dengan pelan membuat jantung Bai zhi bertedetak kencang dan dibelakang punggung rasanya aura dingin yang pekat.
" ya aku tahu" ucap feng yin langsung berjalan kearah kedai.
" Bai zhi, tadi hanya emosi sesaat saja, karena kalian menganggu makan siang kita dan menghancurkan makanan kami yang nikmat itu"
" Dan juga hampir melukai feng yin dan karena itulah membuat dirinya marah tapi dia hanya menggunakan ilmu pedangnya saja" jawab Xiao fei dengan meninggalkan mereka di tengah jalan.
Mereka bertiga hanya diam yang melihat mereka bertiga tadi kembali ke arah kedai di tempat ia singgah tadi itu.
" Boss , siapkan makanan seperti tadi saya akan membayar kerugian kerusakan tadi" ucap feng yin duduk di meja yang tidak rusak.
" Baiklah tuan, mohon menunggu"
5 menit kemudian....
" silahkan tuan " ucap pemilik kedai yang memberikan pesanan mereka.
merekapun langsung menyantap makanan yang telah di pesan dengan lahap dan 3 perampok itu menghampiri kedai itu lagi.
" Hey perampok itu belum kapok di pukuli seperti itu" ucap penjual liontin
" sepertinya mereka ada niat lain" jawab pejuang kue kering.
" niat lain apanya? mereka itu orang jahat" ucap penjual liontin
" Sudah jangan kesal seperti itu, liat saja" ucap penjual kue kering.
tak
__ADS_1
tak
takk
suara langkah kaki " Tuan , ingin apa lagi?" ucap fengyin yang sempat memotong ucapan perampok itu yang tadinya ingin bicara.
" apa yang kalian inginkan" teriak Bai zhi dengan kesal.
" Bai zhi jangan emosi" ucap Xiao fei
" Bai zhi ingat, emosi tidak menyelesaikan masalah. jadi kedepannya kau harus menjaga kestabilan emosimu" ucap feng yin yang sambil minum teh.
" Baik Tuan maafkan saya" ucap Bai zhi dengan nada bersalah.
" Jadi apa yang kalian inginkan" ucap Xiao fei
mereka bertiga langsung membungkuk dengan hormat terhadap Bai zhi, Xiao fei dan feng yin dengan penuh ketulusan.
Dari tindakan hal itu membuat pemilik kedai itu kaget dan bahkan yang melihat ke arah mereka semuanya di buat terjengang yang tidak percaya apa yang mereka liat barusan.
" Apa maksud kalian?" ucap feng yin yang dingin.
" Maafkan kami atas tindakan tadi" ucap lou fan
feng yin langsung memadang ke arah mereka bertiga " ouhhh... kesalahan apa yang kalian buat sehingga melakukan seperti itu" ucap feng yin
glegg
" Kami memandang rendah anda" ucap Lei yi dengan nafas turun naik tak karuan.
" Aku tak masalah di pandang rendah karena sudah terbiasa" ucap feng yin dan lalu menyantap mei.
" Tuan kami minta maaf, tolong maafkan kami" ucap Bai xilu yang berlutut dengan tanganya hormat.
Anak muda yang memiliki dedikasi tinggi, tapi sayang dia lahir ditempat ini sungguh disayangkan, batin feng yin.
" Bai zhi" ucap feng yin
Dan Bai zhi mendengar hal itu langsung berjalan ke arah anak muda itu dengan perlahan yang sambil memegang pedang di tangannya.
Bai xilu hanya bisa pasrah dan menutup mata mengira dia akan di bunuh oleh bai zhi yang sendari tadi berjalan dengan tatapan tajam itu.
" Bangunlah" ucap Bai zhi yang memngakat tangan pemuda itu untuk segera berdiri dan setelah itu Bai zhi kembali duduk.
" Ehhh"
" Kenapa takut kau ku bunuh?" celetuk Bai zhi
" Bai zhiiii" ucap Xiao fei dengan nada tinggi.
" Aku kira bahwa tuan ingin membunuhku" ucap Bai xilu.
Xiao fei dan fengyin yang mentap tajam kearah Bai zhi " ahhh aku hanya bercanda" ucap Bai zhi yang merinding tatapan mereka berdua.
" Bai zhi, Tatapanmu tadi seperti ingin membunuh penjahat 3 tahun yang lalu" ucap feng yin
" ah iya tatapan pembunuh" celetuk Xiao fei
Lou fan, Lei yi dan Bai xilu hanya memperhatikan perdebatan kecil mereka terlihat seperti saudara yang bercanda gurau. Dibalik keganasan mereka bertiga juga mempunyai sifat hangat yang membuat orang kaget.
__ADS_1
Bersambung....