Season 1 Legenda Sang Dewa Jahat

Season 1 Legenda Sang Dewa Jahat
Kakak baru


__ADS_3

" Kau siapa?" Ucap mereka kompak.


Dan feng yin merasa sudah tak ada pilihan lagi langsung melompat turun dengan anggunnya, pakaian terkena angin dan rambut terkena angin sejuk membuat dirinya terlihat tampan.


Dan mereka melihatku tanpa berkedip dan aku mulai merinding. Kalau di liatin wanita gak apa-apa dengan tetap seperti itu. Tapi, ada dua 2 pria mentapku dengan uhhh susah di artikan.


" Energi Murni itu berasal darimu" ucap harimau putih dengan mengeluarkan senjatanya.


" Ehh senior.... aku tak bertarung lagi, aku sudah lelah dari tadi bertarung dengan pedang pedang itu" ucapku yang kesal yang berakhir di benua yang mengerikan ini.


" Lelah Bertarung??" ucap mereka dengan kompak dan dijawab dengan anggukan kecil feng yin.


Dan tanpa disadari simbol milik didaninya muncul kembali karena saat ia sampai disini simbolnya menghilang namun sekarang sudah kembali.


" Simbol itu terlihat sangat familiar " ucap harimau putih disana menarik kembali pedangnya.


...----------------...


Pagi hari di penginapan


Xiao fei memulai membuka matanya yang masih buram namun makin lama dia jelas melihat bahwa lukanya sudah di perban dan melihat Bai zhi yang tertidur disana.


Xiao berusaha duduk dan menimbulkan suara sehingga membuat Bai zhi terbangun dan melihat ke arah Xiao berusaha duduk.


" Xiao fei....kau sudah bangun...ah mari aku akan membantumu" ucap Bai zhi membantu Xiao fei duduk untuk bersandar tepi kasurnya.


Xiao fei melihat itu hanya terdiam dia tidak tahu harus berekspresi bagaimana karena mengingat kejadian kehilangan orang ia cintai yaitu feng yin.


Bai zhi melihat ke arah Xiao fei dan tatapan matanya hanya ada kekosongan tak ada kehidupan disana dan itu membuat Bai zhi membencinya.


" Xiao fei, aku tahu kau sedih karena kehilangan tuan tapi dia masih hidup!! aku mohon padamu jadilah Xiao fei yang ceria kembali...Apa oke?" ucap Bai zhi yang melihat ke arah Xiao fei masih sedih.


Sontak Xiao fei langsung memeluk Bai zhi dengan erat " Bai zhi, apa dia akan kembali?? dia pasti kembali kan??? aku tak bisa hidup tanpanya" ucap Xiao fei lalu air matanya menetes dengan deras.


Bai zhi yang tahu perasaan berpisah dengan orang ia cintai hanya bisa memeluk dan menepuk nepuk untuk menenangkan " Pasti! pasti akan kembali" ucap Bai zhi yang mengelus elus rambutnya.


...****************...


Benua Teratai Biru


Rubah disana terlihat memperhatikan lambang feng yin dengan seksama dan berpikir dengan serius dan akhirnya menemukan informasi tentang simbolnya.

__ADS_1


" Itu lambang yang diramalkan" ucap Rubah itu dengan syok.


" Mana mungkin?? dia hanya pemuda biasa!!" balas kura kura emas yang tak melihat ada kekuatan besar dari anak itu.


" Apanya yang diramalkan?" tanyaku yang tak tahu apa-apa.


" Ini yang disebutkan oleh master, bahwa memiliki kekuatan murni dan memiliki lambang khusus berwarna merah... menurutku dia yang diramalkan oleh master" ucap Rubah itu dengan tramisi suara kepada semua monster.


" Ada benarnya juga, tapi kita tunggu apakah kekuatan disini beraksi dengan bocah ini..." ucapnya harimau putih itu dengan tramisi suara dan disetujui monster lainnya.


Dan jujur aja melihat monster monster berkedok manusia itu bingung daritadi hanya diam aja tanpa berbicara dan aku hanya memperhatikan mereka dengan wajah yang tanpa ekspresi pastinya.


" Bocah, bagaimana kau bisa kesini" ucap harimau putih dengan mentapku dengan tajam


" Huh...aku tadinya sedang ada makam pedang dan tak menyangka ada formasi yang berulang ulang menarikku dan melukai orang pentingku" ucap feng yin membayangkan melihat Xiao fei terluka dan yang menyatakan perasaan yang membuatnya sakit hati.


Dan para monster disana tidak menyangka akan hal terjadi padanya dan tak lama darah feng yin yang belum sembuh menetes di rumput dan terjadilah fenomena aneh.


Tiupan angin kencang, Bunga persik bertebangan, awan berwarna merah, air danau tergoncang dengan hebat dan terratai bertebangan yang tiba-tiba melayang. Membuat orang disana bingung karena tidak pernah terjadi sebelumnya.


" Apa yang terjadi" ucap harimau putih yang dirinya tergonjang kesana kemari.


