
"Agrhhhh..... 2 petir lagii..... Xiao fei kau ... harus menahannya...." ucap Xiao fei yang penuh darah dibajunya.
jdearrr
" Ahhhkhhhh" teriak Xiao fei
" Xiao feiii" teriak Bai zhi
" Bai zhi kkkkauuu... jangan khawatir akhh... aku bisa melewatinya" ucap Xiao fei dengan senyuman percaya dirinya.
Feng Yin menarik tangan Bai zhi agar tidak menuju ke arah Xiao fei saat ini " Bai zhi, jangan lakukan itu kita harus percaya pada Xiao fei. Aku tahu dia bisa" ucap feng yin
Dan Xiao fei mencoba berdiri dengan tegak dang menghela nafas disembarang sana terlihat Bai zhi yang cemas dan feng yin, walaupun wajah dingin feng yin sangatlah datar tapi dalam hatinya dia paling cemas dan menyiapkan sebuah pil untuk berjaga jaga.
" Mariilah... petir terakhirku...." ucap Xiao fei.
petir itu berubah menjadi petir emas dalam seketika dan mulai menghantam tubuh mungil Xiao fei.
jdearrr
boom
seketika feng yin terbang menuju ke arah Xiao fei dan langsung memasukkan pil tersebut ke mulut Xiao fei dengan menyalurkan tenaga dalam untuknya.
" Feng Yin, maafkan aku jadi merepotkanmu lagi haha" lirih Xiao fei dengan sudah tak bertenaga dan fengyin menggendong tubuh Xiao fei ke tempat yang aman.
" Apa dia baik-baik saja tuan??" ucap Bai zhi yang panik tak karuan.
" sudah aku berikan pil yang dapat melindungi tubuh, jantung dan paru parunya hanya butuh beberapa jam dia akan pulih kembali" ucap feng yin.
" Tuan kenapa Xiao fei bisa memicu petir emas?" ucap Bai zhi .
__ADS_1
" Karena tubuh dewi es dalam dirinya" ucap feng yin.
" Apaaa" teriak Bai zhi.
" Sudahlah untuk apa kau teriak seperti itu, lebih baik kau bersiap kini giliranmu Bai zhi" ucap feng yin.
" Ahhh ... iya ...baiklah tuan" ucap Bai zhi
...----------------...
Bai zhi kini menuju ke arah batu yang Xiao fei tempati dan mulai persimpangan yang mengeluarkan pedang miliknya.
Jdearrr
jdrearrr
jdresrrr
jdrearrr
jdrearrr
" Ehh yang benar saja....akhhhh itu petir emass" teriak Bai zhi yang harus menerima petir emas
" Uh apa yang terjadi?? Petir emas?" gumam Xiao fei yang sudah siuman.
" Kau sudah bangun Xiao fei? bagaimana keadaanmu sekarang??" tanya Xiao fei
" aku sudah lebih baik, kenapa Bai zhi bisa memicu petir emas" ucap Xiao fei.
" Kau juga tadi memicunya sekali, Bai zhi tak heran bisa memicunya karena dia naga surgawi" ucap feng yin.
__ADS_1
kita balik lagi ke Bai zhi yang sudah menahannya mati matiin dengan petir emas yang biasanya hanya bisa dipicu oleh orang tertentu saja di alam semesta.
" Akhhhhh, ahhh.....tinggal 1 petir lagii" ucap Bai zhi dengan berdiri tegak Lagi.
Jdearrrr
Bai zhi langsung terpental jauh dan untungnya dia tidak terluka berat semua itu karena kerja keras berlatih di tekanan dewa ruang waktu yang kejam itu.
feng Yin langsung mencari dimana Bai zhi terpental lalu memapahkannya ke tempat Xiao fei saat ini sedang meditasi.
" akhhh" ucap Bai zhi
" Bai zhi minum pil ini" ucap feng yin.
sontak Xiao fei langsung membuka matanya dan melihat Bai zhi terluka " Bai zhi, apa kau baik baik saja? bagaimana apa sakit?" tanya Xiao fei dengan paniknya.
" aku baik baik saja. Xiao fei, kau tak perlu khawatir " ucap Bai zhi
" Xiao fei, kau jaga Bai zhi.... sekarang giliranku" ucap Xiao fei langsung berdiri.
" Feng Yin,-... kau harus baik-baik saja" ucap Xiao fei yang terlihat agak sedih.
" Percayalah aku akan kembali dengan baik baik saja" ucap fengyin yang sambil mengelus rambut Xiao fei lalu pergi meninggalkanmu mereka.
" percayalah Xiao fei, tuan dia kuat pasti bisa melewatinya uhukk" ucap Bai zhi sampai batuk darah.
" Iya aku percaya, kau harus istirahat jangan ngomel mulu" ucap Xiao fei.
Dewa tolong lindungi dia, semoga dia bisa melewati petir itu, entah kenapa aku merasa khawatir, batin Xiao fei
Bersambung.......
__ADS_1