Dan tak lama tubuhku melayang diudara dan aku tak bisa menggerakkan badanku sendiri dan dengan tiba-tiba bunga bunga persik bertebangan kearahku yang mingitari badanku dengan perlahan.


byurrr


byuur


" Bunga Lily Laba-laba merah" teriak kembali


byurrr


" Pedang 5 elemen " teriak kaget mereka


Aku hanya mendengar mereka menyebutkan benda-benda aneh namun aku tidak menengok kebelakang badanku tak bisa bergerak.


Monster monster itu hanya bengong karena benda benda itu muncul dengan tiba-tiba hanya dewa leluhur saja yang bisa menjawab pertanyaan itu.


" Aku tak bisa bergerak" ucapku


Dengan tiba-tiba ada cahaya emas menerpa tubuhku dan membuat tubuhku tertekan aku hanya bisa mengepalkan tangan, mengertakan gigi dan menunduk kebawah karena dari tekanan itu. Dan tak lama aura Spiritual di benua teratai biru masuk ke tubuhku dan membuatku merasa sesak.

__ADS_1


Dan aku mencoba merilekan badanku dan menjauhkan pikiran yang buruk dan aura disana mulai masuk dengan perlahan saat sudah selesai menyerapnya tiba-tiba ada bunga seperti lambang di keningku lalu melebur ke arah keningku. Dan aku merasakan panas yang tak karuan dan selanjutnya ada teratai embun salju mengarah padaku dan sama masuk kekeningku namun kini rasanya panas dingin seperti itu dengan bergantian.


Aku memuntahkan darah segar sedikit dan auraku kadang berwarna putih, biru, merah dengan cara berganti dan jantungku berdetak dengan kencang lalu aliran darah ku mengalir dengan cepat.


Para monster melihat bocah itu tersiksa mencoba ingin menolong dengan menyalurkan kekuatan mereka namun kekuatan di mantulkan begitu saja, yang sepertinya menolak.


" Apa yang terjadi?" ucap harimau putih dengan melihat kekuatan mereka di pantulkan berbagai arah.


...----------------...


Penginapan


Xiao fei akhirnya tenang dan mulai berhenti menangis, lalu mulai tersenyum yang membuat lega, karena sebenarnya Bai zhi sudah menganggap Xiao fei sebagai adiknya sendiri tanpa di ketahui oleh Xiao fei.


dan tak lama Bai zhi keluar untuk mengambilkan sarapan dan menyuruh orang dapat memasak herbal dari tabib tadi.


kembali ke Xiao fei


" Feng Yin, apa kau baik-baik saja? kau harus baik baik saja" ucap sendunya memegang tusuk rambut yang dihadiahkan untuknya lalu meneteskan air mata.


" Aku percaya kau masih hidup!! aku akan berusaha menemukanmu walaupun ribuan tahun sekalipun dan hanya kau satu satunya orang yang ku cintai dan berlaku selamanya!!" ucap Xiao fei yang membayangkan wajah feng yin membuatnya sedih senang marah secara bersamaan.


Dan tak lama ada suara kaki melangkah yang menuju kekamar dengan cepat Xiao fei menghapus air mata dan melihat sosok Bai zhi datang membawa beberapa nampan ditangannya.


Xiao fei tersenyum ke arah Bai zhi yang meletakkan makanan di meja dan memberikan makanan untuknya.


" Mari, makan dulu nanti kau harus minum obat" ucap Bai zhi memberikan Xiao fei bubur karena ia harus makan dengan hal yang lunak lunak dulu.


Xiao fei mengambil makanannya dan mulai memakannya dengan perlahan dan Bai zhi juga ikut makan bahkan juga ikut makan bubur juga.


" Bai zhi, kenapa kau juga makan bubur? aku yang sakit " ucap Xiao fei yang menatap ke arah Bai zhi dengan tatapan lembut.


" Supaya adil" ucapnya singkat.


" Lalu, kenapa kau begitu baik padaku?" ucap Xiao fei berhenti makan bubur.


" Kau sudah ku anggap adikku sendiri ja-..." ucap Bai zhi terpotong baru sadar apa yang ia katakan dan langsung memalingkan wajah.


Xiao fei langsung memeluk Bai zhi dengan erat, dengan masih memegang buburnya " Xiao fei, apa yang kau lakukan" ucap Bai zhi kaget dipeluk dengan tiba-tiba.


" Walaupun kita suka bertengkar...aku sebenarnya merasa baik bisa bertemu denganmu, Bai zhi. yang suka menyaramihiku dengan tegas!! dan kadang lembut rasanya menyenangkan....sudah di pastikan kau menjadi kakakku kau harus melindungi adikmu ini hahah....jadi aku aku memanggilmu Gege!! itu sudah diputuskan" ucap Xiao fei dengan wajah kadang lucu, tegas dan senang.

__ADS_1


" Baiklah...Aku gegemu tapi sekarang kau makan dengan benar dan aku akan mengambil obatmu" ucap Bai zhi dengan lembut dan Xiao fei menurut dengan patuh dan segera menghabiskan buburnya.


bersambung.....


__ADS_2